Rabu, Mei 29, 2013

OPINI: Van Gaal Tidak Selalu Memuaskan

Pelatih timnas Belanda, Louis van Gaal tidak hanya menuai pujian dalam membesut timnas Belanda. Meraih angka penuh di Grup D Eropa, Piala Dunia Brazil 2014, Van Gaal dipuji. Tetapi pilihan dan keputusannya kadang juga menuai kritik.


Setiap keputusan coach timnas, di mana saja selalu menjadi sorotan publik. Nil Maizar, Rahmad Darmawan tidak pernah tenang dengan pilihan skuadnya. Selalu saja ada sekelompok pemain dan pendukung mereka yang protes. Nasib pelatih baru timnas Indonesia, Jecksen F. Tiago juga tidak akan jauh berbeda. Itu sudah suratan setiap pelatih timnas milik setiap bangsa. Makin besar jumlah penduduknya masih banyak macam pendapatnya. 

Van Gaal, dari negara berpenduduk 16 juta, yang akan menurunkan skuadnya 7 Juni di Gelora Bung Karno ini juga tidak luput kritik soal pilihannya. Skuad Belanda yang berangkat ke tour Asia. 

Serius
Rabu, 29 Juni ini pemain Oranje sudah memasuki pusat pelatihan TC di Hoenderloo,  persiapan menghadapi Garuda 7 Juni dan China 11 Juni. Ini pertanda Belanda memang bersungguh-sungguh ingin memberikan performa terbaik di Indonesia dan China. 

Iklan, 2x45 menit
Publik di Belanda memahami bahwa tour ke Asia ini adalah bentuk promosi bagi persepakbolaan Belanda. Sejarah panjang sepak bola di Negeri Johan Cruijff ini merupakan aset yang pantas dipromosikan ke kawasan negeri ekonomi baru. Lawatan ke Indonesia dan China ini sudah pasti menghasilkan pemasukan finansial jangka pendek dan panjang.


Van Gaal pun yang beberapa bulan lalu masih skeptis mengenai manfaat pertandingan latihan lawan negeri kerdil sepak bola, akhirnya faham juga bahwa ini merupakan bagian dari misi promosi ekonomi. 

Van Gaal Sadar
Sedianya Van Gaal mengatakan lebih senang kalau main lawan negara-negara besar seperti Spanyol, Inggris, Jerman atau Italia daripada jauh-jauh lawan negara lemah. Namun ia akhirnya berbalik lidah. Dia mengatakan gembira bisa melakukan lawatan yang berguna bagi perkembangan sepakbola Belanda. 

Ungkapan terbaru yang menyegarkan itu terpampang di website KNVB. Bukan dalam bahasa Belanda, tapi khusus dalam Bahasa Inggris. Tampak disini bahwa tujuannya untuk publik luar Belanda.

Sepakbolanda menduga direksi KNVB, asosiasi sepak bola Belanda sudah menyadarkan Van Gaal, bahwa tugas coach bukan saja meracik tim tapi juga membangun imej di luar negeri. Imej baik bermanfaat bagi pendidikan sepak bola yang jelas-jelas membutuhkan dana.

Untuk dua pertandingan di Jakarta dan Beijing, Belanda tidak perlu menurunkan skuad terbaiknya. Hal itu tampak dari keputusan Van Gaal 'meminjamkan'  pemain inti usia muda untuk bergabung dengan timnas Belanda asuhan Cor Pot melakoni Piala Europa di Israel. Kevin Strootman, Daley Blind, Adam Maher, Stefan de Vrij, Richardo van Rhijn.

Kontroversi
Van Gaal memanggil empat pemain debutan ke Asia. Lerin Duarte, Miquel Nelom, Dwight Tiendalli dan Jens Toornstra. Pemilihan empat pemain baru ini memicu pertanyaan baru. Teristimewa pilihan pada Miquel Nelom dan Dwight Tiendalli menimbulkan tanda tanya. Mengapa tidak memanggil pemain yang secara jam terbang dan kwalitas lebih baik? 


Bek Kiri
Sebut saja untuk posisi bek kiri, Alexander Büttner dari Manchester United lebih baik dari Miquel Nelom yang masih jarang diturunkan di Feyenoord. Agen Büttner bahkan sempat menyatakan kekecewaan di media, soal pilihan Van Gaal. Pihak agen pun mungkin berkepentingan, partisipasi pemain di timnas bisa meningkatkan harga jual.

Bek Kanan
Kemudian posisi bek kanan, dipilih Dwight Tiendalli dari Swansea City. Padahal di posisi itu ada Gregory van der Wiel, Paris Saint Germain. Rekan setim Zlatan Ibrahimovic ini punya jam dua kali lebih panjang dari Tiendalli.

Fakta ini bertolak belakang dengan prinsip yang selama ini kerap disuarakan Van Gaal: Jam terbang di klub, berpengaruh pada seleksi masuk Oranje. Belum lagi kita melihat pemain lini depan Klaas-Jan Huntelaar yang sama sekali tidak dipanggil untuk trip ke Jakarta dan Beijing.

Ukuran Prestasi
Bagaimanapun juga sebagai pelatih timnas punya hak penuh atas seleksi skuadnya. Dia harus diukur dari prestasi di lapangan. Bermodal hasil maksimal 18 poin di  Grup D paroh kwalifikasi World Cup Brasil 2014, tidak banyak yang berhak memprotes kebijakan Van Gaal. 

Soal theori jam terbang yang harus panjang sebagai syarat masuk timnas Oranje pun, Van Gaal bisa berkelit bahwa: Untuk dua laga persahabatan di Asia ini, Oranje sudah pasti menang. Tidak perlu harus dengan angka besar, cukup dengan suguhan permainan yang menarik saja. 
Posting Komentar