Selasa, Juni 04, 2013

Rijsbergen Kecam Perjalanan Oranje ke Indonesia

Masih ingat Wim Rijsbergen, mantan pelatih timnas Indonesia? Beliau mengkritik pedas perjalanan timnas Belanda ke Indonesia. Dia menilai, tidak ada gunanya terbang 18 jam untuk berlatih lawan tim urutan 170 FIFA.


Memang sih, ketika Indonesia dilatih Meneer Wim, belum sampai merosot ke posisi 170 FIFA. Tapi Rijsbergen tidak semustinya mengritik perjanan timnas Belanda ke Indonesia. "Dari sisi manfaat sportif, laga ini tidak ada gunanya," demikian mantan direktur teknis timnas Indonesia itu. 

"Indonesia berada di ranking 170 FIFA. Perjalanan selama 18 jam di pesawat, harus punya tujuan jelas. Saya belum dapat penjelasan dari siapapun, termasuk dari Louis van Gaal mengapa sih timnas Belanda main di Indonesia, setahun sebelum Piala Dunia," kata mantan pemain timnas Belanda 1972, 1974 itu kepada De Telegraaf


Tampaknya opa Wim tidak mendengar konferensi pers yang digelar Louis van Gaal, beberapa hari lalu. Sepakbolanda menangkap penjelasan dari Van Gaal bahwa laga latihan Oranje ke Indonesia punya manfaat. 
  1. Suhu panas di Jakarta, menyerupai Brasil pada Piala Dunia 2014 nanti. Dia bisa melihat reaksi pemain pada temperatur yang panas. 
  2. Pertandingan lawan Indonesia merupakan kesempatan menjajal beberapa pemain yang selama ini tidak mendapat kesempatan. 
  3. Manfaat lain menurut Van Gaal, alih pengetahuan sepak bola Belanda ke Indonesia. Ruud Gullit, Patrick Kluivert, Denny Blind akan memberi clinics tanggal 6 Juni ini di GBK. Ini merupakan promosi "Holland School" kepada publik Indonesia berpenduduk minimal 240 juta jiwa. Dan satu milyard di China.
  4. Selain itu Van Gaal juga melihat trip Asia ini menghasilkan dana untuk memajukan sepak bola Belanda secara luas. Artinya dengan suntikan dana, maka program pembibitan Belanda (KNVB) bisa berkembang. Sehingga bakat-bakat cilik Belanda bisa dibimbing dengan baik.

Tampaknya Wim Rijsbergen, tidak mendasarkan pandangannya pada manfaat bagi sepak bola Belanda secara luas. Dia tidak memahami bahwa Belanda melihat harus melihat 10 tahun ke depan. Masalah ekonomi dan regenerasi bakat muda. 
Posting Komentar