Senin, Desember 19, 2011

MUI Dimohon Segera Mengharamkan Sepak Bola!

Melihat kondisi sepak bola di Indonesia yang semakin memprihatinkan, maka sebenarnya sudah saatnya olah raga ini diharamkan saja. Peristiwa demi kejadian menunjukkan bahwa olah raga ini tidak ada bagusnya. Membuat orang murung, lupa waktu dan bermusuhan. Sudah saatnya Majelis Ulama Indonesia mengharamkan sepakbola. 

Olah raga "nguber bola-tendang-uber lagi" dan yang banyak disukai masyarakat ini, menurutku sudah sangat menyesatkan. Banyak aspek dalam olah raga ini yang melanggar norma agama. Sepakbola lebih parah dari rokok, lebih memabukan dari FB, lebih syirik dari Yoga. Singkatnya lebih banyak mudharatnya ketimbang maslahatnya.

Kalau bapak-bapak sudi melongok ke forum-forum sepakbola di Facebook atau diskusi online lainnya maka setiap hari lebih banyak kasus saling hujat daripada saling puji. Bukankah tugas MUI untuk membentengi bangsa ini dari akhlak yang menyimpang. Nah kondisinya saat ini sudah sangat menyimpang. Mari mengamati beberapa fakta di bawah ini. Silakan ditambahi kalau dirasa kurang!  



Update Desember 2012.
Setahun setelah tulisan ini diluncur, situasi sepak bola Indonesia bukan semakin kondusif tetapi semakin parah. Konflik bukan saja di tataran pemegang kekuasaan sepak bola nasional, tetapi sudah memicu konflik akar rumput.

Mudharatnya:

  • pemainnya membuka aurat, celana tidak menutup lutut sampai pusar,
  • badan pemain banyak ditato,dipuja dan disanjung (tindakan tidak terpuji),
  •  memicu tawuran dan pengrusakan,
  • membuat penonton lupa waktu sholat dan keluarga,
  • membuat suporter menghamburkan uang,
  • menelan korban jiwa, serangan jantung kalau pertandingan tegang,
  • mengakibatkan pengurus organisasi kejeblos penjara,
  • pengurus gontok-gontokan dan tidak memberikan contoh baik kepada masyarakat,
  • pertandingan sering diperjudikan dan dipertarohkan,
  • poster bintang digantung di dinding kamar,
  • kebanyakan suporternya syirik, tidak mengagungkan nama Allah, tapi malah "Oleee Oleee,"
  • menimbulkan kematian pemain asing,
  • pemain kejeblos penjara karena kasus baku hantam
  • mencemarkan nama bangsa, karena pemain yang tidak terima upah lapor ke FIFA.  

Maslahatnya:
  • badan jadi sehat,
  • nonton bersama, ajang silaturohim,
  • hiburan saat santai,
  • massanya bisa dipakai kampanye,
  • organisasinya jadi tunggangan politik.

Aku memohon pada bapak-bapak di MUI agar menunjukkan "bolanya" dan segera memfatwakan haram sepak bola.

5 komentar:

kampret mengatakan...

Bid'ah?
Kalo seperti itu lebih baik tak usah hidup di jaman sekarang aja lha.

Anonim mengatakan...

bukan bid'ah culun.... tapi sedikit manfaatnya... blo'on bgt, kan udh dijelasin

de Bot mengatakan...

itu cermin. itu realita. dan ITU PERLU DIUBAH!!!!!
kita ini (para pelaku dan penggemar sepakbola) yang perlu merubah itu..
dan saya setuju juga kalau kita gagal, cara ekstrimnya ya.. fatwa haram.. betul tuh!

de Bot mengatakan...

tapi memang bener juga itu soal sepakbola sekarang jadi menyesatkan.

Blogbiasa mengatakan...

wah kalau sepakbola diharamkan nanti blog sepakbolanda haram dong,nggak dijelaskan didalam alquran dan hadist klo olahraga itu haram, di hadist yang diharamkan adalah mengundi nasib dengan anak panah, itu klo dalam sepakbola sama dengan judi tebak skor, sebenarnya ini kasus sama kayak internet/fb yang katanya mau diharamkan katanya internet juga bikin anak muda lupa waktu, sibuk ngenet, lebih milih baca status tmen daripada baca al-quran, anak muda jadi banyak yang kenal porn,sumber fitnah etc, jadi kesimpulanya itu tergantung usernya kalee, sama kyak sepakbola