Kamis, Januari 31, 2008

Denny Landzaat


Nama lengkap Denny Domingoes Landzaat, lahir pada 6 Mei 1976 di Amsterdam. Tinggi badan: 178 cm, berat 70 kg. Klub Ajax, MVV Maastricht, Willem II, AZ Alkmaar, Wigan Athletic (Inggris), sekarang Feyenoord. Posisi: Tengah. Kaki kanan dan kirinya sama-sama ampuh. Nomor punggung: 19 di Feyenoord, 6 di Oranje.
Masa kecilnya dihabiskan bersama orang tuanya di Rivierenbuurt Amsterdam. Ibu Denny berdarah Maluku dari keluarga besar 14 anak dan ayahnya orang Belanda.

Kenal Bola
Denny Landzaat mulai menggauli bola sepak sejak usia tujuh tahun di klub kecil Buitenveldert. Setahun kemudian pindah ke klub yang dikenal punya pelatihan displin dan kesohor: Ajax Amsterdam. Sampai akhirnya pemain gelandang ini lolos seleksi kesebelasan nasional U21 Belanda. Namun ia juga mengalami masa kurang beruntung. Selama di Amsterdam, Landzaat hanya sekali saja dipasang di tim utama. Ketika itu di bawah asuhan pelatih Louis van Gaal, Denny juga hanya sekali main di Champions League, perempat final lawan Borussia Dortmund tahun 1996.

Karena di Ajax tidak mampu bertahan dalam tim inti, akhirnya Denny pindah ke klub MVV Maastricht Belanda Selatan selama tiga musim. Tahun 1999 ia hengkang ke Willem II, di mana dia kembali berlaga di Liga Champions Eropa. Ketika di Willem II itulah ia dipanggil memperkuat kesebelasan nasional Oranye pada 2 juni 2001 di dan lawan Estonia. Inilah penampilan perdananya di Oranye.

Di musim kompetisi 2003/04 Denny pindah ke Klub AZ yang ketika itu dilatih Co Adriaanse. Denny mengakui bahwa Co Adriaanse sangat menyukai dan menyayanginya. Bagi Denny sendiri Co adalah seorang mentor. Juli 2006 ia bermain di Inggris, Wigan. Dan sejak 25 Januari 2008 kembali ke rumput Belanda. Ia membubuhkan tandatangan kontrak 2,5 tahun di Feyenoord.

Kunci Sukses
Pria ini memiliki kemauan gigih. Di mana ada keinginan, disitulah ada jalan! Itulah semboyan yang selalu dipegang Denny. “Kita harus mengorbankan hal-hal tertentu yang kita suka, dan harus melakukan hal yang tepat. Kalau bersungguh-sungguh maka harus ditempuh dengan usaha keras." Keluarga menempati ruang istimewa di hati Danny. Karena selama ini mereka selalu memberi dukungan maksimal. Ortunya selalu mengatakan, "Denny kamu telah diberi bakat dari Tuhan. Bakat bermain sepakbola, jadi itu harus dikembangkan." Ungkapan itu yang selalu melekat di hati Denny dan ia pun sangat mensyukurinya.

Maluku Masih Kental
Dari garis ibunya ia mendapatkan pengaruh budaya Maluku. Bicara tentang sifat umum orang Maluku, Denny menuturkan bahwa, orang-orang Maluku terlalu pemalu. Mungkin juga karena pengaruh budaya. “Untuk mencapai sukses kita harus sungguh-sungguh. Kita harus berani mengambil keputusan untuk mencurahkan segalanya demi prestasi," katanya. Kita harus memiliki tujuan dan ketabahan untuk menghadapi kegagalan. Terkadang target tidak selalu tercapai, dan saat itulah untuk bangkit dan membuat target baru. Contohnya, sepakbola adalah kehidupan Denny dan ia tetap meyakini kemampuannya.

Motivasi
Ketika ia mulai berlatih sepakbola di Ajax, pelatih selalu berkata, "Lihat empat lampu besar yang menerangi stadion tempat pemain inti bermain di de Meer. Nah kamu bisa bermain di sana kalau berlatih keras.“ Demikian Denny menirukan pelatihnya dulu. Ketika tidak lagi terseleksi di tim utama Ajax 1, Denny kecewa sekali, tetapi ia sadar hidup harus jalan terus. Beberapa musim kompetisi lalu ia hampir juga pindah ke Feyenoord, tapi gagal. Ia harus menunda impian sambil terus memotivasi diri dengan bermain lebih bagus lagi. Sebenarnya pria ini mengalami banyak kekecewaan, tapi tidak pernah menyerah. Sekarang bersama AZ berhasil menduduki posisi dua di liga Belanda.

Selain motivasi tentunya juga dibutuhkan porsi keberuntungan. Ia merasa keberuntungannya antara lain karena Co Adriaanse yang sekarang melatih FC Porto di Portugal. Ia selalu muncul dalam perjalanan karir Denny, ia bagaikan benang merah dalam hidup Denny. Ia kenal Co sejak masih di pelatihan Ajax, kemudian di Willem II dan di AZ. Sebagai pemain bola professional, ia mengaku banyak harus meninggalkan kebiasaan buruk. Ia sama sekali tidak merokok dan juga tidak pakai obat bius. Minum alkohol kadang-kadang, itupun kalau mungkin. Sehari sebelum pertandingan selalu pergi tidur lebih cepat. Mustahil bisa berprestasi kalau malam sebelumnya begadang atau minum alkohol.

Serdadu Solid
Di lapangan Denny Landzaat adalah serdadu yang baik. Ia mau mendengar dan patuh dengan apa yang disampaikan pelatih. “Kita tahu bahwa yang berbicara adalah orang-orang yang punya pengalaman dan pengetahuan di bidang mereka. Contohnya orang tua kita, mereka tidak pernah berniat untuk mempersulit, tetapi semata karena kecemasan saja.”
Tidak selalu kita harus menjadi yang terbaik. Nomor dua dan tiga juga sudah memuaskan. Asal jangan sampai menjadi yang paling buruk! Dan usahakan jangan sampai kita menyesal kemudian. Lebih baik jatuh karena mencoba, daripada menyesal kemudian tak berguna,” tutur putra Maluku, Denny Landzaat. djenol - div
Posting Komentar