Senin, November 12, 2012

Stefano Lilipaly Muncul Dengan Kejutan

Dennis Gentenaar di Almere City FC 2012

Stefano Lilipaly pemain naturalisasi yang tidak ikut dalam pemusatan latihan timnas Garuda asuhan Nil Maizar datang dengan berita mengejutkan dan bikin pencinta sepak bola tanah air jadi gembira. Berita segar yang dikirim lewat Whatsapp itu sebenarnya tidak langsung mengenai dirinya sendiri. 



Absennya dia Lilipaly pada pemusatan latihan sudah bukan kejutan lagi. Dia sendiri sangat ingin bermain di AFF, tapi tidak mendapat izin klubnya Almere City FC karena sedang mengejar ketinggalan angka di liga Jupiler. Sepakbolanda menerima kejutan soal penjaga gawang Almere City FC, Dennis Gentenaar. 


Kiper kelahiran Nijmegen 30 September 1975 itu mengaku kepada Stefano Lilipaly bahwa dirinya adalah keturunan Indonesia. "Dennis bilang kepada saya bahwa dirinya seorang Indo." Tulis Fano lewat Whatsapp kepada Sepakbolanda. "Wah yang bener aja? Becanda kali dia" tulis Sepakbolanda sambil separoh tidak percaya.

Dennis Gentenaar di Borussia Dortmund

Sepakbolanda yang memang kegiatannya mengumpulkan nama para pemain keturunan di Belanda, baru sekarang tahu bahwa kiper kawakan ini punya latar belakang Indonesia. 


Mengawal Gawang Ajax Amsterdam

Dengan pengalaman segudang sejak tahun 1995-96 sampai sekarang sudah 17 tahun. Menjaga gawang berbagai klub liga tertinggi Belanda, Eredivisie. 


Dennis Gentenaar di NEC Nijmegen
NEC di kota kelahirannya Nijmegen, selama 10 tahun. Setahun menjadi kiper kedua di Borussia Dortmund, 3 musim di Ajax Amsterdam, 3 tahun di VVV Venlo dan sejak musim 2012-13 ini memperkuat Almere City.


Berseragam VVV Venlo


Piala Asia 
Kalau benar Dennis memiliki darah Indonesia, maka secara hukum berhak untuk menjadi warga negara Indonesia (WNI)  dan kalau kwalitasnya dinilai memadai bisa memperkuat Garuda dalam menempuh babak kwalifikasi di Grup 'maut' C: Irak, Arab Saudi, Indonesia dan China. 

Kawakan
Dennis dengan postur tinggi badan 180 cm dan pengalaman profesional selama 17 tahun bisa menyumbat gempuran bola dari tiga negara kuat Asia itu.

Namun, hingga berita ini diturunkan masih belum jelas siapa dari orang tua Dennis kelahiran Indonesia atau Hindia Belanda? "Fano siapa, dari ortu Dennis yang keturunan Indonesia?" saut Sepakbolanda penasaran. "Saya belum sempat tanya dia lagi sih. Tapi nanti kalau ketemu dia aku akan tanyakan," tulis Lilipaly seraya berjanji akan menyampaikan pertanyaan itu kepada Dennis Gentenaar.

Mari, kita tunggu jawabannya!



11 komentar:

Eka Tanjung mengatakan...

Uniek
Kalau benar Dennis Gentenaar keturunan Indonesia, maka Almere City FC menjadi klub uniek di luar Indonesia. Memiliki lima pemain keturunan dalam skuad utamanya!! Ini sebuah keunikan.

libhes mengatakan...

Good news om,contact ke professor, libasa

Budi Lutfitra Wisada mengatakan...

Benar Pak Eka, saya rasa Timnas Indonesia butuh satu lagi pemain naturalisasi di posisi kiper sebagai pelapis Markus Horizon dan Endra Prasetya karena lini belakang, midfielder dan striker semuanya sudah ada pemain naturalisasinya.

Eka Tanjung mengatakan...

