Senin, Agustus 26, 2013

KBRI dan Masyarakat Meriahkan Laga Jong Ajax - ProDuta

Laga persahabatan ProDuta, tim dari Medan lawan Jong Ajax di kompleks sepak bola Ajax de Toekomst disaksikan seratusan warga Indonesia dan belasan pejabat KBRI Den Haag.

Sepakbolanda menyaksikan hiburan tersendiri kunjungan ProDuta ke kompleks de Toekomst Amsterdam itu. Bagi pencinta sepak bola Indonesia, penampilan tim Medan itu merupakan pertunjukan yang langka.

Hal itu terlihat dari semangat maraknya puluhan warga Indonesia berbekal bendera Merah Putih, berjikrak-jingkrak memeriahkan laga persahabatan antara dua klub yang tidak memperebutkan gelar apapun.

Walaupun sebenarnya ProDuta bukanlah klub ternama Indonesia, tapi warga Indonesia melihatnya sebagai perwakilan Indonesia yang berlaga di Eropa. Maka tidak heran jika publik yang mayoritas orang Indonesia itu berbekal bendera merah putih dan juga sepanjang pertandingan menyuarakan lagu-lagu kebangsaan termasuk "Garuda Pasti Menang."

Menarik pada laga di lapangan utama de Toekomst itu kehadiran para pejabat jajaran KBRI, Kedutaan Besar Republik Indonesia. Dari Duta Besar Retno Marsudi sampai dengan karyawan dapur pun ikut datang.

Ibu Retno tampil santai dengan bawahan celana Jeans biru dan atasan vest warna hitam. Tampaknya duta besar Indonesia di Belanda ini memberikan 'restu' yang besar terhadap laga persahabatan ini. Ibu Retno memakai pula bros ProDuta di vestnya.

Duta besar wanita pertama di Belanda ini dikenal memilih 'Diplomasi Kuliner' mengedepankan cita rasa masakan Indonesia untuk mensukseskan misi diplomatiknya. Hari itu Retno datang sejak awal pertandingan sampai usai, bahkan ikut turun ke lapangan dan menyalami semua pemain.

Menurut Bonifatius Agung Herindra, Minister Counsellor Penerangan dan Sosial Budaya KBRI, kehadiran massal jajaran KBRI merupakan bentuk dukungan KBRI terhadap inisiatif publik yang melakukan trobosan baru dalam rangka menjalin kerjasama Indonesia dan Belanda. 
"Ini sebuah inisiatif baru yang perlu didukung. Selama ini tim-tim dari Belanda yang melakukan lawatan ke Indonesia. Timnas Oranje dan juga timnas walikota Belanda. Baru kali ini ada kunjungan tim sepak bola dari Indonesia." 
Sementara itu Sihar Sitorus, pemilik ProDuta menolak menerima pujian sebagai klub pertama yang melakukan tour Eropa, dalam dasa warsa terakhir. 
"Bukan bangga, tapi kita malu. Mengapa klub sekecil ProDuta yang datang ke Eropa? Padahal banyak klub-klub yang lebih besar yang sebenarnya bisa uji coba dengan klub-klub Eropa."  
Masyarakat Indonesia di Belanda akan datang berbondong jika semakin banyak klub Indonesia yang melawat ke Belanda. Pasti jumlah pengunjungnya akan lebih banyak dari di de Toekomst kemarin kalau sosialisasi dilakukan jauh hari.