Kamis, Maret 21, 2013

Tanggapan Pencoretan Stefano Lilipaly dari Timnas

Kongres Luar Biasa PSSI menghasilkan keputusan yang bisa menghindarkan sepak bola Indonesia dari sanksi federasi sepak bola dunia, FIFA. Salah satu perubahan pasca kongres adalah munculnya duet Rahmad Darmawan (RD) dan Jacksen Tiago sebagai tim pelatih baru timnas Indonesia. Perubahan ini juga berimbas pada pencoretan Stefano Lilipaly.


Banyak Ditanya
Sepakbolanda terpanggil mengomentari pencoretan Stefano Lilipaly dari seleksi 28 pemain timnas asuhan duet pelatih baru. Sepakbolanda tidak bisa diam lagi, karena terlalu banyak kawan di media sosial yang bertanya. Mereka meminta pendapat, tentang pencoretan pemain keturunan Indonesia yang pernah membobol gawang PSV Eindhoven, ketika masih di FC Utrecht.

Tidak Marah
Banyak menduga Sepakbolanda yang dikenal dekat dengan para pemain keturunan Indonesia di Belanda, akan marah atau gusar atau kecewa dengan pencoretan Lilipaly dari timnas Indonesia menghadapi Arab Saudi. Terlebih lagi karena Stefano sudah melakukan pengorbanan merelakan gajinya di Almere City FC dipotong, karena memaksa meninggalkan klub demi timnas Garuda.


Tolak Belakang

Ketika Sepakbolanda mendengar berita pencoretan Stefano, reaksinya bukan marah tetapi penasaran ingin tahu argumen atau alasannya. Alasan yang digunakan RD, karena Stefano tersandung urusan administrasi. Namun di saat yang hampir sama muncul penyangkalan dari Habil Marati, pejabat BTN (Badan Tim Nasional) yang selama ini mengurusi administrasi WNI Stefano. Habil menyebutkan bahwa urusan administrasi sudah rampung dan tidak ada masalah.

Administrasi 
Dengan jawaban yang simpang siur itu, sepakbolanda malah menjadi bingung. Mereka sesama dari PSSI tapi jawabannya kok bertolak belakang. Membingungkan lagi adalah jawaban coach RD yang menyebutkan alasan pencoretan pemain, bukan teknis atau skill sepak bolanya tetapi administrasinya. Bukankah urusan dokumen adalah tugas orang lain? Sebenarnya akan lebih mudah dicerna kalau pelatih menyebutkan :"Dia dicoret karena staminanya jelek, mainnya tidak bagus dan skillnya kacau."

Tidak Kaget
Sepakbolanda tidak kaget kalau ada pemain bagus tidak lolos timnas. Bisa saja kalau Stefano dinilai tidak pas dalam komposisi timnas racikan Rahmad Darmawan dan Jacksen. Secara taktis itu bisa terjadi. 

Sepakbolanda teringat dengan Clarence Seedorf pemain sepak bola paling sukses Belanda. Meraih empat gelar juara Champions League dengan tiga klub berbeda. Namun demikian dia sudah sejak 2003 lalu tidak lagi dipanggil main di timnas Belanda, dengan alasan tidak cocok dengan team. Padahal tahun itu adalah puncak kehebatan Seedorf.

Kualitas
Sebagai pendukung timnas Garuda, sepakbolanda mendukung kontribusi pemain keturunan Indonesia di luar negeri yang memiliki kualitas di atas rata-rata. Namun demikian pemain yang sudah memiliki track record bagus di klubnya belum berarti bisa langsung masuk timnas. Sepakbolanda pastinya mendukung jika pemain keturunan diberi kesempatan menjalani prosedur seleksi timnas terlebih dahulu. Penentuan akhirnya adalah tanggungjawab pelatih timnas.

Bos Besar
Sepakbolanda tidak bisa memberikan pendapat tentang adanya suara-suara yang menyebutkan bahwa ada 'bos besar' menyetir pelatih untuk menyeleksi pemain-pemain titipan. Kalaupun itu ada, sepakbolanda yakin bahwa komposisi ini adalah jalan kompromi untuk meredam konflik lebih parah lagi. Sisa-sisa kubu kisruh mungkin menghitung berapa pemain mereka yang diseleksi dalam timnas. Untuk amannya, maka pelatih memilih komposisi yang paling bisa memuaskan banyak pihak.

Bagi pemain keturunan di Eropa sebenarnya tidak meminta diperlakukan istimewa dalam urusan seleksi. Setelah berbincang dengan belasan pemain keturunan di Belanda, sepakbolanda bisa menyimpulkan bahwa mereka hanya membutuhkan kejelasan saja. Jawaban simpang siur seperti dalam kasus Stefano tadi, sangat membuat mereka kecewa dan bingung.  

