Rabu, November 23, 2011

Jason Oost Keturunan Pas-pasan

Jason Oost adalah pemain keturunan Belanda Indonesia kelahiran Den Haag, 10 Oktober 1982. Djenol menyebut kwalitasnya pas-pasan karena sepanjang karirnya, selalu bermain di klub yang naik turun antara liga tertinggi Eredivisie dan liga dua Eerste Divisie.


Sejak Juli 2011 kontrak dua tahun di eredivisie SBV Excelsior. Saat berita ini diturunkan Excelsior menduduki posisi juru kunci dan Jason sedang dalam pemulihan operasi infeksi lambung. Selama dua musim kompetisi dari 2009-2011, dia bermain
KVSK United yang aktif di liga dua Belgia.



Oost menjalani pendidikan di akademi Feyenoord Rotterdam, kemudian ke RKC Waalwijk. Ia tampil perdana 2002/2003 bersmaa RKC. 30 kali bermain dan mencetak 3 gol. Sebagai striker, Sepakbolanda menilainya kurang produktif. Di Waalwijk ia bertahan dua musim dan mencetak 9 gol dalam 54 pertandingan. 


Wawancara dengan Jason Oost usai duel Excelsior vs FC Utrecht. Oost mencetak gol lewat sundulan kepala.  


Striker Pantul
Pada 2005 Oost pindah ke Sparta klub kedua di Rotterdam yang promosi ke eredivisie lewat play-offs.
Tahun pertama di Sparta mencetak 8 gol. Walau demikian ia menorehkan sejarah: Dua golnya lawan RKC menyelamatkan Sparta dari degradasi ke liga dua. Kwalitas striker semampai ini lebih cocok sebagai striker pantul.






Sejak 26 April 2007 Oost tidak masuk seleksi utama Sparta musim 2007/2008. Penyebabnya Oost dan klub tidak bisa mencapai kesepakatan soal kontrak. Sparta merasa Oost terlalu banyak menuntut. Ia kemudian pindah ke VVV-Venlo. In 2007/2008 di VVV-Venlo 31 pertandingan, enam kali cetak goal.  VVV berakhir di urutan ke 17 dan akhirnya terdegradasi. Musim 2008/2009 ia pindah ke De Graafschap.




PSSI

13 Maret 2009 dapat undangan dari PSSI. Dengan latar belakang Indonesia maka dia didapuk bisa memperkuat timnas Indonesia. Oost sempat berpikir soal tawaran ini, tapi akhirnya kandas seperti halnya nasib Jhonny van Beukering. Menurut amatan sepakbolanda, karena Oost tidak mau melepas paspor Belandanya. 




Berdasarkan aturan lama, maka pada 13-03-2009 Asosiasi Sepakbola Belanda KNVB menyatakan bahwa Jason Oost dan Jhonny van Beukering tidak bisa memperkuat Indonesia. Alasannya karena  sebelumnya mereka sudah pernah memperkuat kesebelasan junior Belanda. Aturan lama FIFA ketika itu melarang mereka main untuk negara lain.



PSSI tetap mencari upaya untuk memungkinkan merekrut mereka. Van Beukering sudah berhasil dan Oost belum jelas. Menurut Sepakbolanda, kebijakan PSSI terbaru di bawah komando Djohar Arifin maka peluang Jason Oost memperkuat timnas Indonesia menjadi nihil. 

Haram
Sebab pengurus baru sepak bola nasional ini tidak mau 'jemput bola.' Lewat pemberitaan media Indonesia disebutkan bahwa PSSI 'mengharamkan' naturalisasi. 

Ungkapan itu didukung kebijakan yang menyatakan PSSI tidak akan melanjutkan program naturalisasi. Kalaupun seorang keturunan ingin menjadi WNI dan main di timnas, maka pemain bersangkutan yang harus mengurus sendiri naturalisasinya. Menurut Sepakbolanda ini logika yang tidak masuk akal. 

Sangat sulit bagi pemain keturunan untuk bisa melihat sepak bola Indonesia, kalau tidak diundang dan dibujuk untuk memperkuat negara moyangnya.
Posting Komentar