Jumat, Juni 13, 2014

Gocek Maut Ronaldo dan Messi Berakar di Probolinggo


Saat ajang Piala Dunia 2014 di Brasil sedang menggelora, Sepakbolanda menggali kembali ikatan kejuaraan mondial sepak bola dengan Indonesia. 

Sepakbolanda turut bangga karena penemu gocek maut ala Ronaldo, CR7, Messi, Robinho adalah pemain bola kelahiran Probolinggo. Namanya Law Adam, peletak sejarah sepak bola dunia. Indonesia harus bangga! 

Sepakbolanda kerap berdecak kagum menyaksikan Christiano Ronaldo, Lionel Messi dan juga Robinho beraksi dengan gaya khas mereka mengelabuhi lawan dengan gaya pedalada.

Setelah mengadakan penelitian media cetak dan arsip di Belanda, akhirnya Sepakbolanda bisa menyimpulkan bahwa yang pertama kali mempertontonkan gaya scissors atau gunting itu adalah pemain sepak bola kelahiran Probolinggo Jawa Timur.

Namanya Lawrence "Law" Adam (11 Juni 1908). Ia pindah dari Probolinggo ke Belanda pada usia remaja. Di negeri barunya ia gabung dengan kllub H.V.V. Den Haag. Di sanalah ia mempertontonkan gerakan dribbling scissors seperti yang sekarang sering dilakukan banyak pemain kelas dunia. Karena gerakannya yang menakjubkan dan menarik perhatian, pemain keturunan Belanda Indonesia  ini sempat menjadi rebutan timnas Swiss dan Belanda.




Paspor Ganda

Pemuda Probolinggo ini mungkin pesepakbola pertama yang memiliki paspor ganda dan memperkuat timnas senior dua negara berbeda dalam dua tahun berturut. 

Satu kali ia memperkuat timnas Swiss lawan Austria, 27 Oktober 1929 di stadion Wankdorf Bern, dalam turnamen antar negara Eropa Tengah. Padahal Swiss terkenal sangat ketat dalam mengeluarkan paspor kepada orang asing.

Mendengar ada warganya jadi bintang di negara lain, asosiasi sepakbola Belanda, KNVB langsung menuntut agar dia main untuk timnas Oranje.

Akhirnya Law Adam memperkuat timnas Belanda sebanyak 11 kali. Sebelum akhirnya mundur karena alasan kesehatan. IA aktif untuk timnas Belanda mulai 02 November 1930 sampai 22 Januari 1933.

 

Walaupun sekarang gerakan “Adam the Scissorman” itu memiliki penamaan beragam: step over, pedalada, Denílson, atau scissors, namun sejatinya gerakan itu pertama kali dipertontonkan Law Adam di klub H.V.V. Den Haag sejak 1929.


Media Belanda menyebutkan bahwa gerakan itu kemudian ditiru oleh legendaris Ajax Amsterdam, Piet Keizer di era 1970an dan pemain-pemain dunia seperti Ronaldo dari Brasil di era 1990an, dan juga Denilson serta Robinho yang menyebutnya gerakan pedalada.



Perincian dan pembuktian adanya gerakan scissors oleh pemain kelahiran Probolinggo disampaikan Max G. Colthoff, mantan pemain junior klub H.V.V. tahun 1930an:

“Saya melihat Adam menggerakan kaki kiri memutari bola, berlawanan arah jarum jam. Sementara bola menggelinding, kaki kirinya melingkar di atas bola dari sebelah kanan. Dikarenakan putarannya dari dalam ke luar, maka lawan terkecoh mengikuti arah kaki. Saat itu Law bisa melewati penjaga dengan menendang bola dengan kaki kanannya. Musuhnya terkecoh karena ia tidak melihat bola, tetapi gerakan tubuh. Ini selalu terjadi di posisi kanan luar. Penjaga lari ke kiri dan Law lolos ke sebelah kanan.”
Pemaparan itu oleh sejarawan dipandang sebagai bukti adanya gerakan yang belakangan juga dilakukan dan disempurnakan oleh pemain-pemain dunia di setiap ajang sepak bola baik UEFA maupaun Piala Dunia.  

Pada ajang Piala Dunia di Brasil ini pasti gerakan yang pertama kali dipertontonkan pemain kelahiran Probolinggo itu akan muncul kembali.

Dengan berbesar hati, Sepakbolanda menyaksikan gerakan scissors oleh Ronaldo, tapi dalam hati kecil ikut bangga bahwa sebenarnya dia melakukan gerakan temuan orang Probolinggo Indonesia.
Poskan Komentar