Kamis, September 01, 2011

Kartu Merah Pertama Pemain Indonesia di Belgia

Menarik mengamati perkembangan tiga pemain Indonesia yang ditempatkan di SC Visé, klub devisi dua Belgia, milik keluarga kaya Bakrie.
 


Sejak Juni 2011 Yandi Munawar (25 Mei 1992), Yericho Christiantoko (14 Januari 1992) dan Alfin Tuasalamony (13 November 1992) dipindahkan dari pelatihan SAD di Uruguay ke Belgia.



Kompetisi

Sejak kompetisi 2011/12 dimulai, 24 Agustus itu Munawar pemain depan (kebagian 57 menit) dan Tuasalamony bahkan satu pertandingan penuh tanpa diganti ketika main kandang lawan Sint Niklaas. Visé memetik kemenangan tipis 2-1. Yericho belum kebagian menit karena menurut info dari sepakbolanda.nl, bek kiri ini masih cedera.


Tampaknya Visé lebih membutuhkan kontribusi pemain belakang kelahiran Maluku, Tuasalamony, ketimbang Munawar. Buktinya pada pertandingan Piala Belgia Cup, lawan Oostende hanya Alfin yang dipasang satu pertandingan penuh.


Kartu Merah
Perannya juga sangat krusial, karena pada pertandingan hidup mati pada 28 Agustus itu Tuasalamony dikeluarkan di menit ke 102, karena mengantongi dua kartu kuning. Karena bermain dengan 10 orang, Visé yang di kandang sendiri masih bertahan 0-0. Akhirnya dalam 10 menit, tidak bisa meredam dua kali gedoran Sam de Mutter di menit 110 dan 118, terhadap gawang klub milik famili Bakrie itu.


Mencolok menyaksikan data fisik para pemain Indonesia ini. Usianya 19 tahun dan tinggi badannya hanya sekitar 170 cm saja. Yericho 167 cm, Alfin 171 cm dan Yandi juga kurang lebih sama.


Sedangkan lawan-lawan mereka tingginya sekitar 180 cm. Sam de Mutter 183 cm, Vandamme juga 183 cm. Ini jelas perbedaan besar, dan tidak heran kalau untuk menahan gempuran pemain tinggi besar, pemain kita akan kewalahan dan banyak menggunakan tangan untuk menghentikan laju lawan.


Ketinggian
Sepakbolanda.nl, cemas mereka ini tidak akan mampu bersaing di liga Eropa yang sangat ketat. Sekalipun di level dua Belgia, masih terlalu berat. Semoga saja pelatih bisa obyektif dalam menilai ketiganya dan tidak dipengaruhi tekanan dari bos Aga Bakrie yang orang Indonesia. Tidak ada manfaatnya kalau terus dipaksakan! Kasihan pelatih, penonton dan si pemain sendiri yang kedodoran.

3 komentar:

Anonim mengatakan...

setahu saya si christiantoko sama Tuasalamony berposisi di wingback.. apa perlu wingback tinggi badan yang jangkung?? roberto carlos,p.lahm,dll..tinggi mereka juga di kissaran 175an..

kurangnya dari pemain indonesia ini,menurut saya body balance yang lemah..otot badan sama sekali engga ada,di senggol dikit aja pasti mampus tuh orang.. jadi menurut saya tinggi badan bukan masalah buat seorang wingback,

Anonim mengatakan...

Seriously, but your football analysis is very poor and talking with no fact, munawar scored already 3 weeks ago and in case you dont know, zainal haq is even get selected as a main defender in penarol u-19 and hes only 175cm.

Anonim mengatakan...

om djenol, saya telah mengikuti kiprah mereka lewat website dan youtube bahwa yandi munawar dan alvin T sangat menjanjikan, buktinya munawar sudah cetak 2 goal dan secara fisik yandi ngga kalah dg mereka dg tinggi 176, coba lihat di kiprah mereka di official website mereka....