Kamis, Maret 14, 2013

Selain Joey Suk, Habil Marati Ingin Dua Keturunan Lagi

Joey Suk, Stefano Lilipaly dan Xander Houtkoop

Langkah Joey Suk untuk memperkuat timnas Indonesia, sudah mulai menemukan jalannya. Ungkapan gelandang Beerschot AC kepada Sepakbolanda dilanjutkan kepada Habil Marati, wakil  BTN (Badan Tim Nasional.) Habil tampaknya sangat antusias dan dia minta dua lagi..


Habil Kaget 
Lewat pesan singkatnya kepada Sepakbolanda, Habil Marati mengatakan bahwa dirinya terkejut, karena selama ini ia mengira Joey Suk tidak berminat dinaturalisasi. Sepakbolanda menjelaskan kepada wakil BTN itu seperti halnya kepada penanya lainnya bahwa Suk tidak pernah mengurungkan niatnya dinaturalisasi dan memperkuat timnas Garuda.

Mengetahui alasan itu, Habil meminta Joey Suk datang secepatnya ke Indonesia. Pengurus baru BTN itu juga mengimbau sepakbolanda menghubungi dua pemain lain keturunan dan mengajak ke Jakarta dalam waktu dekat:
Tom Hiariej (25 Juli 1988) dan Cayfano Latupeirissa (28 April 1991). Sepakbolanda sedang mengadakan pendekatan dengan dua pemain ini.
Tom Hiariej

Sepakbolanda menduga, Hiariej dan Latupeirissa lebih sulit dibujuk daripada Joey Suk yang sudah terang-terangan mengungkapkan keinginannya. 

Walapun demikian Sepakbolanda akan berusaha mendapatkan jawaban dari Tom Hiariej, gelandang bertahan milik FC Groningen yang sekarang dipinjamkan di FC Emmen itu. Hiariej pernah memperkuat timnas Belanda junior U-17.

Cayfano Latupeirissa
Dan Sepakbolanda juga sedang menjalin komunikasi dengan Cayfano Latupeirissa, striker gesit N.E.C. Nijmegen yang disewakan ke Top Oss. Tampaknya pemain ini tidak bisa mengambil keputusan dalam waktu cepat, karena faktor historis yang masih menjadi ganjalan di keluarganya.
"Saya akan bicara dulu dengan ayah. Beberapa tahun lalu, saya sebenarnya sudah pernah dihubungi untuk main di timnas Indonesia. Tetapi waktu itu saya merasa masih terlalu muda untuk ambil keputusan besar seperti itu." demikian ungkap mantan pemain timnas Belanda U-16 dan U-17 itu. 

Terkait: 




Posting Komentar