Minggu, November 20, 2011

Diego Michiels Geser Irfan Bachdim

Publik sepak bola Indonesia tampaknya mulai menemukan idola baru keturunan Belanda-Indonesia. Diego Michiels mulai menggeser popularitas Irfan Bachdim, sebagai blasteran favorit.

Nama Diego Michiels mencuat hampir setahun setelah Irfan Bachdim melejit pada turnamen AFF Suzuki Cup 2010 bersama timnas senior yang mencapai babak final. Bek bernomor punggung 24 itu adalah satu-satunya pemain keturunan Eropa yang lolos seleksi U-23. Setelah Kim Kurniawan, Ruben Wuarbanaran dan Irfan Bachdim gugur karena alasan berbeda.

Teristimewa Irfan Bachdim yang dicoret dari timnas U-23, konon karena sibuk urusan pribadi dan juga iklan dan film. Sementara Diego tetap dipertahankan karena menjelang turnamen SEA Games, dinilai bermain baik, disiplin menjalankan perintah, team player yang pandai bergaul dan juga multi posisi.

Walaupun bukan di posisi sebagai pencetak goal, namun Diego menjaga dengan baik lini pertahanan pasukan pelatih Rahmad Darmawan (RD) selama
SEA Games ke 26.



Multi Posisi
Dalam berbagai wawancara Rahmad Darmawan menyatakan suka dengan pemain kelahiran Deventer Belanda 8 Agustus 1990 itu. Diego dinilai bisa ditempatkan di berbagai posisi, di tengah maupun di belakang.

Walaupun ketika di klub Belandanya, Go Ahead Eagles sering dipasang di gelandang dan bek kanan, namun dia tidak kesulitan ketika di tempatkan di bek kiri. RD panggilan akrab Rahmad Darmawan menilai Diego juga punya potensi menyerang.



Sex-appeal
Penampilana di lapangan hijau dengan wajah brewok dan berpotongan rambut model "Indian Mohawk" itu cepat menarik perhatian publik. Kesan sebagai pria jantan didukung tempramen pemberani, menjadikan ia juga cepat tertangkap mata kaum hawa. Ditambah lagi posisinya sebagai bek-kiri, membuat dia sering kena sorotan kamera selama satu babak, sepanjang 45 menit.



Seperti halnya Irfan Bachdim, sosok Diego Michiels juga punya sex appeal semacam daya pikat pada lawan jenis. Irfan tampan dan senyum yang hangat, dan Diego si jantan yang pemberani bisa menarik perhatian fans baik penyuka maupun pembenci sepak bola. Modal ini yang bisa menarik orang datang ke stadion dan pada akhirnya menghasilan pemasukan bagi klub.


Twitter Geser Irfan

Di media sosial Twitter, nama Diego Michiels juga menjadi perbincangan dalam 140 aksara itu. Banyak yang membandingkan dengan Irfan Bachdim.



@Inacroft:"Kayanya bentar lagi popularitas Irfan Bachdim di mata cewe-cewe bakal kegusur oleh Diego Michiels, masih single dan lebih bad boy."

@clrstaaclrstaa:
"Skrg jamannya mah Diego Michiels yahh .. Irfan Bachdim? Lewat ._. Wk"


Sampingan

Baik Diego maupun Irfan mengalami masa yang sama, disanjung dan akan dijatuhkan lagi. Itulah dunia sepak bola profesional, dipuja ketika sukses dan dicerca ketika gagal. Di masa sedang naik daun ini, Diego juga akan mendapat tawaran membintangi iklan atau tampil di acara-acara televisi.

Bagi pemain sepak bola yang masa aktifnya tidak lebih dari 15 tahun saja, tawaran untuk pemasukan tambahan selalu menggiurkan. Berbeda dengan pegawai yang bisa aktif sampai usia 65 tahun, pesepak bola sudah dibilang tua ketika memasuki usia kepala 3. Pertanyaan sekarang seberapa besar dia akan mengorbankan waktu sepak bolanya untuk kegiatan 'sampingan'?


Porsi Pas
Kalau porsinya tepat akan mendapatkan manfaat, tetapi kalau berlebihan seperti yang terjadi dengan Irfan Bachdim yang kekurangan waktu sepak bola demi kegiatan luaran seperti film, iklan, televisi dan lainnya, maka Diego pun akan cepat merosot seperti yang dialami Irfan Bachdim.
Posting Komentar