Rabu, Februari 02, 2011

Bintang Medan Beruntung Dapet Gaston Salasiwa




Medan Bintang beruntung mendapatkan pebola kidal yang trampil menguasi bola dan rajin memberi umpan ke depan itu.


Mengacu pada pelatih Telstar, Edward Medgod dari 2008-2010 memasang Gaston sebagai pilar penting di lini tengah.

Penampilan Perdana
Pada penampilan perdana bersama Telstar Velsen, 16 Januari 2009 ia menyumbangkan dua goal lawan FC Eindhoven. Medgod sangat menyukai permainan Gaston yang sering menohok lini pertahanan lawan. Di lain pihak, kalangan kritisi mencemaskan juga kemampuan bertahannya. Sehingga dia lebih cocok sebagai gelandang serang daripada gelandang bertahan.


Irfan Bachdim
Keputusan final, tercapai dekat penutupan musim bursa pemain 31 Januari 2011. Kedatangan Gaston Salasiwa di Indonesia ini kental peran aktif Fardy Bachdim, kakak Irfan sebagai penghubung. Gaston dan keluarga Bachdim sudah kenal sejak Irfan dan Gaston sama-sama bermain di tim muda E1 (9-10 tahun) di Ajax Amsterdam. Tim yang juga dihuni pemain keturunan Christian Supusepa, sempat menjadi juara pada musim 1998/99.


Mampu Adaptasi
Bermodal pendidikan di Ajax junior dan AZ Alkmaar selama 7 tahun, dan dua tahun di Liga Dua Belanda, Jupiler tampaknya bisa memberi nilai tambah bagi Medan Bintang. Pemuda yang tinggal di Zaandam itu juga tidak akan sulit menyesuaikan dengan klub barunya. Karena asisten pelatih Bintang Medan, Robert Roelofsen juga berasal dari Belanda.

Tapi apakah pemain 173 cm yang trampil menguasai bola ini juga mampu menghadapi kerasnnya permainan di Indonesia dan kondisi non-teknis seperti lapangan dan suhunya?
Posting Komentar