Kamis, September 20, 2012

Media Pakai Data Usang Soal Sergio van Dijk

Sepakbolanda menyayangkan berita tidak akurat soal harga transfer dan gaji Sergio van Dijk. Sebagai contoh pemberitaan terakhir tentang pendekatan Persib Bandung dengan mantan topskorer liga Australia itu. 


Berbagai forum diskusi sepak bola di internet sudah santer membahas tentang nilai transfer Sergio sebagai rekor terbesar persepakbolaan Indonesia mengalahkan nilai transfer Safee Sali ke Pelita Jaya. Mereka bersandar pada pemberitaan media yang pada gilirannya menggunakan satu sumber saja, soal harga transfer yaitu transfermarkt.co.uk. 

Sepakbolanda sendiri mendapatkan informasi dari sumber yang dekat dengan Sergio dan angkanya berbeda. Sehingga berita di media itu bisa terbantahkan dengan data yang berhasil dihimpun. 

Sepakbolanda tidak tertarik membahas lebih jauh tentang nilainya. Hanya berharap semoga Sergio bisa secepatnya memperkuat timnas Garuda. Karena dia bisa mengisi kekuranganya di lini depan pasukan Merah Putih.
 

Berikut ini berbagai fakta yang membuktikan bahwa data di  transfermarkt.co.uk tidak akurat dan lemah.


Berikut itu buktinya:
  • Nama agent masih menyebutkan Edwin Olde Riekering. Padahal sudah beberapa bulan ini Sergio van Dijk berada di bawah naungan Grandstand.nl
  • Harga transfer 600 ribu euro itu ketika dia masih terikat dua tahun di Adelaide. Sekarang kontrak Sergio di sana sudah tinggal hitungan bulan saja. Berarti tidak akan sampai 7M lagi.
  • Disebutkan pula bahwa Sergio van Dijk punya dua kewarganegaraan: Indonesia dan Belanda. Padahal kan dia belum dinaturalisasi atau disumpah?

 Mari kita melihat contoh lain. Data pemain naturalisasi yang sudah kita kenal, Diego Michiels pun memiliki berbagai kejanggalan :

 
  • September 2012, Diego masih disebutkan sebagai pemain Pelita Jaya. Padahal dia sudah dua kali ganti klub.
  • Situs ini tidak faham hukum dan sepak bola Indonesia. Buktinya masih saja Diego disebutkan memiliki dua paspor: Indonesia dan Belanda
  • Lho kok harga Diego tidak disebutkan disini?! Gratis apa ya?
  • Walaupun sepakbolanda juga mendukung dwi-warganegara, tapi bukan berarti bisa menjadikan impian sebagai data. Fakta dan impian itu dua hal yang berbeda. 

Irfan Bachdim, informasi tentang idola kita paling kondang ini juga tidak akurat di situs transfermarkt.co.uk


  • Irfan yang lahir di Amsterdam, dikatakan Mijdrecht (tempat tinggal ortunya di Belanda)
  • Lagi-lagi Irfan disebut punya dua paspor Indonesia dan Belanda. 
  • Mosok, situs ini tidak tahu posisi striker bintang pujaan yang punya 2 juta pengikut di twitter? 
  • Sedunia tahu, Irfan sudah tidak main di Persema, kok disini belum dirubah?
  • Kalau begini bagaimana kita bisa percaya data yang lainnya? 
Sekarang silakan saja kawan menilai sendiri, kalau data yang kita bisa kroscek saja sudah salah, bagaimana dengan data lainnya di situs ini. Kalau sepakbolanda sih tidak akan memakai sumber yang sudah ketahuan tidak akurat. Marilah kita menjunjung tinggi fakta dan data yang solid!
Posting Komentar