Minggu, Desember 18, 2011

Joey Suk Untuk Apa Ke Indonesia Lagi?

Joey Suk, pemain keturunan Indonesia Belanda yang digadang timnas Indonesia, masih belum bisa memberi kepastian. Desember ini dia ke Indonesia untuk menyampaikan aspirasinya. Kepada djenol, gelandang Go Ahead Eagles ini menyatakan punya dua masalah. 


Dilema Suk

Selama ini Joey Suk tidak bisa memenuhi panggilan menjadi WNI dan memperkuat timnas Indonesia karena kesulitan membagi waktu antara pertandingan timnas Indonesia dengan tuntutan pihak klub Go Ahead Eagles. Saat ini dia merupakan pemain andalan di tima utama
Go Ahead Eagles (GAE) yang berlaga di Liga dua, Eerste Divisie.

Ia ke Indonesia bulan Desember 2011 ini dalam upaya mencari jalan paling baik dalam mengombinasikan timnas Indonesia dengan karir sepakbola di Eropa yang sedang menanjak. 


Melalui sepakbolanda, Joey Suk ingin meminta maaf kepada publik sepak bola Indonesia, karena belum bisa menyumbangkan tenaga pada ajang SEA Games 2011 di Jakarta lalu.
"Di sini saya ingin memberi penjelasan tentang situasi ini.  Waktu itu kalau saya ke Indonesia, akan kehilangan posisi di GEA yang sedang prima. Dan tergeser oleh pemain lain. Perjalanan ke Indonesia minimal memakan waktu 7 hari untuk bisa pulih dan prima kembali."  



Dua Klub Eropa
Performanya di Belanda memang sedang konstan di GAE. Bahkan ia menyedot perhatian klub liga utama Belanda dan klub luar Belanda. "Saat ini ada dua klub yang sedang melakukan pendekatan. Satu di eredivisie dan satu di liga Jerman. Tapi maaf, saya belum bisa menyebutkan nama," kata Joey Suk kepada Djenol.

 

Sementara itu dia juga sangat mendambakan untuk bisa bermain di timnas Indonesia. Baik itu U-23 maupun di timnas utama. "Alasan mengambil paspor Indonesia adalah sesuatu yang indah. Ini sangat spesial karena bisa memperkuat negara asal ibu saya," ungkapnya kepada djenol lewat hubungan telepon. 

Saat di Indonesia, Desember ini Joey Suk akan bertemu dan berbicara dengan Iman Arief. Ia akan menyampaikan gagasan soal bermain di Visé. "Saya akan sampaikan keinginan tetap bermain di Eropa, tapi tetap terikat dengan Indonesia, kalau umpamanya bisa bermain di Visé."  


Pada dasarnya Joey Suk ingin sebanyak mungkin bermain sepak bola. Baik itu di timnas Indonesia maupun di klub Eropa. "Saya sangat senang bermain di Indonesia, karena pendukungnya fanatik. Dan mereka sebenarnya sangat menyambut kehadiran kami (pemain keturunan red.)"


Joey mengingat kembali pada kunjungannya ke Indonesia awal tahun ini. Kami (Stefano Lilipaly, Ruben Wuarbanaran dan Diego Michiels red.) merasa mendapat sambutan hangat. Selama ini dia masih ada kontak dengan Diego Michiels, mantan rekan satu tim di GAE. 

Ditanya soal pertandingan persahabatan Indonesia Selection dengan PSV Eindhoven di Jakarta awal Januari ini, Joey Suk mengatakan. "Wah dengan senang hati kalau saya bisa memperkuat Indonesia saat itu. Semoga saya ada di Indonesia dan bisa main lawan PSV."

Joey nyaris Oon!
Djenol menilai Joey masih terlalu polos dan berbaik sangka soal kepengurusan sepak bola Indonesia. Dia tidak faham bahwa Iman Arif sudah bukan lagi bagian dari PSSI. 


Dia terkesan tidak tahu bahwa geser menggeser itu hal yang biasa di PSSI dan pertandingan paling seru di Indonesia bukan di lapangan tapi di KLB (Kongres Luar Biasa.) Dan djenol menduga dia tidak sadar bahwa kebijakan PSSI sekarang terkesan tidak membutuhkan pemain keturunan!

Ngapain juga ke negara yang tidak membutuhkan mu nak? 

Artikel lain soal Joey Suk:
Posting Komentar