Selasa, Oktober 08, 2013

Timnas Oranje Masih Juga Haus Naturalisasi

Zakaria Bakkali, bakat keturunan Maroko Belgia baru saja mengumumkan dirinya memilih timnas Setan Merah Belgia. Gelandang serang super talenta ini bukan saja bisa milih timnas Belgia atau Maroko, tetapi juga bisa memilih timnas Belanda.

Setelah berfikir lama, gelandang serang PSV Eindhoven kelahiran 26 Januari 1996 ini akhirnya memilih memperkuat timnas Belgia. Sebagai keturunan Maroko, dia juga memiliki paspor Maroko. 

Rayuan Gagal
Satu hal yang sebenarnya mengejutkan Sepakbolanda. Pengakuan Bakkali bahwa KNVB atau PSSI nya Belanda pun sempat mencoba merayu untuk milih timnas Belanda. KNVB merasa bisa memanfaatkan kehebatan bakat muda ini dengan mendasarkan pada domisili Bakkali yang sudah lima tahun di Eindhoven Belanda.

Naturalisasi semacam ini dilakukan bek tangguh Brasil, Douglas Franco Teixeira. Center Back Dynamo Moskow ini menjadi warga Belanda setelah lima tahun bermain bola di kompetisi Eredivisie.


Dengan lima tahun masa kerja di Belanda, membuka peluang untuk menjadi warga Belanda dan memperkuat Timnas Belanda. Namun Bakkali kelahiran Luik Belgia itu menegaskan dirinya tidak pernah punya niatan perkuat Belanda. Jadi bujukan KNVB pun ditolak. 

Belanda Kocak
Lucu, Belanda ini. Sebagai negara sepakbola dan runner-up Piala Dunia 2010 masih saja merasa perlu mendapatkan suntikan pemain naturalisasi. Dengan kehadiran pemain kaliber Bakkali, mungkin Belanda berharap bisa meningkatkan daya saing di level lebih tinggi di masa mendatang. Maklum Bakkali masih 17 tahun. 

Begitu hebat kualitas anak ini. Saat ini bahkan muncul rumor, Manchester United, klub juara Premier League Inggris ingin mengikatnya. 

Seharusnya Belanda bisa belajar dari negara-negara kecil secara prestasi bola, tapi punya harga diri selangit. Semustinya KNVB mikir, apa jadinya dengan perasaan pemain asli Belanda yang posisinya jadi tergeser dari timnas Oranje kalau ada dua atau tiga pemain naturalisasi? 
Douglas Teixeira


Pembibitan Jadi Hancur
Tapi faktanya KNVB memang sudah bersiap diri. KNVB menyadari bahwa kritikan akan datang dari kalangan yang mementingkan pembibitan muda. Bagaimana kalau menaturalisasi pemain asing sehingga melupakan kewajibannya menjalankan program pembibitan?

Pelajaran Indonesia
Tampaknya KNVB jauh hari sudah menjalankan pembibitan dengan baik dan juga menyediakan kompetisi yang mewadahi laju bakat pemain-pemain pribuminya. Sepakbolanda menyaksikan KNVB selama ini sangat serius menjalankan program pembibibitan dan penyediaan sarana sepakbola yang luar biasa baik. Mungkin ini yang bisa menjadi pelajaran bagi negara-negara kerdil sepak bola, termasuk Indonesia. 


Kalau seandainya naturalisasi Bakkali terlaksana maka KNVB tetap konsisten dengan pembibitan usia dini. Belanda tidak akan mengenyampingkan program pembibitannya. Keduanya dirasa perlu dan bisa berjalan selaras, dengan berprinsip: "Pembibitan AND Naturalisasi" BUKAN "Pembibitan OR Naturalisasi." 
Posting Komentar