Kamis, Agustus 18, 2011

Pemain Keturunan di Pekan 2 Liga Utama Belanda

Sekilas laporan tentang sejumlah pemain keturunan di Liga Utama Belanda, de Eredivisie pekan 2 musim kompetisi 2011/2012.




Lilipaly dan Van der Maarel Dua pemain FC Utrecht berdarah Indonesia, Stefano Lilipaly dan Mark van der Maarel tidak bisa mengulang sukses pekan sebelumnya. Ketika pertandingan perdana lawan VVV Venlo keduanya bermain dalam satu tim selama 13 menit. Sepakbolanda menyaksikan Van der Maarel main penuh dan Lilipaly masuk lapangan pada menit ke 77.


Sukses itu tidak terulang kembali pada laga kedua musim baru ini menjamu de Graafschap 14 Agustus yang berakhir 2-2. Sepakbolanda tidak menemukan Lilipaly dipasang oleh pelatih Erwin Koeman. Sedangkan van der Maarel hanya babak pertama.




Skorsing Tiga Laga
Michael Timisela, bek kanan VVV Venlo, keturunan Maluku Belanda belum bisa dipasang dua pertandingan awal karena terkena skorsing 3 laga. Padahal hukuman itu didapat pada pertandingan penutupan musim lalu. Ketika VVV menjamu FC Zwolle (2-2) 30 Mei 2011.


Skorsing tiga laga memaksa Timisela harus menyaksikan dari luar laga pertama lawan FC Utrecht imbang tanpa gol, 0-0, dan kalah telak 0-4 dari Vitesse Arnhem pekan lalu. Timisela, belum bisa dipasang juga menjamu Ajax, 21 Agustus. Dia baru siap pada laga tandang ke FC Twente 27 Agustus.



Sosok Paling Stabil

Tom Hiariej, namanya tidak terlalu dikenal publik Indonesia. Tapi dia adalah keturunan Maluku Belanda di FC Groningen. Bek kelahiran 25 Juli 1988 itu termasuk pemain yang menjadi langganan menutup lini belakang klub asuhan Pieter Huistra itu. Dia tidak pernah absen selama dua laga pertama Groningen musim ini. Sepakbolanda menemukan pemain belakang ini turun penuh pada tandang ke Roda JC dan laga kemenangan kandang 4-2 dari ADO Den Haag.



Masih Cedera Sepakbolanda melaporkan Kevin Wattamaleo, pemain keturunan di klub liga utama Belanda Excelsior belum bisa dipasang pada dua laga pertama lawan Feyenoord, lalu kalah dari NEC 3-0. Gelandang kekar kelahiran 25 Januari 1989 itu cedera otot.


RIP Fritz Korbach Selain itu sepakbola menyaksikan Belanda harus melepas tokoh sepakbola negeri ini. Fritz Korbach mantan pelatih berbagai klub Belanda telah berpulang Ahad 14 Agustus 2011 karena kanker saluran pernapasan.


PSM Makassar Korbach juga pernah melatih PSM Makassar dari Juni sampai September 2005. Tabloid sepakbola VI, menulis “Pekan ini dunia sepakbola berpisah dengan sosok unik. Seluruh Belanda mencintai Fritz Korbach.” Sebenarnya menurut Sepakbolanda, Indonesia juga sedikit kehilangan pelatih yang selalu pakai kacamata merosot dan tidak pernah melepas cerutu dari sela jemari tangannya.
Posting Komentar