Senin, Oktober 07, 2013

Keturunan ini Siap Perkuat Tim Rahmad Darmawan

Sepekan setelah melakoni laga final di kejuaraan ISG2013, Timnas Indonesia U23 dijadwalkan menjalani Pemusatan Latihan (TC) di Yogyakarta 6 Oktober. Mitchell Theuns #keturunan berposisi gelandang di AFC Amsterdam merasa terpanggil gabung dengan timnas U23.


Sepakbolanda kaget ketika membaca pesan singkat. "Hey om Djenol, apa kabar? Nama saya Mitchell, bapak Belanda dan ibu keturunan Indonesia. Saya ingin ikut seleksi tim nasional Indonesia U23. Bagaimana caranya?" Demikian tulisan Mitchell Theuns kepada sepakbolanda.com 



Sepakbolanda sudah kerap menerima berita dan pertanyaan semacam ini. Pesan ini layak dipublikasi karena merasa ada motivasi yang besar dari pemuda kelahiran 1 Mei 1992 ini. 

AFC Amsterdam adalah klub tertua di Amsterdam (1895). Mitchell bermain di tim utama di kompetisi Topklasse (Divisi 3.) Di masa remajanya pemuda bertinggi badan 184 cm ini mengenyam pendidikan sepak bola di klub-klub besar. 
"Sebelumnya saya menempuh pendidikan di akademi FC Utrecht 2 tahun dan Ajax Amsterdam 4 tahun,"
Bakat di Akademi Ajax
Mitchell yakin mampu berkontribusi untuk timnas Indonesia, karena memiliki keunggulan. Ditanya soal kelebihan yang dimiliki gelandang serba bisa. 
Di Akademi FC Utrecht
"Tinggi badan 184 cm, bisa menendang dengan kaki kanan dan kiri, punya umpan yang bagus, kemampuan membaca permainan, penguasaan bola dan kecepatan yang lumayan bagus."
Mitchell dan Ibunda
Ibu kandung Mitchell, lahir di Belanda tetapi kakek dan neneknya lahir di Jakarta. "Kakek dan nenek saya lahir di Jakarta. Saya sendiri belum pernah ke Indonesia. Karena memang belum pernah ada kesempatan. Tapi saya ingin sekali ke sana dan bermain untuk timnas U23."

Ia tidak sepenuhnya buta akan sepak bola Indonesia. "Setahu saya Indonesia punya dua asosiasi sepak bola. Tahun depan akan bergabung." Selain soal kisruh PSSI, Mitchell juga punya pandangan tentang pola permainan Indonesia. "Sepak bola di Indonesia banyak menggunakan kekuatan fisik dan kecepatan. Tetapi kurang menerapkan kombinasi. Banyak bola-bola lambung ke depan."

Melihat kondisi itu, ia yakin mampu memberikan warna lain. "Saya bisa menambah kreativitas di lapangan tengah. Dengan umpan-umpan yang matang ke pemain depan," demikian ungkap pemeran di iklan salah satu obat masuk angin.




Mendengar penuturan yang semangat dan percaya diri, Sepakbolanda terombang-ambing opini labil. Benarkah dia sebagus itu permainannya. Kalau ya mengapa masih main di level Divisi 3? Apakah ada faktor lain yang menyebabkan namanya tidak pernah mencuat? 

Pemain Keturunan
Sepakbolanda tetap mendukung kontribusi pemain keturunan Indonesia untuk kemajuan sepak bola nasional. Tapi sepakbolanda juga mendukung penyaringan ketat pemain keturunan. Mereka harus memiliki nilai tambah bagi timnas. Karena selama tiga tahun kedepan menanti tim U19 menjadi matang, dibutuhkan suntikan tenaga untuk timnas utama, dari hasil blusukan di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri maupun di luar. 

Blusukan ke Belanda bertujuan untuk menyaksikan pemain-pemain #keturunan tampil di habitat yang sudah mereka biasa jalani, termasuk melihat penampilan Mitchell Theuns ini.

