Senin, Oktober 28, 2013

Dua Ujian Awal Tristan Alif Naufal

Sumber: Facebook Alif Naufal

Kalau benar Tristan Alif Naufal akan melakukan latihan di Ajax Amsterdam, maka dia akan menghadapi gangguan. Terlepas dari talentanya, ada dua hal yang bisa jadi batu sandungan. 


Membaca berita rencana keberangkatan bakat Indonesia ke Belanda, Sepakbolanda ikut gembira. Tidak diragukan keseriusan Alif dan keluarganya dalam upaya meraih cita-cita dan memberi masa depan bagi putra yang berbakat sepak bola. 


Pantang Menyerah
Walaupun upaya pertamanya sempat kandas beberapa bulan yang lalu, mereka tetap berteguh hati tetap mencoba lagi. Pantang menyerah. Dan Sepakbolanda menilai Belanda adalah salah satu negara yang cocok karena memiliki budaya sepakbola yang tertata dan maju. 




Sepak bola sudah melekat di masyarakat Belanda. Di setiap sudut jalan terdapat lapangan besar maupun kecil dan gawang yang setiap saat bisa dipakai main bola. Dari lapangan berlantai rumput sintetis, rumput alam maupun beton tersedia di setiap sudut jalan. 

Pemda
Pemasangan tempat bermain merupakan bagian dari tugas pemerintah daerah di Belanda memberi aktivitas kaum remaja dan sekaligus untuk meredam angka kejahatan remaja karena iseng atau kekurangan tempat berkreativitas. Pemerintah melihat peningkatan angka kriminalitas remaja, karena mereka tidak ada kegiatan melampiaskan ekstra enerji yang dimiliki pada tubuh di masa perkembangannya.

Dimanja Bola
Kalau benar Alif akan di Belanda, maka dia akan dimanjakan dengan segala aspek dan fasilitas sepak bola. Di setiap sudut kampung pun ada satu SSB yang memiliki standar asosiasi sepak bola KNVB. Sepakbolanda ingat ungkapan Edi Nugraha, ayah dari Yussa Nugraha. 


Yussa Nugraha

Edi mengatakan: "Di Belanda ini sekolah sepak bola sudah seperti mesjid di Indonesia. Di setiap sudut kampung pasti ada satu klub. Setiap anak laki-laki pasti kecilnya dimasukkan ke klub SSB dulu. Walaupun akhirnya ada yang keluar, tapi awalnya main sepak bola. Sungguh sepak bola di Belanda ini seperti agama." 

Impian Semua
Apalagi kalau sampai bisa ikut latihan jangka panjang di Akademi Ajax Amsterdam, de Toekomst. Sebuah institusi pendidikan sepak bola kondang yang mengilhami tipe permainan menyerang dan atraktif. Bakat-bakat di Belanda berebut untuk bisa menjadi bagian dari skuad pendidikan ini. Ezra Walian, pemain keturunan Indonesia sudah menjadi bagian tim inti A1 atau U19.




Fasilitas Melimpah
Dan bakat bola di banyak negara juga merindukan untuk dapat menimbal ilmu di sana. Lapangan, infrastuktur, pelatih, organisasi, bintang, sejarah, pokoknya hampir semuanya tersedia. Alif tidak akan kekurangan fasilitas dan sarana untuk mengembangkan bakatnya.

Gangguan
Tapi Sepakbolanda menduga untuk pekan-pekan pertama ada berbagai faktor yang masih bisa menggangu. 

1. Tahap sepekan pertama yaitu adaptasi dengan cuaca. Cuaca Belanda menyambut kedatangan Alif, kalau benar berangkat tanggal 31 Oktober, maka akan sampai tanggal 1 November 2013 dengan suhu mendung sampai hujan di pagi hari temperatur 8 derajat Celsius. Siangnya mendung saja suhu 12 derajat Celsius.

