Rabu, Mei 04, 2011

Edwin Soenarto Blasteran Jawa-Antila Jajal Bali Devata

Mantan pemain FC Utrecht junior dan Volendam unjuk kebolehan di klub Bali Devata selama sepekan ini. Apakah dia bisa melapisi lini belakang Devata dan rampungkan kuliah?


Pebola kekar kelahiran Utrecht, 16 Agustus 1987 ini tiba di Bali, 2 Mei ini dan langsung ikut latihan dengan tim asuhan Willy Scheepers. Di halaman Facebooknya, Edwin melaporkan minimal delapan hari di Bali.


Pertama Kali
Penerbangan panjang Amsterdam ke Bali selama 20 jam itu merupakan perjalanan pertamanya ke Indonesia. Tidak heran kalau selama itu pemuda penyuka Nasi Kuning itu tidak bisa tidur nyeyak.

“Saya akan berada di Bali selama delapan hari atau mungkin lebih. Itu tergantung pada pelatih.” Tulis Edwin di Facebook. Ia berharap bisa menandatangani kontrak di Bali. Baginya Indonesia adalah negeri ibunya, cuacanya panas dan juga petualangan menjajal kompetisi.


Kuliah Penting
Tapi Edwin juga mementingkan kuliahnya jurusan Marketing Komunikasi di Amsterdam. “Sekarang saya sudah sampai di tahap akhir. Ingin secepatnya merampungkan skripsi. Semoga ada kemungkinan mengkombinasikan kuliah dengan Bali Devata.”


Jawa-Antila
Edwin Soenarto merupakan sosok menarik di pada berbagai segi. Bukan saja karena punya kebolehan di lini pertahanan, namun juga punya darah Jawa-Antila. Ibunya Agustina Triwahyuni Soenarto, wanita Jawa asli yang datang ke Belanda pada usia 19 tahun. Sedangkan ayahnya pria Antila Belanda, keturunan Afrika. Kombinasi Afrika Jawa ini memberi Edwin kekuatan fisik dan kecepatan di lapangan.


Douglas Maicon
Kelebihan itu diakui berbagai pengamat di Belanda. Namun demikian bek yang memfavoritkan bek Inter Milan, Douglas Maicon ini juga dipandang masih harus memiliki kecepatan membaca serangan lawan.

Selama karirnya di Belanda, pemain didikan VV Maarssen ini bisa disejajarkan dengan Stefano Lilipaly. Sama-sama mendiami tim junior FC Utrecht. Tapi belum benar-benar melakukan dobrakan ke tim utama. Bersama Stefano Lilipaly dan Mark van der Maarel mereka menjuarai liga nasional junior Belanda 2011.


Dua Lini
Apakah dengan kekurangan dan kelebihannya itu Edwin Soenarto mampu berjuang di dua lini. Pertama memperkuat lini belakang Bali Devata dan juga merampungkan studinya yang tinggal satu langkah itu. Dengan bimbingan pelatih asal Belanda, Willy Scheepers ia berharap bisa memenangkan keduanya.
Posting Komentar