22 komentar:

Oghie Purnomo mengatakan...

Betul om. Harus ada seleksi ketat. Di indonesia ada rencana penghentian naturalisasi. Hal iti dikarenakan tidak berkembangnya pemain2 hasil naturalisasi. Mungkin harus ada seleksi ketat dari pssi. Harus ada tim scouting yang memantau mereka dan memberikan laporan berkala ke pelatih timnas.

Eka Tanjung mengatakan...

Anda menyentuh poin penting di sini. Seleksi ketat untuk pemain keturunan. Gara-gara naturalisasi sebelumnya yang terkesan asal-asalan, jadi mendapatkan kualitas pemain yang mengecewakan. Tapi kalau proses seleksinya benar dan akurat, hasilnya akan lebih baik dan berkualitas.

Anjani Sausan mengatakan...

Wah seleksi, Ok... Jgn sampai juga naturalisasi dihentikan, banyak negara maju sepakbola tetap memilih opsi naturalisasi. RI jumlah penduduk 200an juta kan tdk jadi patokan kuat sepakbolanya. Semua tergantung pembinaan dan jeli mencari bibit,pribumi atau keturunan yg mumpuni dilapangan itu yg utama. PR berat pengurus PSSI kedepan yg harus serius dilakukan.

maulana ramdhany mengatakan...

klo menurut aku Naturalisasi ga mematikan bakat2 muda kita kok,,,, angap aja dengan adanya pemain kita yang di luar negeri ( naturalisasi ) bisa jadi bahan promosi dan pembuka jalan untuk pemain2 lain main di belanda .. dan lagi pula mereka ingin masuk TIMNAS karena keinginan sendiri dan niat baik

Chandra Pratama mengatakan...

Kira2 kpan om Djen nonton permainannya, mungkin dia memang sebagus apa yg dijelaskan tadi.
Kan lumayan dapat pemain ky Mitchell, postur tinggi, umpang matang, dua kaki sama bagusnya.

Oghie Purnomo mengatakan...

Betul, efek naturalisasi yg kelihatan asal2an jadinya buruk untuk pemain keturunan itu sendiri. Padahal banyak jg yg berkualitas namun tak tercium pssi.

Anonim mengatakan...

kita gak boleh menutup mata,era , bachdim, dan gonzales,mereka terbukti mampu memberi wana lain dan mengangkat permainan timnas,, sayang kisruh pssi, yg bikin mereka kembali tenggelam

azrie daeng swijaya mengatakan...

Mitchell theuns Чªήğ di iklan tolak angin itu ya,, pantesan muka'a gk asing,, perlu di beri kesempatan ne om,, go naturalisasi

Eka Tanjung mengatakan...

Anjani menulis: "Wah seleksi, Ok... Jgn sampai juga naturalisasi dihentikan, banyak negara maju sepakbola tetap memilih opsi naturalisasi. RI jumlah penduduk 200an juta kan tdk jadi patokan kuat sepakbolanya. Semua tergantung pembinaan dan jeli mencari bibit,pribumi atau keturunan yg mumpuni dilapangan itu yg utama. PR berat pengurus PSSI kedepan yg harus serius dilakukan."

Sepakbolanda: Sependapat dengan Anjani yang tidak menutup kemungkinan memakai "kandungan potensi" keturunan yang tersebar di luar negeri khususnya di Belanda. Indonesia tetap akan diuntungkan dengan menjalin hubungan baik dengan generasi ini. Kalau tidak sekarang sebagai pemain timnas, bisa kelak sebagai pelatih, atau sebagai penasihat untuk pembangunan persepakbolaan di segala lini.

Eka Tanjung mengatakan...

Maulana menulis: "klo menurut aku Naturalisasi ga mematikan bakat2 muda kita kok,,,, angap aja dengan adanya pemain kita yang di luar negeri ( naturalisasi ) bisa jadi bahan promosi dan pembuka jalan untuk pemain2 lain main di belanda .. dan lagi pula mereka ingin masuk TIMNAS karena keinginan sendiri dan niat baik."

