Minggu, Januari 30, 2011

Duo Heatubun Berbakat Tapi Tidak Terpantau


Yael dan Yentl Heatubun, pesepakbola keturunan Indonesia-Belanda lolos bidikan media Indonesia. Mungkin karena bermain di kompetisi Belgia dan lebih menonjol di kickboxing.


Team Radio Nederland (RNW) menjumpai kakak beradik Yael dan Yentl di gedung latihan kickboxing di kota Geleen perbatasan Belgia. Beberapa kali keduanya meraih gelar pada kejuaraan boxing dan Thaiboxing tingkat propinsi. Mereka melatih olah raga bela diri pada anak-anak remaja regio Geleen, Belanda Selatan.


Maluku Bule Kekar

Kekuatan fisik tampak dari susunan otot yang membalut tulang berukuran 171 dan 175 cm yang dipertontonkan pada tim RNW. Walaupun tampang mereka lebih menyerupai orang bule, tapi dari kedua sisi orang tua menyandang darah Indonesia. Ibunya Indonesia-Belanda dan Ayahnya blasteran Ambon-Belanda.

Dua hari seminggu, kakak beradik 21 dan 23 tahun melakoni sepakbola bersama klub Belgia, Stokkem vv. Mereka menyadari klub sekarang terlalu ringan untuk kwalitas mereka. Tak heran jika keduanya jadi pilar di klub ini. Yael si adik kelahiran 7 Agustus 1989, adalah striker produktif tahun lalu mengemas 25 gol. Sementara Yentl, 29 Mei 1987 merupakan gelandang serang, pemasok umpan dan mencetak 5 gol.



Fortuna Sittard

Keduanya mengenyam pelatihan panjang di klub Fortuna Sittard liga dua Belanda, Yael 10 tahun dan Yentl 11 tahun.
"Di Fortuna, saya main sampai tingkat Junior A (tertinggi red.) dan kakak saya bahkan sudah pernah bermain di tim utama," ungkap Yael pada RNW. Mereka pergi karena silang pendapat. "Kami memutuskan pergi karena tidak sependapat soal jam terbang. Bukan karena kwalitas yang tidak memadai."


Apakah mereka memang punya kwalitas untuk liga Indonesia? Tapi dari kombinasi sepakbola dan kickboxing saja sudah menarik. Mengingat pertandingan liga Indonesia kerap mempertontonkan adegan adu otot dan baku hantam.


Baca selengkapnya di RNW Indonesia
Posting Komentar