Sabtu, Oktober 12, 2013

Inilah Rahasia di Balik Sukses Belanda Gilas Hungaria

Timnas Belanda tampil memukau menggilas Hungaria pada laga kualifikasi Grup D Eropa untuk Piala Dunia Brasil 2014. Walaupun sebelumnya tim Oranje yang sudah lolos ke Brasil, diunggulkan. Tapi tidak ada yg menduga hasilnya akan 8-1. Apa rahasianya?


Hungaria sebelum pertandingan lawan Oranje menduduki urutan kedua grup. Mereka tidak menduga akan kebobolan 8 goal. Sebagai urutan 30 FIFA, Hungaria datang ke Amsterdam untuk minimal bisa main seri dan membuka peluang menjadi salah satu runner-up terbaik dan ikut play-offs.

Dari Belakang
Tapi tim besutan pelatih Sandor Egervari menghadapi tim Oranje yang beda dari biasanya. Tim asuhan Louis van Gaal merubah pola permainannya. Bola yang selama ini berputar di lini belakang, kini lebih banyak berputar di lini tengah.



Pindah Tengah
Dua center back: Ron Vlaar dan Jeffrey Bruma cepat mengirim bola ke Kevin Strootman dan Rafael van der Vaart di tengah. Dibanding sebelumnya, malam tadi Belanda lebih berani duel di lini tengah dan memenangkannya. 

Dampaknya muncul kombinasi kaki ke kaki di lapangan lawan. Strootman dengan umpan-umpan crossing ke sayap dan Van der Vaart menusuk lewat jantung pertahanan Hungaria, menciptakan banyak umpan dan asist yang matang bagi penyerang Arjen Robben, Robin van Persie dan Jeremain Lens. 

Semangat
Merasa banyak 'dilayani' dengan umpan-umpan matang, para striker pun menjalankan tugasnya dengan baik, yaitu mencetak gol. Seperti diungkap pelatih Louis van Gaal dalam jumpa pers. "Saya senang, karena kali ini semua pemain mau bermain fokus selama 90 menit penuh." 
Johan Cruijff Foundation

Johan Cruijff
Dari mana datangnya perubahan itu? Perubahan muncul sejak beberapa hari ini. Awal pekan lalu Johan Cruijff maestro sepak bola Belanda, dalam kolom mingguannya di Harian de Telegraaf mengkritik tren pola permainan Belanda  yang membangun serangan dari lini belakang.  

Dalam kolomnya itu Cruijff menulis 
"Pekan ini saya mengamati klub-klub Belanda tampil di ajang internasional. Tampak makin jelas kelemahan sepak bola Belanda. Ada trend kebiasaan buruk. Kita menyerahkan pemain di lini belakang untuk membangun serangan, padahal itu tugas pemain tengah."
Cruijff menilai, letak kreatifitas ada di lini tengah. Secara kemampuan, mereka bisa melayani para penyerang.  
"Kalau pemain belakang yang ditugasi (membangun serangan red.),  bola akan melebar dan akhirnya kembali ke kiper lagi. Sementara itu, tim lawan sudah kembali teroganisir lagi." 
Legendaris nomor 14 itu mencemaskan perkembangan di Belanda. Dan di saat yang sama dia melihat klub-klub lain Eropa malah sudah lebih maju. "Kita tidak mengikuti perkembangan internasional, padahal itu (pola permain menyerang) kita sendiri yang menemukannya." 

Kolom Johan Cruijff itu ditanggapi positif oleh Louis van Gaal. Padahal selama ini keduanya merupakan rival yang sering bersilang pendapat. Namun kali ini tampaknya Van Gaal menangkap saran 'rivalnya'  dan menerapkan ke timnas Belanda. Hasilnya bisa kita saksikan bersama. 

Sepakbolanda melihat pelajaran besar. Setelah rivalitas berakhir muncul perdamaian dan kerjasama yang melahirkan kekuatan ganda. Sepak bola Indonesia bisa juga menerapkan cara ini. 

Posting Komentar