Sepakbolanda menjawab:"Anda menyebut hal penting pula. Pemain #keturunan yang punya kepedulian untuk negara keduanya (Indonesia) bisa membuka jalan dan pintu ke klub-klub Belanda untuk menampung bakat Indonesia yang ingin mengembangkan bakat di Benua Biru."

Eka Tanjung mengatakan...

Chandra menulis:"
Kira2 kpan om Djen nonton permainannya, mungkin dia memang sebagus apa yg dijelaskan tadi.
Kan lumayan dapat pemain ky Mitchell, postur tinggi, umpang matang, dua kaki sama bagusnya."

Sepakbolanda menjawab :"Rencananya dalam waktu dekat bisa menyaksikan langsung penampilan Mitchell di AFC Amsterdam. Kebetulan tidak jauh dari kantor redaksi Sepakbolanda. Semoga bisa membuatkan rekaman videonya."

Eka Tanjung mengatakan...

Oghie berkata:"Betul, efek naturalisasi yg kelihatan asal2an jadinya buruk untuk pemain keturunan itu sendiri. Padahal banyak jg yg berkualitas namun tak tercium pssi."

Sepakbolanda menjawab:"Itulah akibat dari pekerjaan setengah-setengah. Hasilnya tidak maksimal tapi menyalahkan orang lain. Sama seperti kita membuat Kursi dan Meja yang gagal. Pembuatnya yang nota bene memilih sendiri kayunya, menyalahkan pohon sebagai penyebab kegagalannya. Aneh kan?"

Eka Tanjung mengatakan...

Azrie berkata: "Mitchell theuns Чªήğ di iklan tolak angin itu ya,, pantesan muka'a gk asing,, perlu di beri kesempatan ne om,, go naturalisasi."

Sepakbolanda menjawab:"Memang dia yang ikut jadi pemain iklannya. Tapi itu tidak menjamin dia harus langsung lolos seleksi. Tetap, dia harus menjalani seleksi super ketat. Lebih ketat dari saringan pemain lokal."

azrie daeng swijaya mengatakan...

Apa para pengurus sepakbola kita gk tergerak hati'a untuk memberi kesempatan bagi mereka Чªήğ punya niat baik untuk membela negara ini?? Berilah mereka kesempatan untuk melihat pantas ato gk'a mereka di naturalisasi. Jangan di Ɩϊнªτ dri liga apa mereka bermain, mau di liga teratas, amatir sekalipun klo sesuai kebutuhan tim apa salah'a klo kita beri mereka kesempatan untuk berkontribusi buat negeri ini!!

Zunan Scirea mengatakan...

Om...,sebenarnya pemain - pemain Indonesia atau naturalisasi itu bagus - bagus...,cuma pengurus PSSInya yang ga becus ngurus sepakbola Indonesia.yang dibutuhin Sepakbola Indonesia itu Menaturalisasi Pengurus Sepakbola buka pemain.Biar bisa gantiin pengurus yang haus akan kekuasaan.

Anonim mengatakan...

Bagaimana kalau coach RD dan Indra Sjafrie diundang ke Belanda utk melihat langsung dan menseleksi bakat2 keturunan untuk masuk ke Timnas 19 dan 23?

Anonim mengatakan...

Om Djenol,
Saya lihat dari semua pemain naturalisasi Eropa yang sudah dapat caps hanya Sergio van Dijk yang layak untuk bermain untuk Garuda. Kenapa? sederhana saja, karena hanya dia yang punya keinginan kuat menjadi salah satu bagian dari kita, bagian dari Indonesia yaitu berbahasa Indonesia. Menurut anda-anda pendapat saya Klise? Naif? mungkin saja, tapi bahasalah yang menyatukan. Kalaupun ada rencana untuk naturalisasi lagi dari Belanda, tolonglah yang benar-benar cinta negara ini.

Eka Tanjung mengatakan...

