Minggu, April 28, 2013

Leroy Resodihardjo Juga Turun Kasta


Leroy Resodihardjo, gelandang serang keturunan Indonesia, kembali ke klub lamanya SVV Scheveningen, di divisi tiga Belanda. Petualangannya di Almere City FC tidak sesukses yang diharapkan. Dia ingin mengombinasikan sepak bola amatir dengan karir. 


Sepakbolanda melihat untuk kesekian kalinya pemain sepak bola keturunan Indonesia di Belanda ini yang harus mencari klub lain dan turun kasta. Kok sering sekali pemain keturunan turun kasta sebelum melejit. Setelah Stefano Lilipaly turun dari FC Utrecht ke Almere City FC. Sebelumnya terdengar pula bakat-bakat yang akhirnya menghilang sebelum benar-benar menembus liga Eredivisie. Sebut saja kembar Jordao dan Edinho Pattinama. Kembar lain Donovan dan Vincent Partosoebroto yang juga tidak sampai tembus tataran sepak bola profesional. Ada apa dengan keturunan Indonesia di Belanda? 

Kembali ke Resodihardjo. Tulisan di berbagai media Belanda menyebutkan setelah melakoni 40 kali laga bersama Amere City FC di Jupiler League Resodihardjo kembali ke 'rumah lama' Scheveningen. Pemain keturunan Jawa ini memperkuat tim utama Scheveningen pada 2006.  

Sebelum itu dia berasal dari klub DSO Zoetermeer. Sebagai pemain gelandang serang dia menarik banyak perhatian selama di Zoetermeer karena mampu menjuarai kompetisi sehingga promosi ke liga lebih atas. Sukses di Zoetermeer, disusul tawaran dari ADO Den Haag yang ketika itu dilatih Andre Wetzel, juru racik strategi keturunan Indonesia. Setelah melakoni 17 laga, kemudian terjadi pergantian pelatih di ADO dan Leroy pun disewakan ke Almere City FC. 

Di Almere City inilah Leroy bergabung dengan empat pemain lain keturunan. Sehinga klub provinsi Flevoland ini menjadi penampung terbanyak pemain keturunan musim lalu. Stefano Lilipaly, Leroy Resodihardjo, Charles Dissels, Dennis Gentenaar dan Jason Oost. Keseluruhan Leroy sudah tiga musim di Almere. Kepada Sepakbolanda, ia pernah mengeluhkan kakinya yang sering sakit karena tidak cocok dengan rumput sintetis yang dipakai Almere City. Mungkin ini ikut berperan dengan sering cederanya Leroy selama di Almere.

Setelah kontraknya tidak diperpanjang di Almere, akhirnya Leroy memilih kembali ke Den Haag. Alasannya karena masih bisa tampil di level tinggi, Topklasse dan bisa pula fokus pada karir. Staf teknis Scheveningen senang dengan kehadiran gelandang multi posisi ini. Selain itu ia juga sudah memiliki cukup banyak pengalaman dan mendapat dukungan suporter. 

Sebenarnya Sepakbolanda pernah berupaya menyambungkan gelandang serang yang dinamis ini kepada salah satu klub Indonesia yang memang sedang mencari pemain tipe ini. Namun tampaknya masih ada beberapa kendala yang menjadi penghalang. Semoga saja masih ada kesempatan di masa mendatang 'menjodohkan'  pemain keturunan Indonesia dengan klub Indonesia. Dengan harapan bisa menambah semarak, seperti halnya imbas Sergio van Dijk di Persib Bandung.

Posting Komentar