Minggu, Januari 13, 2008

Rafael van der Vaart Tidak Ingin Kecewa Lagi


Rafael van der Vaart kembali menunjukkan sebagai pemain tengah yang berkwalitas. Sabtu 12 Januari lalu pemain asal Belanda itu tampil cemerlang bersama klubnya
Hamburg SV Jerman pada turnamen Football Challenge di Dubai. Kapten HSV, kelahiran Heemskerk propinsi Noord Hollad, 11 Februari 1983 itu menyumbangkan dua gol dan satu umpan matang.

Menggilas Cina

HSV asuhan pelatih Belanda, Huub Stevens menggilas tim nasional Cina (4-0). Kemenangan kedua HSV in Dubai Football Challenge. Sebelumnya Vasco da Gama dari Brasil juga harus mengakui keunggulan HSV, 2-1. Dan sudah bisa diduga, makin banyak saja klub yang tertarik pada Rafael, termasuk Juventus.

Juventus Mau
Nama Van der Vaart makin menggema saja apalagi di Hamburg dan di Italia. Karena Sementara Rafael van der Vaart sedang di Timur Tengah, di Eropa sudah mulai muncul berita santer bahwa ia pergi dari Hamburger SV. Walaupun kapten timnas Belanda itu menyangkal sasus ini seraya:”saya sama sekali tidak bicara dengan orang dari Juventus, tapi semua orang pasti ingin bermain di Italia.”

Walau namanya dikaitkan dengan klub asing, ini kali Van der Vaart memilih untuk lebih berhati-hati dalam menanggapi berita di media. Pebola yang punya situs web pribadi itu masih menyangkal berita tentang kepindahannya ke Juventus.

Dia tidak ingin mengulang untuk kedua kalinya kasus musim panas 2007 yang menyengat Van der Vaart. Mantan pemain Ajax Amsterdam itu didambakan Valencia. Klub Spanyol itu sudah siap dengan kocek 14 juta euro, yang langsung ditanggapi positif oleh Van der Vaart. Kejadian itu menyulut amarah media dan fans di klub Jerman Utara itu. Bahkan HSV sendiri juga tidak rela melepasnya. HSV tidak mau tau, pokoknya tidak ingin ditinggal pilar utamanya. "Dia tidak akan pergi, titik." Tegas direktur teknis Dietmar Beiersdorfer ketika itu.

Pernah Urung ke Spanyol

Keputusan HSV itu membuat Van der Vaart kecewa berat. "Mimpi ku terusik. Padahal aku pernah dijanjikan bisa selalu pindah ke Spanyol, tapi ternyata sekarang mereka melarang,” ungkap Van der Vaart asem. Dia tidak ingin kedua kali bermimpi dan akhirnya gigit jari.

Masih Keturunan Indonesia


Daya pikat keluarga Van der Vaart di Jerman Utara bukan saja karena tendangannya yang sering menggedor gawang lawan, tapi istrinya Sylvie Meis dijuluki sebagai 'istri pebola tercantik di Liga Jerman.” Sadar atau tidak publik di Jerman bahwa ratu liga Jerman itu masih keturunan Indonesia, atau tepatnya Hindia Belanda. Wajah jelitanya menghiasi banyak majalah bergengsi di Jerman dan Belanda. djenol - div
Posting Komentar