Jumat, Agustus 10, 2012

Pertandingan Hidup Mati Bagi Vitesse

Satu setengah jam sebelum pertandingan Vitesse Arnhem vs Anzhi Makhachkala dimulai. Daftar pemain sudah mulai dibagikan ke awak media. Tidak ada pemain keturunan Indonesia dalam susunan kedua tim. 


Ada dua nama mencolok yang bisa disampai kan. Satu keturunan Maroko-Belanda, Mbark  Boussoufa di Anzhi Makhachkala, dan satu Jepun Totok di Vitesse, Michihiro Yasuda. Oh iya .. ada juga Jepang keturunan Belanda, Mike Havenaar.

Kalau diperhatikan lebih jauh, sebenarnya dua klub ini memiliki nuansa Rusia dan Belanda. Pertanda bahwa sepak bola sudah tidak bisa lagi dibatasi perbatasan negara. 

Anzhi klub Dagestan ini menggunakan banyak pemain asing, dan juga dilatih Guus Hiddink, maestro Belanda. 

Sementara itu pemilik saham terbesar Vitesse adalah juga usahawan Mareb Jordania dari Georgia, negara bekas pecahan Uni Sovyet.

Nuansa Indonesia
Dari Indonesia juga sudah ada juga penguasaha yang memiliki klub di  luar negeri. Bakrie di Vise Belgia dan Erick Thohir di DC United. 

Pemain Indonesia?
Tapi saat ini masih terlalu sedikit pemain kelahiran Indonesia yang bermain di klub luar. Mengapa? Kwalitas pemain kita yang di bawah rata-rata, atau ada masalah lain? 
Posting Komentar