Azrie daeng swijaya berkata...
"Apa para pengurus sepakbola kita gk tergerak hati'a untuk memberi kesempatan bagi mereka Чªήğ punya niat baik untuk membela negara ini?? Berilah mereka kesempatan untuk melihat pantas ato gk'a mereka di naturalisasi. Jangan di Ɩϊнªτ dri liga apa mereka bermain, mau di liga teratas, amatir sekalipun klo sesuai kebutuhan tim apa salah'a klo kita beri mereka kesempatan untuk berkontribusi buat negeri ini!!"

Sepakbolanda menulis
"Para pengurus mungkin memiliki alasan tertentu dalam mengambil kebijakan. Mungkian mereka juga punya niat baik, tapi sampai sekarang memang belum kelihatan. Semoga saja semua pemain yang menonjol mendapat kesempatan yang sama. Baik itu dari kampung, kota maupun yang tinggal di luar."

Eka Tanjung mengatakan...

Zunan Scirea berkata...
"Om...,sebenarnya pemain - pemain Indonesia atau naturalisasi itu bagus - bagus...,cuma pengurus PSSInya yang ga becus ngurus sepakbola Indonesia.yang dibutuhin Sepakbola Indonesia itu Menaturalisasi Pengurus Sepakbola buka pemain.Biar bisa gantiin pengurus yang haus akan kekuasaan."

Sepakbolanda menulis
"Haha kok sinis amat sih ke pada para pejabat PSSI. Mereka barangkali berusaha maksimal untuk memajukan sepak bola nasional. Tapi mungkin salah mengambil strategi atau gimana gak tahu. Kita harus tetap berfikir positif. Bahwa kemampuannya memang terbatas."

Eka Tanjung mengatakan...

Anonim berkata...
"Bagaimana kalau coach RD dan Indra Sjafrie diundang ke Belanda utk melihat langsung dan menseleksi bakat2 keturunan untuk masuk ke Timnas 19 dan 23?"

Sepakbolanda menulis
"Sangat setuju sekali dengan gagasan itu. Karena dengan demikian, pelatih bisa menemukan pemain yang dicarinya. Dengan karakter aslinya ketika tampil di habitatnya. Bayangkan saja ketika baru sampai dua hari sudah dites di Jakarta yang panas, tentu tidak akan mendapatkan gambaran kekuatan sesungguhnya. Sebaliknya juga tidak fair kalau menguji pemain Indonesia di suhu 0 C di Belanda."

Eka Tanjung mengatakan...

Anonim Anonim berkata...
"Om Djenol,
Saya lihat dari semua pemain naturalisasi Eropa yang sudah dapat caps hanya Sergio van Dijk yang layak untuk bermain untuk Garuda. Kenapa? sederhana saja, karena hanya dia yang punya keinginan kuat menjadi salah satu bagian dari kita, bagian dari Indonesia yaitu berbahasa Indonesia. Menurut anda-anda pendapat saya Klise? Naif? mungkin saja, tapi bahasalah yang menyatukan. Kalaupun ada rencana untuk naturalisasi lagi dari Belanda, tolonglah yang benar-benar cinta negara ini."

Sepakbolanda menulis
Tidak sepenuhnya setuju kalau bahasa dipakai sebagai acuan menilai nasionalisme seseorang. Lebih baik kita menilai kualitasnya mengapa dia dinaturalisasi. Pemain sepakbola ya kemampuan sepak bolanya. Kalau ternyata dia tidak bisa main bola dengan baik, salahnya penilai yang melihat dia sebelumnya. Kalau hanya bersandar pada penguasaan bahasa, maka banyak koruptor yang bahasa Indonesianya cas-cis-cus, tapi sebaiknya dibuang saja dari Indonesia, karena tidak nasionalis perampok-perampok itu."

MEDISCH ARTICLE mengatakan...

Theuns, berjuang dululah, supaya ada klub eredivisie yang dapat berminat kepadanya.. sya yakin kalo Theuns dapat menembus eredivisie timnas indonesia akan tertarik ..