Senin, Mei 23, 2011

Humor: Nama Irfan Bachdim diganti Irvan Bahdin

Sebuah artikel lama yang sangat menarik. Muncul pertama kali di situs Radio Nederland. Kemudian disadur berbagai media internet. Selain karena unik juga ada nuansa lucu serta polos.
Irvan Bersama Ayah dan Kakak-2
Berita ini mengisahkan seorang pria yang gila sepak bola. Teristimewa kesebelasan nasional Indonesia. Sejak AFF 2010, dan Indonesia meraih posisi runner-up, Triyono ini sangat ngefans Irfan Bachdim.

Kecewa
Namun ia kecewa karena akte kelahiran putranya ditulis Irvan Bahdin lain dari penulisan pesepakbola idamannya Irfan Bachdim. Nasi sudah jadi bubur, karena tidak punya duit untuk merubahnya.

Eka Tanjung dari Radio Nederland Wereldomroep mengunjungi rumah Triyono di Pagak Sumberlawang. Anak kesepuluh pasangan Triyono dan Siti Wahyuni ini memang lahir pagi 01 Januari 2011. Atas bantuan bidan setempat bayi laki-laki sehat itu diberi nama seperti Irfan Bachdim.

“Walaupun kalah di final dari Malaysia tapi saya kagum pada permainan Gonzalez dan Irfan di piala AFF,” ungkap pria yang berprofesi sebagai supir itu.

Ia pun berjanji."Ketika bayi masih dalam kandungan saya sudah berjanji memberi nama Irfan Bachdim karena dia masih ada keturunan Indonesia,” ungkapnya kepada Sepakbolanda.

Irvan Bahdin
Ketika bayi lahir, Triyonopun menepati janjinya. “Begitu bayi lahir, seperti biasa saya berpesan kepada bu bidan agar melaporkan ke kantor kecamatan, namanya Irfan Bachdim,” Ternyata nama yang dilaporkan tidak sama dengan nama aslinya.

“Saya kaget ketika membaca di akte kelahiran, ternyata ada satu huruf yang salah. Hurup terakhirnya harusnya “M” diganti “N,” ungkap pria lulusan Sekolah Dasar itu kepada Eka Tanjung dari Radio Nederland.

Pada perbincangan dengan Eka Tanjung di rumahnya yang beralaskan tanah itu, ia baru menyadari ada tiga aksara “salah” pada nama putranya. “V pada Irvan”  “ Kurang C pada Bahdin dan “N pada Bachdin yang seharusnya M.”

Rasa kecewa itu tidak memudarkan harapannya putra bungsunya kelak jadi pemain sepakbola ternama yang bisa mengangkat nama bangsa dan keluarga.
"Saya suka Irfan karena giringan bolanya, tendangannya dan juga semangatnya. Semoga anak bungsu kami itu kelak juga bisa berprestasi,” tutur kepala keluarga di desa Pagak Sumberlawang itu.

Sejatinya dia ingin merubah nama anaknya dengan penulisan yang benar, tetapi ia tidak punya dana.
“Saya tidak punya uang untuk membuatkan akte kelahiran baru. 350 ribu rupiah, terlalu mahal buat kami,” katanya lirih.

Kambing Cup
Selain menjadi supir angkutan kota, pria 42 tahun ini kesehariannya juga aktif sebagai pelatih Sekolah SepakbolaTarkam di desanya. Ia sangat fanatik dan kerap terlibat adu jotos dengan pemaini desa lain.
"Waktu Kambing Cup tingkat kecamatan berhadiah seekor kambing, kami berkelahi dengan tim desa lain.” 

Kiper handal di desa Pagak itu ingin Irvan putranya bisa mendapat kesempatan untuk mengembangkan bakatnya. Harapannya Ketua Umum PSSI yang baru ini lebih menekankan pada seleksi bakat dari pedesaan.
Posting Komentar