Jumat, Maret 11, 2011

Empat Blasteran Balik ke Belanda

Pekan ini Djenol Tanjung berhasil menghimpun berbagai berita tentang pemain blasteran Indonesia Belanda.


Joey Suk mendarat lagi di Bandara Schiphol Amsterdam pada 6 Maret 2011. Di Indonesia Joey memenuhi undangan PSSI untuk mencari kemungkinan memperkuat timnas U-23, utamanya lawan Turkmenisan. Tampaknya urusan paspor belum rampung sehingga timnas muda bertandang ke Ashgabat tanpa suntikan Joey Suk, Diego Michiels maupun Ruben Wuarbanaran. Kepada Sepakbolanda, gelandang Go Ahead Eagels itu menyatakan siap membela U-23 Indonesia kalau urusan paspor lancar.(Ruben Wuarbanaran, Stefano Lilipaly dan Joey Suk)


Penerbangan dari Jakarta pada 6 Maret itu, Joey ditemani Stefano Lilipaly, dirigen lapangan tengah Jong FC Utrecht yang juga kembali dari latihan bersama Garuda Muda asuhan Alfred Riedl.


Tampaknya perjalanan Fano, panggilan akrab Stefano ke Indonesia sangat mengesankan. Itu terbukti dari status di Facebooknya yang menyebutkan dia ingin kembali ke Indonesia lagi. Padahal dia baru dua hari di Belanda. Mungkinkah latihan dengan timnas Garuda Muda itu memberikan kesan istimewa?

Stefano dan Tonnie

Kerinduan juga menghinggapi Tonnie Cusell Lilipaly yang merasa sangat enjoy selama sepuluh hari di Indonesia. Sambutan antusias publik sepakbola membuat pemain FC Hilversum itu ingin segera menemukan klub yang cocok di liga Indonesia. Pertemuan dan sambutan deputi BTN, Iman Arif juga meninggalkan kesan baik. Rencana semua yang hanya ingin menemani Stefano ke Indonesia, sekarang berubah menjadi membuka diri untuk klub baru, bahkan timnas Indonesia. Kepada Radio Nederland, ia menyatakan yakin bisa berkontribusi besar bagi klub atau tim barunya.

Semangat juang Tonnie Cusell terlihat dari penampilannya pada pertandingan kompetisi klubnya FC Hilversum ketika menggilas AFC Amsterdam, 6 Maret 2011. Tonnie yang ketika itu baru beberapa jam mendarat sudah merumput lagi dan bermain sangat menakjubkan.


Penampilannya membuat publik Belanda berdecak kagum. Bahkan pelatih FC Hilversum, Karel Bosink menamai pemain keturunan Indonesia Belanda itu sebagai'Ronaldonya FC Hilversum'


"Walaupun Cusell absen latihan dengan FC Hilversum selama seminggu, karena ke Indonesia, tetapi pelatih Bonsink tetap mempercai gelandang serang yang gesit itu. Ia juga berkontribusi dalam kemenangan telak 5-1 atas AFC Amsterdam," tulis situs RTV-Noord Holland.


Pekan ini Regilio Jacobs defender kekar Tangerang Wolves (TW) juga kembali ke Belanda untuk 10 hari. Cuti mendadak berkaitan meninggalnya nenek Jacobs, ibu ayahnya yang di Belanda. Seperti dilaporkan sendiri mantan pemain Top Oss itu di Facebooknya.



Sejak beberapa pekan ini tampak dari Twitter dan Facebooknya, pemain TW itu dihinggapi kesepian di Indonesia. Walaupun sekarang sudah ada Jordy de Kat yang juga blasteran Belanda-Indonesia yang main di Wolves. Berita blasteran pekan ini diwarnai dengan penerbangan pulang empat pemain keturunan Indonesia Belanda dengan berbagai alasan masing-masing.
Posting Komentar