Sabtu, November 18, 2006

Irfan Memang Apes


Setelah memamerkan paspornya, Irfan pun melanjutkan cerita....


Mensyukuri
Ia mengatakan sangat bangga dengan ke-Indonesianya. Makanya ketika mendapat undangan untuk berlatih bersama dengan timnas yang sedang magang di Belanda itu, ia tidak butuh waktu lama untuk berfikir dan mengiyakannya. Kesempatan seminggu berlatih bersama dengan Timnas U-23, merupakan saat yang sangat dia syukuri. Dia bisa berkenalan dengan para rekan anggota timnas. Dan juga belajar dari pelatih ulung Foppe de Haan dan Harrie Sinkgraven.


Syarat Foppe
Sebelum Irfan diundang untuk latihan bersama itu pelatih maneger Foppe de Haan dalam perbincangan langsung dengan Irfan mengkaitkan syarat bahwa, "Kalau kemampuan kamu (Irfan) hanya sepadan dengan rata-rata pemain timnas Indonesia itu saja, maka kami tidak memerlukan kamu untuk ke Qatar. Kami hanya mencari yang memiliki kwalitas tim 11 inti," kata Foppe.


Bobby Satria
Meskipun awalnya pemuda kelahiran 11 Agustus 1988 itu agak sulit berkomunikasi dengan kawan-kawan U-23 karena Irfan tidak fasih berbahasa Indonesia dan kebanyakan rekannya tidak berbahasa Inggris. Awalnya dirasakan agak canggung bergaul bersama rekan timnas U-23 yang rata-rata lebih tua usaianya. Namun atas bantuan Bobby Satria, setelah dua hari Irfan bisa berkomunikasi dan berkelakar dengan yang lain. Irfan merasa disambut dengan baik. Selama seminggu itu dia tidur satu kamar dengan Bobby, pemain yang paling fasih menguasai bahasa Inggris.


Dinilai Bagus
Setelah latihan bersama seminggu itu, Foppe dalam pembicaraan kemudian, mengatakan bahwa Irfan bermain bagus dan layak masuk 11 besar untuk mempersiapkan ikut ke Qatar. Tapi.. tapi .. . justru saat itulah .. nasib malang menimpa.. Irfan.


Cedera
Dalam pertandingan kompetisi dengan tim nya di Junior A1, enkel kanannya disambar tackle lawan. Sehingga ia mengalami cedera cukup parah. Dokter di rumah sakit menduga ia butuh masa pemulihan selama enam minggu. Dengan kemauan yang keras, akhirnya Irfan mampu sembuh dalam tiga pekan, meskipun belum sepenuhnya.


Masih Bengkak
Terbukti ketika ditemui Rabu 15 November itu, ia menunjukkan enkelnya yang masih tampak agak bengkak. Menurut Irfan, ia masih butuh band untuk membelit kakinya agar bisa bermain all-out di kompetisi bersama Utrecht. Jadi memang cederanya itu sebenarnya butuh waktu pemulihan sekitar 6 minggu. djenol - div
Posting Komentar