Makasih responnya Libasa. Libasa itu teman baik saya. Dia sejak saya masih ngejar-ngejar Irfan jerawatan di FC Utrecht Junior dulu selalu mengabari. Dan kecitaan Libasa pada timnas Garuda tidak bisa diragukan. Sejak dulu! Tapi aku malu kalau harus matur ke professor, beda level lah.

Eka Tanjung mengatakan...

Semoga saja tenaga Dennis masih bisa dimanfaatkan oleh Indonesia. Dia belum terkontaminasi dengan timnas Oranje. Jadi secara status masih bisa membela Garuda. Sekarang tinggal pelatihnya saja, apakah kwalitas Dennis di atas rata-rata, kalau sama aja dengan yang sudah kita punya. Buang aja, jangan dipakai. Malah ngabisin ongkos.

arief array mengatakan...

sy hormat pd bp eka..
semoga anda bisa pny link dgn pjbt PSSI sehingga dpt membantu PSSI pemain mana yg cocok utk dnaturalisasi...

apakah bp eka tidak pny link?

sy sedih liat ruben w yg g da mempromosikan...

Benediktusbryan Bimantoro mengatakan...

Mudah-mudahan om Eka jadi pendamping pssi biar bisa nge "scout" lah istilahnya semua pemain keturunan Indonesia yang ada di luar negeri, biar pssi tau kalau ternyata masih ada pemain keturunan di luar dan akhirnya bisa dianggil trus main di timnas...

raidersmarp mengatakan...

Saat ini Timnas Senior masih perlu dukungan penjaga gawang yang berpengalaman,Dennis dengan segudang pengalamannya bermain di top level Eropa, akan mampu berkontribusi dalam meloloskan Indonesia ke putaran final Asian Cup.

Eka Tanjung mengatakan...

Bung Arief Array, terima kasih banyak sudah menyempatkan berkunjung ke blog www.sepakbolanda.com ini. Sejatinya saya sangat ingin melihat sepak bola negeri kita bisa maju. Dan saya melihat bahwa kontribusi pemain keturunan kwalitas 1 dan 2 bisa dibudidayakan. Tidak ada salahnya, dan hanya bisa menyambung tali silaturahmi yang lebih baik. Dulu adalah dulu, sejarah. Sekarang mari kita menatap ke depan.
Mengenai PSSI saya sendiri, saya memahaminya para pejabat disana sangat sibuk dengan memajukan sepak bola nasional secara fenomenal.
Kalau saya hanya sekedar insan ecek-ecek yang ingin berkontribusi 'se upil semut' saja.

Eka Tanjung mengatakan...

Bung Benediktus,

Terima kasih sudah sempat mampir ke mari.

Saya dari dulu selalu siap memberikan kontribusi informasi yang hanya 'se upil semut' itu dalam ikut memajukan kereta sepak bola nasional ini.

Untuk membantu siapapun saya siap, tidak membedakan golongan atau kelompok yang bertikai di Tanah Air.

Lewat blog ini lah saya mencoba memberi gambaran tentang pemain-pemain keturunan Indonesia di Belanda. Kalau memang dinilai baik silakan diambil manfaatnya untuk tujuan baik. Salam sepak bola maju!

Eka Tanjung mengatakan...

Terima kasih Raidersmarp sudah mampir ke lapak ini.

Saat ini Timnas Senior bukan saja membutuhkan penjaga gawang yang berpengalaman sekaliber Dennis Gentenaar ini.

Tapi lebih dari itu, ketika menyaksikan tiga pertandingan timnas di AFF 2012 Malaysia kemarin itu, hampir di semua lini, kita lemah.

Pengalaman pemain keturunan dari Eropa bisa kita manfaatkan dengan baik.

Bukan lagi boleh memperkuat timnas Indonesia, tapi dengan penampilan Garuda yang kedodoran menghadapi Laos dan Malaysia kemarin maka pemain keturunan kwalitas 1 dan 2 menjadi wajibat membela negara moyangnya.

Saya menyaksikan lewat streaming internet laga Garuda di AFF. Cobalah dengan suara hati anda sendiri. Kalau hati saya menangis, inikah prestasi maksimal Indonesia di tahun 2012, ketika PSSI umurnya sudah lebih 40 tahun?