Kamis, Desember 16, 2010

Irfan Bachdim Punya Mimpi Lain

Selain ingin memperkuat timnas Indonesia di kancah Asia dan Piala Dunia, Irfan Bachdim ternyata masih punya satu lagi mimpi. Ia ingin membantu anak-anak tidak mampu di Indonesia. Kalau banyak duit ingin mempersembahkan uang kepada ortu untuk membangun panti asuhan di Indonesia.

Ungkapan Irfan itu tertuang pada tayangan televisi Belanda dua tahun lalu. Acara ini menyorot Irfan Bachdim dalam serial 12 bakat FC Utrecht. Program hampir setengah jam ini berjudul Forza Utrecht dan ditayang pada paroh 2008 di Belanda.

Berikut ini video dalam bahasa Belanda menampilkan seri I. Irfan dan Sebastiaan, dari FC Utrecht menuturkan karir sepakbola dari awal hingga akhir menjelang kontrak prof di Utrecht. Pada akhirnya hanya Irfan yang mendapat kontrak, tapi pun setelah setahun tidak diperpanjang.

Cerita sekarang Desember 2010, semua orang sudah tahu. Irfan ke HFC Haarlem tapi bangkrut dan akhirnya ke Indonesia. Mulanya ditolak Persib dan Persija awal 2010, dan lewat Charity Games paroh 2010 akhirnya Irfan dapat kontrak di Persema dan sekarang menjadi salah satu idola di timnas Indonesia.

Get Microsoft Silverlight
Of bekijk de flash versie.


Impian menjadi bagian skuad Garuda sudah menjadi kenyataan. Tapi Irfan Bachdim masih punya satu lagi mimpi. Ingin berbuat untuk anak-anak Indonesia.

Anak-anak
Pada time code 18'00 Irfan: "Suatu ketika saya ingin berbuat sesuatu untuk anak-anak. Saya bisa mengajak mereka berolahraga. Sebab apa yang anak sekarang lakukan (tidak bergerak red.) hanya nonton televisi, dengan camilan di tangan. Main komputer dan games dll. Itu sangat disayangkan. Saya benar-benar ingin berbuat untuk remaja."

Cita-citanya ingin mempersembahkan sejumlah uang untuk membangun panti asuhan di Indonesia. Di 18:30 "Ayah saya juga punya impian untuk membantu anak-anak di Indonesia."

Bermula dari pengalaman sang ayah Noval Bachdim: "Dua tahun lalu saya ke Indonesia sendiri (2006 red.) Ketika sedang naik bis, ada anak kecil menepuk saya dari belakang dan menyodori secarik kertas bertuliskan 'tolong bantu saya untuk membayar uang sekolah'. Sejak saat itu saya berjanji, kalau suatu saat punya uang, saya ingin membangun panti asuhan untuk anak-anak yang menurut saya sangat membutuhkan."

Di time code 19':11" Irfan mengatakan: "Kalau suatu ketika saya punya pendapatan yang banyak, saya akan mempersembahkan uang kepada ayah supaya dia bisa membangun panti asuhan di Indonesia. Dengan begitu saya juga bisa membantu anak-anak di Indonesia."

Berhati Mulia
Ternyata Irfan bukan saja seorang yang berpenampilan menarik dan mahir mengolah si kulit bundar. Dia ternyata punya rasa nasionalisme yang lebih dalam daripada hanya menyanyikan "Indonesia Raya" menjelang pertandingan. Dia juga memikirkan masa depan negeri tercintanya, lewat generasi mudanya. Silakan Irfan, ajak adik-adik di Indonesia mencintai sepakbola, olah raga dan negara mereka!!
Posting Komentar