Sepakbolanda menilai, untuk kali ini Stefano harus menelan pil pahit, karena menjadi sasaran paling gampang untuk dipinggirkan. Tidak ada pihak 'kelas berat' yang akan protes. Beginilah mungkin faktanya, ketika susunan pemain dibuat berdasarkan pemuasan berbagai pihak, dan kwalitas di-nomor-dua-kan.

Jika demikian, maka tidak heran kalau 23 Maret nanti Garuda akan kedodoran menghadapi timnas Arab Saudi. Tim besutan Juan Ramón López Caro sudah membuktikan mampu menumpas Malaysia dengan telak 4-1. Lebih menarik nanti mengamati respon  pelatih timnas Indonesia pasca pertandingan lawan Arab Saudi. 
"Hasil ini kurang memuaskan, karena waktu persiapannya yang sangat pendek."

Terkait:

14 komentar:

Amapuano mengatakan...

Sangat disayangkan hal seperti ini terjadi dikala kita sangat membutuhkan pemain seperti Fano, Mustinya tim pelatih lebih fair dalam memberikan alasan pencoretan Fano.

Andri Gunawan mengatakan...

Saya setuju skli klo pemilihan ke 28 pemain timnas. Adlah titipan, stefano adalah Pemain. Yg sudah kenyang pengalaman bermain di liga berkwalitas tp syang tdk terpulih...
Semoga di pertandingan brikutx stofano bisa terpilih msk timnas indonesia,,
Makasi bung eka slam garuda di dada q...

Abdul Fattah mengatakan...

kemelut pergantian pelatih saja masih tanda tanya besar, bagaimana mungkin ketua BTN tidak mengetahui dan belum memberikan restu atas pergantian pelatih, malah wakil BTN (komisaris ISL) yang langsung mengganti begitu saja karena anak2 asuhnya disinyalir akan dicoret oleh blanco, saya pun yakin dengan kualitas blanco karena memang rujukan dari AFA, tidak mungkin AFA gegabah merekomendasikan pelatih yang tidak punya kualitas.
para pemain (khususnya ISL) sudah merasa mereka itu bintang, selalu minta dispensasi khusus dengan berbagai alasan....
untuk pencoretan lilipaly, memang dari awal tampaknya para pemain ISL sulit menerima dia, bahkan HAMKA HAMZAH yang mengaku dirinya bintang ISL menulis di twitter bahwa dirinya ingin "menampol- nampolin" para pemain naturalisasi, terlebih pelatih blanco terkesan dengan permainan lilipaly, dan para pemain "top" ISL akan dicoret oleh blanco karena indisipliner, saya rasa ini menjadi salah satu pemicu tercoretnya lilipaly.
saya sangat setuju dengan bang djenol pasca lawan saudi, pasti komentar duet pelatih titipan ini cuma 1 : "waktu persiapan kita sangat minim"
1-3 untuk saudi

Januar Hindrayanto mengatakan...

Saya sangat marah, kecewa dan sedih wakru melihat hasil seleksi timnas.. kurang mengerti mengapa permasalahan administrasi bisa terjadi, padahal stefano ud ampir 2 pekan di indonesia... apakah pssi tidak dpt menyelesaikan administrasi waktu stefano datang ke indonesia?? Itu yg menjadi pertanyaan... sangat disayangkan RD dan JT tidak menyertakan stefano dlm 28pemain, toh kalo emg bermasalah administrasinya.. kan bisa disaring lagi kedalam 23 besar.. moga2 stefano tdk frustasi dan kecewa dan mau di panggil lagi untuk next match timnas...

We all love u here stefano lillipaly..

Edwin Kurnia Dipa Wardhana mengatakan...

dokumen lilipaly belum sepenuhnya rampung, surat KNVB nya mana? kan harus sudah rampung untuk main di tim nasional, sama kasusnya seperti maitimo di AFF 2012, saat lawan Timor leste dan kamerun dia tidak ikut, dan waktu lawan LAOS baru ikut, RD bilang kalau administrasi dia sudah rampung, dia otomatis masuk skuad, kalau yang kurang jelas, baca di Detiksport.com / bolanet / situs olah raga lainnya mengenai pencoretan lilipaly, RD dan JT bkan lah pelatih yg bodoh, semangat terus lilipaly

gloria redemptus elline mengatakan...

semua pecinta sepak bola di indonesia sangat mencintai stefano lilipaly,itu terbukti dengan ketidak puasan mereka dengan pencoretan lilipay yang sangat di sayangkan oleh semua pihak,akan tetapi pencoretan itu belum clear karena RD mengatakan bisa memanggil lilipaly kembali jika benar benar proses administrasinya telah selesai di hari hari pemilihan ke 23 pemain nanti,seharusnya masalah kesimpang siuran masalah administrasi ini tidak perlu terjadi jika terjalin komunikasi yang baik diantara petinggi OSSI saat ini.
dan untuk HAMKA dia memang pemain yang selalu mengundang kontroversi bagi semua orang

Raden Bambang Widya Permadi mengatakan...

