Kamis, Januari 17, 2013

Ajax - Feyenoord de Klassieker Liga Belanda

Pertandingan Feyenoord Rotterdam lawan Ajax Amsterdam dijuluki de klassieker. Perhelatan tim musuh bebuyutan itu selalu mengundang emosi. Ahad 20 Januari ini berlangsung pertandingan klasik di stadion ArenA Amsterdam.


Bagi keduanya memenangi duel ini tampaknya sama pentingnya dengan menjuarai liga de Eredivisie. Jadi tidak mengherankan jika kedua kubu melakukan persiapan ekstra untuk memenangi pertandingan ini.

Walaupun pelatih kedua klub, Ronald Koeman dari Feyenoord dan Frank de Boer di Ajax kenal baik dan bersahabat, tapi di laga ini mereka harus 'mengenyampingkan' persahabatan. Prestasi lebih utama, demikian bunyi pesan dari suporter kedua kubu.

Silgio Thenu (c) Feyenoord academy
Persaingan antar dua klub legendaris itu bukan sebatas di tataran utama Feyenoord dan Ajax saja tetapi sampai ke prestasi akademi sepakbola pembibitannya.

Baik Akademi Feyenoord di "Varkenoord" maupun pembibitan di Ajax di kompleks “de Toekomst” sama-sama bekerja keras untuk dapat memunculkan bakat-bakat yang bisa berbicara di kancah liga tertinggi Belanda dan liga besar Eropa lainnya. Akademi pembibitan keduanya diakui di berbagai kalangan.

Akademi Feyenoord maupun Ajax sama-sama mengantongi terbanyak gelar terbaik. Sudah tiga kali meraih penghargaan Rinus Michels sebagai ‘pendidikan sepakbola’ terbaik se Belanda. 



Ezra Walian Top Skorer Lion City Cup 2012

Untuk pemain keturunan Indonesia, memang tidak banyak yang ditemui di tim-tim utama Ajax maupun Feyenoord. Namun demikian minimal ada dua nama yang menarik untuk disimak.
  • Silgio Thenu, striker di tim junior U-18 Feyenoord
  • Ezzra Walian, Striker di Ajax U-16 Ajax
Posting Komentar