Minggu, Maret 31, 2013

Nuansa Indonesia di Future Cup 2013 di Amsterdam

Bendera Merah Putih berkibar di lapangan akademi sepak bola Ajax Amsterdam de Toekomst. Sepakbolanda merasakan nuansa Indonesia pada hari pertama turnamen bergengsi internasional di ibukota Belanda itu.

Tendangan Pembobol Gawang Sao Paolo

Mungkin panitia tidak sengaja memilih bendera Merah-Putih sebagai sambutan bagi journalis asal Indonesia, namun Sepakbolanda merasa hari itu punya nuansa Indonesia di Ajax Amsterdam. Turnamen Future Cup 2013 di akademi de Toekomst 30 dan 31 Maret dan 1 April ini tidak diikuti oleh tim dari Indonesia, tetapi delapan klub ternama Eropa, Brasil dan Kanada yang mengirimkan tim U-17.
Poule A: AFC Ajax, Toronto FC, São Paulo, Tottenham Hotspur
Poule B: Anderlecht, FC Barcelona, SL Benfica dan FC Bayern München.


Tim tuan rumah AFC Ajax diperkuat bintang-bintang muda team B1 yang berisikan pemain akademi Ajax usia 16 tahun. Striker andalan Ajax adalah pemain keturunan Indonesia - Belanda, Ezra Walian.

Gol Pembuka
Seperti yang sudah bisa diprediksi sebelumnya, Ezra menjadi pemain yang mencolok pada turnamen ini. Namun sepakbolanda tidak menduga namanya akan secepat itu melejit. Sebab banyak pemain hebat lainnya yang menjadi pesaing. Tapi pemain keturunan Manado yang sudah mengantongi 21 gols dari 20 pertandingan di kompetisi B1 Belanda ini, kembali membuktikan ketajamananya. Ia mencetak gol pertama pada turnamen ini. Di menit ke 18' ia membobol gawang Toronto FC.

Semi Final
Kemenangan 1-0 atas Toronto FC di pagi hari disambung dengan sukses mengalahkan Sao Paolo 1-0 sore harinya. Kembali gol tunggal Ezra Walian mengantar Ajax memimpin perolehan angka penuh. Dua kali kemenangan ini sekaligus memastikan Ajax sebagai tim pertama yang lolos Semifinal Senin.

Level pertandingan di turnamen ini memang sangat bagus, sehingga setiap penyerang berhadapan dengan bek lawan yang tangguh. Hal itu dirasakan oleh Ezra.


Kepada sepakbolanda, Ezra mengatakan bahwa di awal dia kurang mendapat umpan bola, tetapi "pada pertandingan kedua permainan makin baik." 

Berkat striker fenomenal yang mampu menciptakan gol di setiap level turnamen, baik tingkat kompetisi maupun tingkat internasional bersama Oranje maupun Ajax. Kalau melihat latar belakangnya sebagai keturunan Indonesia, maka bendera Merah-Putih di setiap pojok lapangan itu bukan kebetulan berkibar-kibar. Karena ada nuansa Indonesia pada sukses hari pertama tim Ajax U-17 ini.

Terkait:







   

8 komentar:

Faridard Fiorenze mengatakan...

Rayu terus aja Om si Ezra biar kelak mau memperkuat timnas Indonesia aja.. :D

muhammad asnil mengatakan...

Ayo om kalau ini saya setuju sekali bujuk dia untuk memilih kewarganegaraan indonesia om

eko sinchan mengatakan...

dah layak masuk timnas senior ni. Sama seperti boaz dulu. Smga ezra mau memperkuat timnas indonesia.

Eka Tanjung mengatakan...

Terima kasih sudah meninggalkan pesan di sini. Tentu saja kita terus memantau perkembangan bakat ini. Supaya kalau suatu saat dia berfikir untuk memperkuat timnas Indonesia, tidak bisa memberikan jalan yang lancar. Keputusan masa depan dia, hanya dia yang bisa menentukannnya. Semoga memilih Indonesia.

witag oost mengatakan...

langsung panggil timnas senior saja om, pas saat lawan belanda, usia ezra kan masih berhak membela negara mana saja, mau nggak mau dia nanti akan memilih indonesia

Eka Tanjung mengatakan...

Kalau untuk timnas senior masih terlalu muda dia. Kita terus mendekati dan kontak dengan dia supaya kecintaan pada Indonesia terus menebal.

adit fazizi mengatakan...

Mantab om djenol lanjutkan

Eka Tanjung mengatakan...

Terima Kasih, Adit Fazizi. Mohon doa semoga sepak bola Indonesia makin maju. Dengan atau tanpa kontribusi pemain keturunan. Harapannya sih sebenarnya pemain-pemainnya murni hasil pembibitan di Indonesia oleh pelatih-pelatih asli Indonesia. Amiiin.