Rabu, Mei 09, 2012

Gocek Maut Ronaldo dan Messi Berakar di Probolinggo


Indonesi harus bangga! Karena penemu gocek maut ala Ronaldo, CR7, Messi, Robinho adalah pemain bola kelahiran Probolinggo. Namanya Law Adam, peletak sejarah sepak bola dunia.

Sepakbolanda kerap berdecak kagum ketika menyaksikan Christiano Ronaldo, Lionel Messi dan juga Robinho beraksi dengan gaya khas mereka mengelabuhi lawan dengan gaya pedalada.



Setelah mengadakan penelitian media cetak dan di arsip di Belanda, akhirnya Sepakbolanda bisa menyimpulkan bahwa yang pertama kali mempertontonkan gaya scissors atau gunting itu adalah pemain sepak bola kelahiran Probolinggo Jawa Timur.

Namanya Lawrence "Law" Adam (11 Juni 1908). Ia pindah dari Probolinggo ke Belanda pada usia remaja. Di negeri barunya ia gabung dengan kllub H.V.V. Den Haag. Di sanalah ia mempertontonkan gerakan dribbling scissors seperti yang sekarang sering dilakukan banyak pemain kelas dunia. Karena gerakannya yang menakjubkan dan menarik perhatian, pemain keturunan Belanda Indonesia  ini sempat menjadi rebutan timnas Swiss dan Belanda.




Paspor Ganda

Pemuda Probolinggo ini mungkin pesepakbola pertama yang memiliki paspor ganda dan memperkuat timnas senior dua negara berbeda dalam dua tahun berturut. 

Satu kali ia memperkuat timnas Swiss lawan Austria, 27 Oktober 1929 di stadion Wankdorf Bern, dalam turnamen antar negara Eropa Tengah. Padahal Swiss terkenal sangat ketat bemberikan paspor kepada orang asing.

Mendengar ada warganya jadi bintang di negara lain, KNVB langsung menuntut agar dia main untuk timnas Oranje. Akhirnya Law Adam memperkuat timnas Belanda sebanyak 11 kali. Sebelum akhirnya mundur karena alasan kesehatan. Pertama 02-November 1930 sampai 22-Januari-1933.

 

Walaupun sekarang gerakan “Adam the Scissorman” itu memiliki penamaan beragam: step over, pedalada, Denílson, atau scissors, tetapi sejatinya gerakan itu pertama kali dipertontonkan Law Adam di klub H.V.V. Den Haag sejak 1929.

Gerakan itu kemudian ditiru oleh legendaris Ajax Amsterdam, Piet Keizer di era 1970an dan pemain-pemain dunia seperti Ronaldo dari Brasil di era 1990an, dan juga Denilson serta Robinho yang menyebutnya gerakan pedalada.



Perincian tentang gerakan scissors Law Adam disampaikan Max G. Colthoff, mantan pemain junior klub H.V.V. tahun 1930an:

“Saya melihat Adam menggerakan kaki kiri memutar, lawan arah jarum jam. Sambil bola menggelinding, kaki kirinya melingkar di atas bola dari sebelah kanan.  Dikarenakan putarannya dari dalam ke luar, lawan terkecoh mengikuti arah kaki. Saat itu Law bisa melewati penjaga dengan menendang bola dengan kaki kanannya. Musuhnya terkecoh karena ia tidak melihat bola, tetapi gerakan tubuh. Ini selalu terjadi di posisi kanan luar. Penjaga lari ke kiri dan Law lolos ke sebelah kanan.”
Poskan Komentar