Sabtu, Desember 24, 2011

PSV Urung ke Indonesia, Kepercayaan Cedera

Pembatalan lawatan PSV ke Indonesia, berdampak buruk pada nama baik sepak bola Indonesia. Cepat atau lambat, kisruh yang melanda olah raga paling populer di Indonesia ini akan terasa di luar negeri. 

Publik Belanda dan dunia bisa membaca bahwa pihak Indonesia tidak bisa menepati janjinya memberi jaminan pembayaran. Dan publik akan mencari tahu mengapa sampai tidak bisa memberikan jaminan pembayaran?


Menurut pemaparan media Belanda. Pihak penyelenggara di Indonesia membatalkan karena khawatira akan mengalami kerugian besar. Mereka mencemaskan stadion tidak akan penuh pengunjung. 

Media Belanda
Tulisan itu juga menyebutkan pihak organisator di Indonesia yang pada gilirannya menyalahkan PSSI karena tidak bisa menyediakan pemain-pemain Indonesia paling berkwalitas.



Media Belanda juga mengetahui bahwa klub-klub (ISL red.) pemilik pemain seleksi tidak akan melepas pemainnya untuk laga latihan lawan PSV ini. Ini menurut djenol tidak lepas dari konflik mendalam antara dua kubu pendominasi sepakbola Indonesia. Sekarang imbasnya sudah sampai ke mana-mana.

Korupsi
Akhirnya djenol menduga publik luar akan mahfum juga bahwa organisasi sepak bola nasional Indonesia sedang sakit parah. Tidak bisa menyelesaikan masalah intern. Kompetisi yang tidak jalan jua dan konflik antara organisasi sepak bola diselesaikan di meja hijau, KPK. Dengan melibatkan lembaga anti korupsi ini maka dunia luar bisa menilai ada indikasi sepak bola sudah dijangkiti penyakit bangsa: Korupsi Kolusi dan Nepotisme.


Selama ini PSV menyatakan siap ke Indonesia dengan syarat ada garansi pembayaran. Dan itu sampai menjelang Natal tidak ditepati juga dan akhirnya batal.


Tiga M Melayang

Mendapat berita negatif dari Jakarta, PSV mencoret rencana lawatan ke Indonesia. Padahal pihak direksi klub bergengsi Belanda itu sudah menghitung akan mendapat masukan tambahan 250 ribu euro atau sekitar tiga milyar rupiah. 



Bagi PSV tidak sulit untuk mencari lawan dalam rangka pemusatan latihan menjelang putaran kedua kompetisi. Klub Eindhoven yang sedang dalam performa bagus, menduduki tempat kedua menempel AZ Alkmaar di Liga Satu Belanda.

Jarak
Bakal lawan latihan kemungkinan ke Portugal atau Spanyol. Urung melawat ke Indonesia ini sebenarnya ada baiknya juga. Sebab PSV juga menyadari dampak perjalanan jarak jauh ke belahan lain bumi pada stamina pemain.

Sebenarnya yang menjadi kecemasan djenol adalah imej buruk yang ditebar di Belanda, Eropa dari pembatalan ini. Di kemudian hari, tidak akan mudah lagi mengundang klub besar Eropa ke Indonesia. Entah butuh waktu berapa lama, untuk mengembalikan kepercayaan yang telah dirusak ini?
Posting Komentar