Selasa, Februari 24, 2015

Feyenoord Rotterdam Selalu Baik Padaku


Klub Rotterdam, Feyenoord selalu terbuka dan mudah memberi akreditasi kepada Sepakbolanda. Kamis ini Eka Tanjung bisa jumpa Radja Nainggolan, gelandang #keturunan di AS Roma.


Laga kedua di Europa League yang berlangsung di stadion de Kuip Rotterdam ini mempertemukan Feyenoord asuhan Fred Rutte dengan AS Roma yang diperkuat Radja Nainggolan.  Menurut kabar dari panitia, semua kursi stadion sudah terjual habis. 51 ribu penonton akan memadati stadion Rotterdam ini.



Pertandingan level Eropa seperti ini biasanya padat, baik oleh wartawan Belanda, Italia, AS Roma maupun journalist tingkat dunia. Namun demikian Feyenoord selama ini selalu memberi akreditiasi atau izin peliputan kepada Eka Tanjung dari Sepakbolanda. 

Pertemuan Feyenoord dengan AS Roma ini juga masih menyisakan jejak kisruh antar supporters pekan lalu. Polisi Italia menangkap dan mengadili beberapa pendukung klub Rotterdam karena pengrusakan berbagai situs bersejarah di ibukota Italia. 

Menuru kabar suporter inti AS Roma, The Ultras berangkat ke Rotterdam Kamis ini untuk melakukan pembalasan atas kelakuan supporter Feyenoord. Kehadiran pendukung garis keras ini memicu kecemasan. Pihak keamanan dan pemerintah Rotterdam merusaha melakukan langkah-langkah prevensi. Baik dalam memusahkan dengan pendukung saingan, maupun menjaga situs dan gedung-gedung di Rottedam.

Eka Tanjung sudah lama menantikan pertandingan Feyenoord lawan AS Roma ini, sebab ingin berjumpa dengan Radja Nainggolan, pemain #keturunan Indonesia. Walaupun sudah sejak tahun 2006 kenal dengan Radja Nainggolan namun belum pernah berjumpa langsung. 


Penulis sudah mencoba bertemu dengan Radja di Brussels ketika pertandingan persahabatan Belgia lawan Belanda, 15 Agustus 2012. Sayang ketika itu gagal, karena Radja tidak terseleksi dalam skuad Setan Merah.




Tiga kali wawancara dengan Radja, tahun 2006 dan tahun 2008 dan tahun 2010 berlangsung lewat telepon. Eka Tanjung hanya mendengar suaranya saja. Kali ini harapannya kami bisa berjumpa langsung.  Semoga usaha kali ini berhasil bertemu Radja. 

Jika terlaksana, tentu saja  berkat kebaikan dari Feyenoord yang selalu mengabulkan permintaan akreditasi Eka Tanjung dari Sepakbolanda.

Ajax Amsterdam, Akademi Pembibit Terbaik Eropa

Akademi sepakbola terbaik se Eropa ada di Amsterdam. De Toekomst, kompleks pelatihan Ajax Amsterdam menduduki posisi tertinggi sebagai akademi pemasok terbanyak pemain di liga Eropa.


Berhasil membesarkan 77 pemain, Ajax Amsterdam menyandang gelar sebagai akademi pendidikan terbaik. Penelitian ini dilakukan oleh survei CIES yang bermarkas di Swiss. Dari semua klub Eropa, Ajax melahirkan terbanyak pemain.

Dalam penelitiannya CIES mensyaratkan bahwa akademi harus minimal tiga tahun mendidik pemain antara usia (15-21 tahun) sebelum tembus tim utama. CIES meneliti 31 kompetisi sepakbola untuk sampai pada kesimpulan ini .

Sebelumnya Ajax memang sudah dipandang sebagai klub pendidik terbaik. Di posisi dua, cukup mengejutkan diduduki Partizan Beograd dengan 74 pemain.

Sementara itu posisi tiga diklaim klub bergengsi Spanyol, FC Barcelona dengan menelurkan 55 orang pemain. Klub lain Belanda: Feyenoord berada di posisi 11 dengan hasil mendidik 45 pemain di liga Europa. SC Heerenveen sukses membesarkan 40 pemain, PSV 34 pemain dan FC Twente 33 pemain.


Sumber: CIES

Kamis, Februari 19, 2015

Inikah Pelatih Baru Timnas Indonesia?

Pic: Wikipedia NL

Mengacu berbagai sumber di Indonesia, muncul nama Aad de Mos sebagai pelatih baru timnas Indonesia. Siapa sosok 67 tahun ini dan apa kaitan dengan Pieter Huistra, Direktur Teknik Timnas Indonesia?


Asosiasi Sepakbola Nasional Indonesia, PSSI sendiri belum menentukan nama pelatih baru timnas Indonesia. Namun demikian Sepakbolanda sudah membaca: Aad de Mos disebut di media Indonesia dan juga oleh kalangan pemerhati timnas Garuda sebagai pelatih baru timnas Indonesia. 

Minggu, Februari 15, 2015

Ditanya Soal Indonesia, Joey Suk Jengkel

Joey Suk gelandang kekar yang sudah lama digadang menjadi punggawa timnas Indonesia, jengkel ketika ditanya mengenai niatnya memperkuat tim nasional berlambang Garuda.


Eka Tanjung dari Sepakbolanda menangkap kejengkelan Joey Suk dari komunikasi chat pada 14 Februari malam waktu Belanda. Rasa jengkel itu tidak diungkapkan langsung. Perbincangan dimulai dengan saling sapa.

Namun ketika ditanya soal rencana ke Indonesia, Suk langsung menjawab dengan ungkapan jengkel. "Masih berapa kali lagi, Anda akan nanya terus soal itu. Sikap saya kan sudah jelas." 

Kejengkelan Suk ini bisa dipahami karena sejak awal dia selalu mengatakan ingin memperkuat timnas Garuda.  Sepakbolanda menilai bahwa Joey Suk bukan asal ngomong. Dia memang berkualitas untuk bisa meningkat kinerja team Garuda.

Gelandang Keturunan Indonesia Main di Liga Skotlandia

Gelandang keturunan Indonesia yang selama ini bermain di RKC Waalwijk memutuskan hijrah ke Skotlandia. Bermain di liga dua negara ayahnya. 


"Oom Djen, saya sudah menjalani pertandingan perdana pekan lalu," demikian bunyi pesan yang disampaikan Kenny Anderson kepada Eka Tanjung dari Sepakbolanda. Sejak tanggal 1 Februari, sehari setelah penutupan musim transfer, Kenny pindah ke klub Skotlandia Hearts of Midlothian

Jumat, Februari 13, 2015

Berpaspor Ganda, Winger Ajax Pilih Timnas Maroko

Pemain muda Belanda keturunan Maroko punya pilihan antara timnas Maroko atau Belanda. Anwar El Ghazi, winger muda Ajax memilih main untuk timnas Maroko, karena sejak lahir mengantongi paspor ganda.


Sebagai #keturunan Maroko yang lahir di Belanda, Anwar El Ghazi langsung memiliki parpor ganda: Belanda dan Maroko. Belanda memungkinkan paspor ganda dan undang-undang Maroko tidak pernah merampas paspor warga keturunannya dimanapun dia dilahirkan. "Sekali bangsa Maroko, sampai kiamatpun dia tetap warga Maroko," demikian kurang lebih bunyi undang-undang negeri Afrika Utara itu.