Selasa, Desember 27, 2011

Guus Hiddink Batal ke Anzhi Makhachkala

Guus Hiddink tidak jadi melatih Anzhi Makhachkala di Republik Dagestan. Klub kaya Rusia itu ternyata menjatuhkan pilihan pada pelatih lokal Yuri Krasnozhan. Pelatih Rusia 48 tahun ini sekarang masih memegang dua fungsi. Tugas rangkap Anzhi dan timnas Rusia B dijalaninya selama setengah tahun.

Krasnozhan menandatangani kontrak lima tahun di Dagestan.
Ia akan melatih Samuel Eto’o, Roberto Carlos dan mantan pemain PSV, Balazs Dzsudzs├ík. Pilihan pada pelatih lokal ini sangat mencolok. Sebab djenol membaca beberapa hari lalu 21 Desember, ada berita yang menyebutkan Hinddink hampir pasti ke Anzhi.


Pelatih yang membawa sukses Korea Selatan, Australia dan Rusia itu sudah mencapai kesepakatan lisan dengan klub Dagestan. Pelatih 65 tahun itu tadinya akan memegang tampuk latihan selama setengah tahun, dengan opsi perpanjangan setahun.

Peluang Indonesia?
November lalu Hiddink baru saja berhenti melatih timnas Turki karena gagal lolos kwalifikasi Euro 2012. Turki kalah di babak play-offs dari Kroasia. Kegagalan Hiddink ke liga Rusia ini maka membuka jalan untuk petualangan baru.


Walaupun djenol menangkap sinyal bahwa PSSI juga menyatakan minat merayu Hiddink ke Gelora Bung Karno, namun tampaknya peluangnya kecil untuk bisa mendapatkannya.

Memang pelatih asal Varsseveld ini masih menyimpan ambisi membawa sebuah timnas ke lima lolos putaran final Piala Dunia, Tapi kalau untuk membesut timnas Indonesia urutan 142 FIFA, tampaknya seorang Hiddink pun akan nolak. Dia adalah pelatih yang disiplin dan penuh pengalaman serta punya instink taktis sangat kuat, tapi dia bukan tukang sulap.



Wim Rijsbergen
Djenol lebih melihat peluang bagi pelatih muda untuk menangani timnas Indonesia jangka panjang. Keputusan Wim Rijsbergen pindah tugas menjadi coach para pelatih muda Indonesia akan sangat cocok. Minimal Indonesia bisa menggunakan jaringan Meneer Wim di Belanda untuk mendapatkan pelatih, pemain maupun klub lawan tanding.  





Posting Komentar