Kamis, Mei 26, 2011

Afellay Tetap Ramah Walau Tenar

Dua pemain Belanda bertanding pada laga Final Champions League di Stadion Wembley London, Ahad dini hari. Edwin van der Sar dari Manchester United dan lawannya Ibrahim Afellay dari Barcelona.


Bagi keduanya, Ahad dini hari akan sangat penting. Buat Van der Sar inilah penampilannya terakhir sebagai penjaga gawang, sebelum menggantungkan sarung tangannya. Sementara bagi Afellay ini adalah final Champions League pertama kalinya.

Afellay Panutan
Sehubungan dengan laga final ini, Radio Nederland menurunkan tulisan menarik tetang Afellay. Pemuda muslim keturunan Maroko itu disebutkan sebagai idola bagi generasi muda Maroko yang imejnya kurang baik di Belanda.

Diduga dalam beberapa tahun kedepan akan muncul generasi bintang baru keturunan Maroko yang lebih bagus lagi dari pendahulu mereka keturunan Suriname-Belanda, yang melahirkan Ruud Gullit, Frank Rijkaard ataupun Clarence Seedorf.

Sosok Afellay sangat menarik karena:
>Tetap ramah kepada media,

>Tetap menjalankan ibadah sebagai umat islam, walaupun kadang berat menjalankan puasa,

>Menghidupi ibu dan saudara-saudara karena ayahnya sudah lama meninggal,

>Rendah hati walaupun sudah sangat tenar.


Inilah yang membuat Afellay diidolakan anak-anak muda keturunan Maroko yang saat ini membutuhkan figur panutan. Sekarang ini sudah banyak bakat-bakat kecil keturhttp://www.blogger.com/img/blank.gifunan Maroko di liga-liga remaja di Belanda. Semoga mereka bisa memperbaiki nama Maroko yang tercemar di Belanda karena banyak pemudanya yang terkait kasus kriminalitas.

Kebangkitan generasi Maroko juga akan mengikis sikap orang Belanda yang cenderung negatif terhadap migran, khususnya asal Maroko.

Tulisan sumber: Radio Nederland
Posting Komentar