Sabtu, November 09, 2013

Alif Naufal Berkunjung ke Rumah Johan Cruyff

Tristan Alif Naufal, bakat cilik Indonesia sudah langsung jatuh cinta pada Belanda. Sepakbolanda melihat bocah 8 tahun itu juga terkagum menyaksikan barang-barang Indonesia yang lengkap di Belanda.


Jalan
Sepakbolanda mendapat kesempatan tiga jam jalan-jalan disela kegiatan latihan Alif di Akademi Ajax de Toekomst. Setelah melakukan jadwal latihan padat, sepakbolanda mengajak Alif dan ortunya Irma Lansano dan Ivan Trianto jalan-jalan di sekitar hotel Bastion di Amstel yang jaraknya hanya 3 km dari de Toekomst.


Hari itu Sepakbolanda menjemput Alif dan ortunya di hotel dan langsung membawa ke pertokoan khusus menjual barang-barang Asia yang sangat lengkap. Di lokasi Flinesstraat Duivendrecht itu terdapat minimal tiga toko grosir produk Asia, Wah Nam Hong, Amazing Oriental dan Holwha.

Sambal
Memasuki Amazing Oriental, Alif yang cenderung pendiam itu langsung teriak gembira. "Umi, banyak barang Indonesia di sini. Ada Sate, Mie Gelas, Teh Botol dan Sambal ABC."  Irma Lansano, uminya langsung menambahi, "Sambal dan Ayam memang makanan kesukaan Alif. Sudah beberapa hari ini Alif menanyakan sambal ABC di restoran kentang goreng. Mereka di Belanda tidak menyediakan sambal."


Johan Cruyff
Berberkal satu tas belanjaan dari toko, kami melanjutkan perjalanan ke Akkerstraat 32. Rumah kelahiran Johan Cruyff, legendaris sepak bola paling terkenal Belanda. Di pelataran rumah itulah Johan Cruyff belajar sepak bola bersama kawan-kawannya. Alif pun melakukan juggling di tempat yang sama, seperti maestro Cruyff, 60 tahun silam. Di trotoar dan juga di lorong.

video


Di rumah nomor 32 itulah dahulu orang tua Cruyff berjualan sayur. Alif bersama orang tuanya bisa merasakan dan mengagumi rumah mungil di pojok jalan itu. Bahkan Alif bertanya letak kamar tidur dari Johan. Ivan, sang ayah sudah membayangkan bisa tinggal di perkampungan sederhana itu.



Setengah jam menghabiskan waktu mengagumi perkampungan dan rumah kelahiran Johan Cruyff, Sepakbolanda membawa tiga tamu ke lapangan sepak bola yang tersedia di setiap kampung. Kali ini lokasinya sekitar seratus meter dari rumah nomor 32. Disana Alif berlatih menendang di lapangan aspal yang dilapisi dedaunan gugur.

Hotel
Kebersamaan berakhir setelah menyantap siang bersama di sebuah restoran cepat saji yang terletak di jalan menuju hotel. Alif harus kembali ke hotel, satu jam sebelum berlatih di de Toekomst untuk kali ketiga. Semoga saja perjumpaan Sepakbolanda dengan Alif akan terulang kembali di Amsterdam di waktu mendatang.



Posting Komentar