Jumat, Desember 13, 2013

Böck, Bek Keturunan Berbakat Cinta Keroncong



Aaron Böck bek #keturunan di tim junior B1 FC Utrecht, berangkat ke Ghana Afrika. Dia ikut pemusatan latihan lawan klub satelit FC Utrecht Tamale dan melakukan aktivitas sosial.

"Djen, Aaron berangkat ke Ghana, hari ini," demikian tulis Els Michiels, Kamis 12 Desember 2013 lalu mengenai cucunya, Aaron Böck. Bek FC Utrecht junior B1 itu ke Ghana mengikuti pemusatan latihan selama dua pekan di Afrika. 

Selain melakukan pemusatan latihan untuk mempersiapkam putaran kedua kompetisi nasional, tim B1 FC Utrecht itu juga akan mengadakan beberapa kali latih tanding dengan tim dari FC Utrecht Tamale di Ghana. Sekolah sepak bola yang berafiliasi langsung dengan FC Utrecht. Tamale Utrecht Football Club (TUFA) diresmikan 4 Juni 2012. 


Oma Els dan Aaron

Ikatan Indonesia

Walaupun berangkat ke Ghana, namun Aaron Böck sebenarnya juga merasa punya ikatan dekat dengan Indonesia. 

Remaja kelahiran 1 Juni 1997 itu sejak tiga tahun ini mengenyam pendidikan sepakbola di akademi FC Utrecht. Sebelum itu digembleng di akademi PSV Eindhoven. "Aaron terpaksa pindah ke Utrecht karena jarak dari rumah ke Eindhoven terlalu jauh, untuk bolak balik," demikian keterangan Els Michiels kepada sepakbolanda.com

Diego Michiels
Els Michiels, dari namanya memang memiliki ikatan saudara dengan Diego "Muhammad"  Michiels yang sekarang sudah naturalisasi dan bermain di Indonesia. 


Antara Aaron Böck dengan Diego masih terikat saudara. Kakek Diego dan Els Michiels, nenek Aaron berkakak beradik. Nama Böck berasal dari ayahnya yang orang Indo Belanda, berasal dari Balikpapan.

Bahasa dan Budaya
"Aaron ingin sekali mengunjungi tanah leluhurnya Indonesia," ungkap Tante Els, sapaan akrab wanita kelahiran Jawa Barat itu. Bahkan ikatannya dengan Indonesia sudah ditanamkan sejak kecil kepada Aaron. "Waktu dia masih kanak-kanak saya belikan Kamus Bahasa Indonesia, supaya dia belajar."  kata tante Els dalam bahasa Indonesia yang lancar. Bukan saja bahasa, tapi budaya juga dianggap penting oleh keluarga besar Michiels yang sohor sebagai keluarga musisi Keroncong Tugu itu. 

Keroncong Tugu "Kami, dan para pamannya Aaron di Indonesia sohor sebagai musisi keroncong. Maka di Belanda kami mengajarinya mengenal Keroncong juga. Dia bisa bermain Ukulele," tulis Els kepada Sepakbolanda.com.
Dua pekan ini Aaron bersama timnya melakukan pemusatan latihan di Ghana dan membantu kerja sosial membangun sumur pompa di sekolah, tidak jauh dari akademi Utrecht di Tamale. Aaron merasa senang bisa mendapatkan pengalaman sampai di Afrika. 

Sepakbolanda sejatinya akan lebih senang lagi kalau Aaron bisa ke Indonesia juga untuk mengajari para bocah di kampung menjadi bek yang baik. "Aaron ingin sesekali melihat sepakbola di Indonesia, dan ikut main sepakbola dengan anak-anak disana." kata Els Michiels semangat. Mungkin waktu akan datang juga, sebab dasarnya sudah ada. Aaron juga cinta Indonesia, dimulai dengan bahasa dan budaya Keroncong.

NB: Artikel diupdated dengan data lebih akurat. Berkat masukan info dari Audi Muchiels di Jakarta.




Posting Komentar