Kamis, Maret 07, 2013

Urusan Mental, Perlu Belajar dari Xander Houtkoop

Satu lagi pemain keturunan Indonesia menjadi sorotan media Belanda. Xander Houtkoop, keturunan Belanda-Indonesia-Maluku di Go Ahead Eagles menuturkan kunci suksesnya menjadi topskorer sementara klub dari Deventer ini. Prestasinya makin baik dan mulai banyak klub liga teratas melirik striker kelahiran Amsterdam ini. Sukses ini berkat bimbingan seorang mental coach atau motivator.


Dalam wawancara sepanjang tiga halaman di Voetbal International itu, Xander menyatakan dirinya sudah tumbuh menjadi pemain sepak bola yang lengkap. Bisa bermain all out dan bisa lebih mudah mencetak gol. Melakukan aksi-aksi dan memberi umpan tanpa ada rasa takut salah atau mengecewakan penonton. Proses pendewasaan mental itu berkat bimbingan Ben Middelkamp dan dukungan dari sang kekasih Xander.



Mental Penting
Ben Middelkamp adalah mental coach yang memberi bimbingan pada olah ragawan untuk bisa mempersiapkan mental secara baik, setiap hari.
"Secara fisik, setiap olah ragawan sudah tahu caranya mempersiapkan diri. Tetapi secara mental masih kurang, padahal ini bisa juga dilatih," ungkap Middelkamp.

"Dulu kekalahan bisa membuatnya terpukul lama, tapi sekarang dia bisa menerimanya dan melihat ke depan," demikian tulisan itu tentang Xander Houtkoop. 


Xander mengatakan bahwa "Secara mental saya mengalami banyak kemajuan. Saya tidak lagi terlalu banyak memusingkan hal-hal sekunder. Dunia kan tidak akan kiamat, kalau tendangan saya di mulut gawang melenceng?"   
Masalah yang pernah mendera dan menghambat pertumbuhan Xander Houtkoop bukan saja situasi di dalam lapangan. Tetapi ada pula dari lingkup keluarga. Dalam wawancara itu Xander, dengan terbuka dan jujur menuturkan persoalan finansial yang dihadapi oleh orang tuanya. Tapi sejak dia mendapatkan bimbingan mental, alhasil dia bisa menerima dan lebih fokus pada sepak bola.

Masa Depan
Xander lebih positif menatap masa depan. Dia bahkan berambisi untuk bisa bermain sepak bola di liga Inggris. Sejauh ini dia belum memikirkan bermain sepak bola di Indonesia.


Membaca tulisan di majalah Voetbal Internasional dan berhubungan langsung dengan Peter Houtkoop, ayah Xander, membawa Sepakbolanda jadi memikirkan kondisi mental para pemain sepak bola Indonesia.
  • Apakah mereka juga menghadapi masalah mental di dalam lapangan maupun lingkup keluarga?
  • Bagaimana kondisi mental pemain ketika mengalami kegagalan di lapangan dan takut membuat salah?
  • Bagaimana kondisi mental pemain yang kesulitan finansial karena tidak menerima upahnya?
Dan ketika membaca nama motivator Ben Middelkamp, sepakbolanda jadi teringat pada seorang motivator ulung Indonesia yang dinilai juga bisa membantu pemain sepak bola menata strategi melangkah ke depan. Termasuk menghadapi masalah mental menyangkut kejadian di lapangan dan di lingkungan keluarga.

Parlindungan Marpaung, seorang penulis buka bestseller "Setengah Isi, Setengah Kosong."



Motivational Speech: Success is a journey not a destination from Junito Drias on Vimeo.



Posting Komentar