Selasa, Oktober 04, 2011

Hiariej Tambah 3 Tahun di FC Groningen

Tom Hiariej pemain keturunan Maluku Belanda (23 tahun ) perpanjang tiga tahun kontrak di FC Groningen. Defender dan gelandang bertahan gesit ini menetap di klub asuhan Pieter Huistra sampai musim panas 2015.

Djenol menilai dia sangat  cocok untuk timnas Garuda, kalau PSSI mau? 

 
Hiariej adalah produk asli FC Groningen dan mulai main di tim utama sejak 2007/2008. Ia sudah turun 98 kali dan mencetak tiga goal. Ia sangat gembira dengan perpanjangan kontrak di Groningen. "Niat saya memang dari awal ingin tetap di Groningen. Saya nyaman di sini dengan suasana klub yang asik. FC Groningen secara klub juga sedang dalam perkembangan. Dan saya ingin menjadi bagian dari perkembangan itu," ungkapnya pada Voetbal International.

Henk Veldmate manager teknis juga gembira menyambut kesepakatan ini. "Perkembangan yang baik, jika pemain hasil pembibitan kami sendiri bisa tembus tim utama. Dia (Tom) sudah sejak lama jadi pemain inti di tim utama."

Hiariej punya  ambisi yang jelas di klub liga utama Belanda, FC Groningen. "Ambisi klub sejalan dengan cita-cita pribadi saya. Ini adalah musim ke empat bagi saya, tiga tahun terakhir kita belum berhasil lolos tingkat Eropa. Sekarang ini mungkin sudah waktunya kita harus berhasil meraih tempat di Europe League!" Pungkasnya.  


Sungguh bakat yang bagus. Pelatih timnas Oranje 2005, Ruud Keiser menilai Tom seorang pemain Super Talented: "Dia sangat cepat dan kuat.  Di Groningen main di Center Back, tapi di Oranje saya pasang di kanan. Kelebihan dia satu lagi, mampu membaca moment yang tepat. Membantu serangan ketika dibutuhkan."

3 komentar:

Anonim mengatakan...

Benar sekali bung, kalau saja mereka bisa membela timnas kita dan kalau saja para pelakon yang konon mengerti sepakbola di pssi maupun klub mau mengalah sedikit demi kemajuan sepakbola. Alangkah bahagianya melihat senyum anak-anak indonesia andai mereka tahu ini bukan hanya sekedar mimpi.

Anonim mengatakan...

Saran saya om Djenol mau secara aktif memberikan gambaran pemain keturunan kepada PSSI langsung dan memberikan jalur komunikasi antara pemain dan PSSI.
Semoga om Djenol mau lebih berusaha lebih lagi untuk membantu kejayaan bangsa untuk jangka pendek dahulu.
Terima kasih atas perhatiannya.

Anonim mengatakan...

saran saya : harusnya PSSI bekerja sama dengan MENPORA & MENKUMHAM untuk mendukung penuh program naturalisasi ini dengan cara mengkhususkan atau memberikan perlakuan istimewa bagi mereka (para pemain keturunan) untuk mendapatkan paspor Indonesia namun tanpa melepaskan paspor asli mereka yaitu paspor Belanda, dengan demikian mereka bisa dengan mudah memperkuat Timnas Indonesia dan tetap melanjutkan karir sepakbolanya di Liga Eropa dengan status pemain Uni Eropa!! (ya mungkin harus ada undang-undang baru khusus yang mengatur tentang kewarganegaraan "Bagi setiap WNA keturunan Indonesia yang berprestasi dibidang olahraga, seni dan tekhnologi, layak diberikan apresiasi berupa pemberian paspor Indonesia")