Senin, Juli 15, 2013

Arsenal Tamu yg Tak Tahu Diri


Tim sepak bola Indonesia baru saja dihabisi tim tamu Arsenal yang sedang melawat ke Asia. Pada laga perdana di GBK Jakarta, Arsenal menang telak 0-7. Tim asuhan Arsene Wenger bermain superior dan menunjukkan kekuatannya di babak kedua, ketika skuad Indonesia mulai kehabisantenaga, seperti biasanya.


Di sini Sepakbolanda hanya ingin mengutarakan kekecewaan pada tim tamu Arsenal, yang tidak tahu sopan santun telah melanggar azas kepatutan. Laga persahabatan ini ditujukan untuk mempersiapkan liga baru 2013-2014. Ini bukan pertandingan kwalifikasi Piala Champions.

Mereka tidak perlu membuat goal sebanyak-banyaknya, yang penting bisa melakukan kombinasi dan menjalankan strategi yang dibicarakan sebelumnya.

Arsenal seharusnya cukup dengan empat gol saja, dan tuan rumah masih bisa meninggalkan lapangan dengan kepala tegak. Kalau dipecundangi sampai 7 gol itu sama saja meludahi muka si tuan rumah. Itu tidak baik, karena toh tim Indonesia ini tidak bisa dijadikan ukuran, bagus tidaknya Arsenal malam tadi.

Aku yakin, Arsenal dengan sikap congkak tadi tidak akan dapat gelar apa-apa musim depan ini. Memakai jersey disponsori "Fly Emirates" tetap saja tidak membuat Arsenal jadi simpatik.

Penulis lebih mendukung Garuda, dan bersedia naik Garuda Indonesia kalau harganya bisa lebih murah dari Emirates. Sekarang ini banyak warga Indonesia di Eropa dan khususnya di Belanda yang ingin naik Garuda. Tapi mereka tetap "Cintanya Berat di Ongkos." Kalau pulang kampung ke Indonesia mereka memilih maskapai yang lebih murah..!

8 komentar:

Anjani Sausan mengatakan...

Tul

Anjani Sausan mengatakan...

Suporternya lebih tdk tahu diri, lebih bangga pakai jersey orang lain dan mungkin lebih bahagia Arsenal menang(karena dah beli kaos dan bayar tiket). Sebagai pemain ke 12 tak ada dukungan utk timnas kita,yg ada atmosphere GBK spt di liga Inggris, mereka suka liga Inggris sampai ketulang sumsum.

Anjani Sausan mengatakan...

Waktu lawan Arsenal, mana Stefano Lilipaly,Joey Suk dan Andik

Rohman Priyanto mengatakan...

"Arsenal Tamu yg Tak Tahu Diri"....hmmm sebenarnya saya kurang sependapat dgn pendapat diatas. Ya...harusnya Indonesia harus berbesar hati menerima kekalahan & sebagai bahan evaluasi agar kedepannya lebih baik lagi. Dan tanpa mengurangi rasa hormat, untuk saat ini memang kemampuanya team indonesia hanya sebatas itu. Tapi dengan seringnya uji coba dengan Team yang berkualitas dan mau terus belajar, saya sangat Optimis suatu saat level Team Indonesia bisa setara dengan tim dunia. Aamiin

eko sinchan mengatakan...

bener om eka, selain itu pemain kita ada yg kurang totalitas dalam bermain.

ali-aliyonk mengatakan...

saya rasa tidak ada azas apapun yang dilanggar arsenal pada pertandingan kemarin, karena mereka hanya melakukan apa yang harus mereka lakukan selaku tim kelas dunia : menunjukkan permainan yang offensive,atraktif, menghibur dan memberi pengalaman berharga bagi tuan rumah, baik pemain maupun suporternya. bila yang anda sempat sebut "maksimal 4 gol saja", sama saja anda mengharap sebuah pertandingan yang skornya diatur. dan bila hal itu benar2 terjadi, justru akan mencederai jiwa dari olahraga sepak bola, yakni sportivitas. semoga timnas bisa memetik pelajaran berharga sbg bahan evaluasi utk menjadi lebih baik ke depannya :)

Anonim mengatakan...

om gimana khabar joey suk apakah ga jd dinaturalisasi yah?..
sayang bgt pemain yg berkualitas begitu malah ga dinaturalisasi..
pemain yg ga jelas malah digampangin naturalisasinya.
thx

halfi hoobastank mengatakan...

Memang sudah seharusnya begitu om eka, biar terbangun dari ngoroknya orang-orang indonesia ini dengan pembantaian segitu besar biar nyadar sepakbola kita belum bisa bicara banyak. berkat pembantaian itu pulalah timnas dibawah asuhan JFT bangkit dan berbenah. kita bisa lihat lawan liverpool kemarin kita kalah ya emang kalah, tapi mentalitas dan permainan timnas jauh meningkat technically maupun teamworknya. ini yg kita butuhkan, bukan hanya sekedar pertandingan tanpa arti. jika menurut om skornya dibatasi skor yg biasa-biasa saja, timnas gak akan sadar dan gak akan berbenah diri. yg ada hanya euforia semu karena bisa menahan tim elit inggris akibatnya timnas hanya jalan di tempat, merasa puas karna dipikirnya level permainannya udah tinggi banget padahal cuman modal kasihan saja. Btw salut banget sama JFT, sekali lagi dia tunjukkan kejeniusannya! gak gampang kan menaikkan mentalitas pemain apalagi setelah dibantai 7-0 dan dibully suporter sendiri di dunia maya? juga strateginya menempatkan SvD di second line dan memperkuat lini tengah berjalan manis. sosok tepat penerus alfred riedl nih :)!