Tolong sampaikan permintaan maaf kami, bangsa Indonesia, pada Stefano, om.
Saya sebagai orang Indonesia sendiri pun malu melihat betapa bangsa yang (katanya) besar tapi nyatanya hanya kepentingan demi kepentingan saja yang makin tumbuh besar dan membiarkan mata hati kian mengerdil.

Saya malu melihat betapa besar nasionalisme seorang Stefano yang rela banyak berkorban untuk bisa membela tanah air leluhurnya (terlepas dari dia seorang naturalisasi) sementara di negeri sendiri justru disuguhi pertikaian dua kubu yang mengaku nasionalis padahal ego-sentris.

Sampaikan juga padanya, yakinkan dia, bahwa di negeri ini masih banyak orang yang mencintainya, mendambakan dia untuk bisa membela timnas demi kejayaan merah putih. Tidak ada yang meragukan kemampuan dan dedikasinya untuk Indonesia, sama sekali tidak ada.

Keep your spirit, Fano. Never give up to prove yourself for those who doesnt belive in your ability. Keep fighting so you can shut them up!

Semoga kelak mimpimu, mimpiku, dan mimpi seluruh bangsa Indonesia untuk melihatmu berseragam timnas dapat terwujud. Suatu saat

Andi mengatakan...

Ya..kami kecwa fano g' ikt..om ksih kami twitter/fb fano yg akurat..agar kami bisa beri smngat pdanya..ayo kta bri smngt fano..
#garuda di dadaku

Amir Fauzi mengatakan...

ini twitternya fano.. @Stefan0Lilipaly

Memang ini smua sudah ada yg "PESAN" krn dr tgl 15 maret skuad+pelatih pun sdh dikirim ke AFC krn mmg ketentuan pertandingan pra piala asia ini adalah nama skuad sudah harus diterima AFC 7 hari sblm hari pertandingan...entah seleksi dan pengumuman skuad yg 28 itu utk apa ??
Gmana timnas garuda bisa berprestasi kalau dalam prosesnya slalu ada yg tersakiti..ya pelatih, pemain dan dgn cara yg maunya instant...

sanjiwana arjasa mengatakan...

Lebih baik kita jangan menduga2, apakah pernyataan habil marati benar2 bisa dipercaya? sudah cukup konfliknya, kasian fano juga jadi terseret.

stefano kudoakan kamu ikut bertanding nanti melawan china. tetap berjuang stefano.

Sam Ali mengatakan...

Saya pikir timnas memang membutuhkan jasa seorang stefano lilipaly..dan saya pikir kedua pelatih sementara timnas pun tidak memungkiri bahwa stefano memiliki kualitas yang bagus..tetapi karena problem administrasi, membuat saya berspekulasi bahwa kedua pelatih sementara timnas ini tidak ingin mengambil resiko..akan lebih mengecewakan apabila memaksakan stefano masuk squad, tetapi pada akhirnya tidak dapat dimaikan karena problem administrasi tersebut..saya pikir pihak yang mengurusi administrasi lah yang amatir...atau kurang komunikasi satu sama lain sehingga stefano menjadi korban...secara pribadi saya sebagai pendukung timnas, bangga memiliki Stefano Lilipaly dan sangat menantikan debutnya di Timnas Indonesia...

eko sinchan mengatakan...

smpaikan ke fano ya om eka, utk terus semangat mendukung timnas kita. Smga nanti bisa mejalani debutnya di timnas. Yg pasti kami ingin fano bisa bermain untuk timnas.

Andrew Clement mengatakan...

stefano sudah pulang ke belanda belum? ada yang tahu ga?

Anjani Sausan mengatakan...

Memang pengurus harusnya diganti semua ya?. Dari dulu prestasinya cuma ributin itu2 aja. Pikirin pemain yg berkualitas. Pemain lama yg bagus kayaknya cuma Bambang Pamungkas, baik mundur utk beri kesempatan yg lain. Sejarah akan mencatat bahwa bola dicampur politik hasilnya tetap nol. Pak suratin menangis di alam sana.