Sumber: weather-wherever.co.uk

Walaupun itu untuk ukuran musim dingin di Belanda masih tergolong biasa, namun badannya yang mungil akan gemetaran merasakan angin dingin yang menusuk. Hidung, telinga dan jari-jari tangan akan sedikit perih. Karena terbiasa dengan suhu Jakarta yang panas.

2. Jet lag. Persoalan yang juga bisa dirasakan Alif setelah melakukan penerbangan jauh adalah jetlag atau jet lag atau mabuk pascaterbang. Kondisi psikologis ini muncul akibat jam biologis terganggu, karena waktu tidur bergeser setelah penerbangan melampaui berbagai zona waktu. Ini hal yang lumrah dialami orang yang melakukan perjalanan dari Jakarta ke Amsterdam atau sebaliknya.

Alif memiliki jam biologis WIB, terbang ke Amsterdam dengan perbedaan waktu 6 jam. 
Belanda sama dengan waktu GMT+1 dan Jakarta GMT+7. 

Contoh: Alif biasa tidur jam 20.00 WIB di Jakarta, akan merasa ngantuk dan lemes pukul 14.00 siang waktu Amsterdam. Sembilan jam kemudian, jam 5 pagi WIB dia sudah segar. Padahal masih jam 23:00 malam waktu Amsterdam, saat orang-orang baru mau tidur. 

Jam tidur Jakarta ini harus dipatahkan. Dia harus mengikuti irama jam tidur orang Belanda, jadi jam 20.00 waktu Belanda atau jam 02:00 dini hari waktu Jakarta. Ini perjuangan tersendiri yang tidak mudah, dan tidak ada hubungan langsung dengan skill sepak bola.

Gejala-gejala jet lag yang kemungkinan bisa dirasakan Alif : 
  • Ngantuk, 
  • Lesu, 
  • Grogi, 
  • Mual, 
  • Sakit kepala, 
  • Pola tidur berantakan,
  • Hilangan nafsu makan,
  • Sulit fokus
  • Suka Bengong
  • Emosi mudah terganggu
Kalau sedang dalam kondisi yang tidak prima, maka prestasi sepak bola pun akan terganggu. Bagaimana nanti kondisi Alif Naufal saat sedang unjuk kemampuan di Ajax? Bagaimana kalau dia kedinginan dan sedang terkena jet lag? Dan apakah fair kalau prestasinya dinilai dari sana?

Berlatih saat kena jet-lag ini, sebenarnya sering pula dialami para pemain keturunan yang dipanggil ikut seleksi timnas ataupun klub di Indonesia. Mereka tidak bisa tampil maksimal, saat baru dua hari berada di tempat bercuaca ekstrim berbeda. Kalau pemain keturunan yang sudah dewasa saja bisa terganggu, apalagi bakat cilik yang masih berusia 8 tahun?

Situasi paling ideal bagi penampilan bakat semodel Alif Naufal maupun seleksi pemain keturunan dilangsungkan di habitat si pemain sendiri. Alif disaksikan si Jakarta dan pemain #keturunan Belanda diseleksi pertama-tama di Belanda. Karena mereka bisa benar-benar menampilkan kualitas sesungguhnya. Setelah Alif dinilai memenuhi harapan scout, baru kemudian diputuskan ke Amsterdam.

Dimaklumi
Semoga saja nanti pihak klub Eropa, Ajax atau Feyenoord atau Barcelona mau melihat faktor kendala cuaca dan jet-lag itu, jika Alif tidak menunjukkan maksimal kualitasnya, seperti di video-videonya. Sepakbolanda berharap semuanya bisa berjalan lancar. Cuaca dan jam biologis baru merupakan kendala awal saja. Kedepannya masih banyak persoalan yang dihadapi. Tapi dengan bimbingan, pendampingan dan dukungan semua pihak maka segalanya bisa berjalan baik.

Pada kesempatan lain Sepakbolanda akan menulis, masalah izin tinggal Alif dan orangtuanya. Tentunya Sepakbola juga akan menyertakan kiat menembusnya. 
Posting Komentar