Sabtu, Oktober 26, 2013

Joey Suk Mencari Pengakuan

Joey Suk, pemain #keturunan Indonesia di liga teratas Belanda, nyaris sudah tidak pernah terdengar kabarnya. Sudah dua bulan ini Suk hanya jadi pemain cadangan di NAC Breda. Hari ini, bisa bersejarah.


Joey Suk yang tumbuh dan besar di Deventer, merupakan pemain didikan Go Ahead Eagles (GAE). Klub ini sudah menyatu dengan darah keturunan ini. Bersama Diego Michiels, Suk menjadi kebanggaan klub bersimbol elang ini. Bahkan di lengan kiri Suk, terpatri tato sebagai bukti loyalitasnya pada GAE.


Hari ini bisa bersejarah bagi Joey Suk bisa bermain untuk NAC Breda menjamu Go Ahead Eagles. Untuk kali pertama dia akan bermain melawan klub kesayangannya, yang membesarkannya. Dalam wawancara dengan BNdeStem, Suk tidak khawatir dengan sikap suporter GAE. 
"Suporter tidak akan membenci saya. Mereka memahami bahwa saya sekarang bermain untuk klub lain. Cinta saya pada Deventer dan Go Ahead tidak berubah.
Pertanyaannya, apakah Suk akan dimainkan di laga istimewa ini? Sebab sudah dua bulan ini pemain keturunan Indonesia dari garis ibu ini, tidak diturunkan sebagai starting-11. Padahal di lima laga pertama NAC Breda musim ini, Suk selalu dipercaya main dari awal. Keputusan sekarang ada di tangan pelatih Nebojša Gudelj, apakah Suk akan merumput hari ini.


"Saya kaget juga, tidak lagi di starting. Tentu saja saya kecewa. Tapi saya tidak mengeluh. Saya harus menunjukkan permainan bagus lagi," kata pemain yang digadang menjadi punggawa Garuda ini kepada Omroep Braband.
Bagi Joey Suk, Go Ahead dan NAC punya kesamaan. Suporternya fanatik dan selalu gaduh, dan inipula yang sebenarnya menjadi daya tarik timnas Indonesia bagi Suk. Suporternya luar biasa massal dan fanatik. Semoga kesempatan Suk masih ada: Menjadi Bagian dari Timnas Garuda!! 

3 komentar:

yanuar mengatakan...

om sebenarnya joey suk udah jadi wni belum? sayang kalau udh tapi engga pernah dipanggil soalnya menurut saya ini pemain skillnya lebih ok dibanding maitimo

Eka Tanjung mengatakan...

Sebenarnya Joey Suk belum mengantongi paspor Indonesia. Pernah dalam proses tapi permohonannya keburu kadaluarsa, karena kisruh dalam tubuh PSSI ketika itu. Maitimo dan Suk tidak bisa dibandingkan. Posisi mereka berbeda.

yanuar mengatakan...

apa dia masih ingin jadi wni? lalu bagaimana nasib pemain yg lain seperti van beukering, tonni cussel dan ruben wuarbanaran?