Minggu, Maret 18, 2012

Masa Penentuan Sergio van Dijk di Indonesia

Masa depan Sergio van Dijk di Indonesia ditentukan pekan-pekan ini, Sepakbolanda menduga bisa Persib atau Pelita Jaya. 

Kepada Sepakbolanda pemain keturunan Belanda-Jawa-Maluku itu tidak mau menyebut klub. Ia hanya mengatakan sedang melakukan negosiasi dengan satu klub di Indonesia, tanpa mau menyebutkan nama.

 "Saya tidak mau menyebut nama, karena itu perjanjian. Saya bisa kena denda. Sekarang nego sedang berlangsung. Mungkin dalam hitungan pekan akan ada jawaban."

Spekulasi 

Dari informasi yang diperoleh Sepakbolanda di Facebook menduga klub itu kemungkinan Persib atau Pelita Jaya. Mengenai kebenarannya pun masih harus ditunggu. Yang pasti keinginan Sergio bermain di Indonesia berkaitan dengan niatnya pula untuk memperkuat timnas Indonesia.  

Berbeda dengan Stefano Lilipaly yang memilih menimbang lebih lama, maka Sergio van Dijk memutuskan untuk juga bermain di Liga Indonesia, yang manapun tidak masalah. "Yang penting saya bisa nyaman bermain,"  ungkap striker Adelaide United yang masih terikat sampai paroh 2013.

Konon untuk kepindahan Sergio van Dijk kelahiran 6 Agustus 1982 itu bakal klubnya di Indonesia harus menebus 500 ribu dolar Australia ke Adelaide United. 



Kepada Sepakbolanda, Sergio mengatakan bahwa dari Australia dia mendapat kelengkapan permainan. "Kecerdikan cara Belanda ditambah dengan kerja keras dan mental juang Australia." 

Seleksi Timnas

Menurut pandangannya dia bisa memberikan suntikan daya gedor dan intelejensi permainan. "Kalau saya lolos seleksi timnas, tentu saja saya bisa memberikan tambahan kwalitas, mungkin ekstra daya gedor dan kecerdikan permainan pemain lain keturunan," tulisnya lewat whatsapp


Pemain kelahiran Assen Belanda itu menilai pemain lain naturalisasi bisa memberikan kecerdikan permainan dan umpan-umpan trobosan, tanpa meremehkan kwalitas rekan-rekan pemain Indonesia sendiri. "Sebenarnya secara teknis dan kecepatan pemain Indonesia sudah cukup menguasai. Tapi mereka kurang tenang dan sabar, sehingga produktivitas golnya minim," ungkap striker yang juga menguasai bahasa Indonesia. Baginya sebenarnya kalau semuanya lancar, sumpah WNI hanyalah formalitas saja. 

Bahasa Indonesia
Berbeda dengan kebanyakan pemain keturunan lainnya seperti Irfan Bachdim, Diego Michiels, Stefano Lilipaly, mungkin Sergio termasuk lebih baik penguasaan bahasa Indonesianya. Mungkin setingkat dengan Kim Kurniawan. Tampaknya Sergio tidak bakal kesulitan menyesuaikan diri dengan kondisi di Indonesia.

Apalagi keluarganya sudah sering ke Indonesia. Bali adalah tempat favorit liburan bagi ibu yang blasteran Jawa-Ambon dan ayah yang Belanda totok. Sekarang tinggal menunggu di kota mana Sergio akan melanjutkan karir sepak bolanya?  


Update: Komunikasi terbaru dengan Sergio memunculkan kesimpulan bahwa proses negosiasi antar klub lama dan baru bisa memakan waktu berminggu atau bahkan bulanan. 

5 komentar:

budemul mengatakan...

PERSIB baru saja resmi mendapatkan penyerang team nasional Singapura, Noh Alam Shah. Jadi kalau diantara dua klub tersebut kemungkinan besar Pelita Jaya. Apalagi jika Pelita Jaya 'jadi' kehilangan penyerang team nasional Malaysia mereka, Safee Sali

djenol mengatakan...

Sangat masuk akal ya Pelita Jaya. Tapi memang harus menunggu ya, karena pihak klub juga tidak akan buka mulut soal ini.// By the way: Bagaimana peluang Sergio di timnas kalau dia main di PJ jadi WNI, tapi dengan situasi kisruh seperti ini ya??

budemul mengatakan...

Kebijakan PSSI saat ini utk naturalisasi ini sungguh membingungkan buat saya.

Terlihat mereka kurang interest dgn project naturalisasi, tetapi disisi lain mereka secara terbuka memilih Belanda sebagai patron, ttg pembinaan, pelatihan, dll

Apakah di satu titik nanti mereka juga akan mengoptimalkan 'resource' kita di Belanda ? :)

Anonim mengatakan...

Om Djenol, Sergio van Dijk, Joey Suk dan Oliver Rifai, jadi dinaturalisasi gk om ? apakah prosesnya masih berlanjut ? atau sudah dibatalkan ?

Yudi mengatakan...

percuma kalo ke pelita atau PERSIB.
ke 2 klub termasuk diluar PSSI, mereka menghalangi putra bangsa untuk membela tanah airnya.realitas saja, FIFA mengakui PSSI yg membuka kompetisi IPL. Bung, sepak bola Nasional sedang revolusi. mudah2an FIFA membantu untuk menyelesaikan indonesia dari mafia yg mengekang.