Kamis, Juli 26, 2012

Satu Lagi Pemain Keturunan di Eredivisie

Ketika pekan ini klub Belanda, NEC melakukan sesi foto tim utama, muncul satu nama kejutan Jordi Tutuarima. Winger muda keturunan Maluku ini baru beberapa pekan gabung di tim inti N.E.C. Nijmegen. Siapa dia?


Di barisan paling depan sebelah kanan terdapat dua nama pemain  keturunan Maluku. Navarone Foor dan Jordi Tutuarima, wajah  paling baru. Winger Kidal ini baru bergabung dengan tim inti asuhan Alex Pastoor, beberapa pekan.

Kaget

Pemuda kelahiran 28 April 1993 di Velp itu mengaku kaget ketika menerima telepon dari Carlos Aalbers, direktur teknis dan ia boleh gabung dengan tim utama. "Sejak itu saya tetap bertahan dan ternyata hasilnya lebih baik dari yang saya duga," ungkapnya di kepada situs N.E.C.

Jordi memang sejak kecil menempuh pendidikan akademi N.E.C./FC Oss "Sekarang saya 19 tahun dan sudah sejak usia 9 tahun bermain di  N.E.C." Sebelumnya ia bermain di klub lokal Elistha di Elst Propinsi Gelderland. 

Cedera Dua Kali
Perjalanan karir Jordi Tutuarima ini tidak selalu mulus. Beberapa tahun lalu dia sepat mengalami dua kali cedera berat lutut. Ia butuh satu tahun revalidasi untuk bisa fit kembali. "Tapi sekarang saya sudah fit lagi."
  


Timnas Junior
Sebenarnya Jordi Tutuarima bukan nama baru di lingkungan timnas junior Belanda. Sebab dua tahun lalu ia tersaring menjadi punggawa timnas Belanda, U17 berlaga dalam turnamen empat negara. Ceko, Georgia dan Ukraina, Maret 2010. Dalam tim itu Jordi juga ditemani satu lagi pemain keturunan Levi Raja Boean dari N.E.C., sebagai cadangan.
 

Navarone Foor
Sebagai pemain baru di skuad utama N.E.C., Tutuarima masih harus belajar banyak. Dan seperti sudah bisa diduga ia mendapat bimbingan dari Navarone Foor, sesama pemain keturunan yang sudah lebih berpengalaman. Keduanya pun memiliki ikatan khusus. "Kami sudah kenal sejak masih kanak-kanak. Navarone adalah sahabat saya dan selama pemusatan latihan kami sering bersama," kata Tutuarima kepada situs NEC. 

Tantangan Berat
Penampilan pertamanya lawan Cambuur Leeuwarden, Tutuarima masih diturunkan sebagai pemain cadangan. Masih menjadi tandatanya apakah Jordi mampu mengikuti penyesuaian di ajang tertinggi liga Belanda. 

Musim 2011-2012  N.E.C. tampil sangat mengejutkan positif, berakhir di urutan 9, liga tertinggi Belanda. Lebih baik dari FC Groningen, FC Utrecht, Roda JC maupuan ADO Den Haag. Semoga Jordi bisa terus mempertahankan kepercayaan pelatih dan akhirnya bisa unjuk kemampuan di Indonesia. Semoga!
Posting Komentar