Sabtu, Oktober 25, 2014

Satu Lagi #Keturunan Indonesia di Feyenoord

Sepakbolanda gembira melaporkan Matthew Steenvoorden, bek Feyenoord Rotterdam berakar di Semarang. 

"Oom Djenol, Matthew Steenvoorden yang kemarin melakukan debut di Feyenoord Rotterdam adalah keturunan Indonesia," demikian ungkap Rockhim kawan sepakbolanda yang akrab dengan komunitas #keturunan di Belanda.

"Dia mengatakan kakeknya berasal dari Semarang Jawa Tengah," imbuh Rockhim. Sepakbolanda menganggap informasi ini cukup solid dan berjanji akan melakukan kroscek dengan Matthew sendiri pada kesempatan lain. 

Berikut ini data Matthew Steenvoorden:
Bermain di Feyenoord sejak 2012
Lahir: 9 Januari 1993 di Leidschendam Belanda.
Tinggi badan: 188 cm
Berat: 79 kg
Posisi: Gelandang - Bek 
Nomor: #24

Bek Keturunan Indonesia Disanjung Frank de Boer

Pelatih Ajax, Frank de Boer melihat kemajuan pesat pada Jairo Riedewald, bek #keturunan Indonesia di skuad juara liga Belanda.


Mirip Rijkaard
Dalam jumpa pers jelang laga lawan Go Ahead Eagles, 24 Oktober 2014, Frank de Boer mengungkapkan pujian pada Jairo Riedewald. "Dia memiliki banyak kualitas. Heading bisa diperbaiki, tapi selain itu dia mirip Frank Rijkaard."


Posisi Sama
Belakangan ini Riedewald sering menjadi pemain starter di tim utama Ajax. Penyebabnya selain karena kualitas, juga banyak pemain di jantung pertahanan. Jairo menguasai posisi Gelandang Tengah Bertahan dan Bek Tengah.

De Boer pelatih yang empat kali berturut mengantarkan Ajax menjuarai liga Belanda itu bahkan melihat Jairo lebih bagus ketimbang  Frank Rijkaard bek legendaris timnas Belanda, Ajax dan AC Milan.  "Saya pikir kalau soal penguasaan bola Jairo lebih baik dari dari Frank Rijkaard."

Jairo Riedewald merupakan salah satu pemain #keturunan Indonesia di Ajax yang melawat ke Indonesia Mei 2014 lalu. Ia bahkan sempat berjumpa dengan saudaranya di Indonesia.




Jumat, Oktober 24, 2014

Klub Arthur Irawan Bantu Indonesia

Waasland-Beveren

Waasland-Beveren, klub Arthur Irawan gelar acara galang dana untuk panti asuhan Indonesia. Sabtu ini laga kandang lawan KRC Genk dikhususkan bagi yayasan Fajar Baru. 


Sepakbolanda terkejut gembira memperoleh kabar bahwa klub Arthur Irawan di Belgia, Waasland-Beveren memberi perhatian khusus bagi rumah penampungan anak kurang mampu Fajar Baru di Jakarta.  

Lelang Jersey
Gagasan yang dicetuskan dua biarawati asal Indonesia di Belgia itu, berisikan kegiatan pengumpulan dana dari klub Waasland-Beveren. Semua pemain akan mengenakan jersey khusus berlogo Fajar Baru pada Sabtu 25 Oktober. 


Usai pertandingan jersey itu akan dilelang online selama 10 hari. Hasil penjualannya disumbangkan untuk rumah penampungan di Jakarta. 

Harga Ticket
Klub liga tertinggi Belgia itu juga akan mendonasikan € 1,- dari setiap ticket pertandingan hari itu kepada Fajar Baru. Penonton juga ditawari menyumbang dengan membeli gula-gula seharga € 3,- yang mana hasilnya juga akan disumbangkan.


Di situs Waasland-Beveren disebutkan bahwa Fajar Baru bukan rumah yatim piatu, tetapi  rumah penampungan anak-anak kurang mampu. "Kami menampung anak-anak yang tidak terurus karena orang tuanya tidak mampu," ungkap Koen Vondenbusch dari Fajar Baru. 

CSR
Bagi klub Waasland-Beveren, inisiatif ini bukan kali pertama. Sebagai klub yang peduli sosial atau menerapkan prinsip CSR (corporate social responsibility) maka gagasan ini langsung disambut positif. "Kami memiliki pemain dari Indonesia, bek kiri Arthur Irawan. Dia berasal dari Jakarta dan mendukung gagasan ini," ungkap Valy Van de Merlen dari klub Waasland-Beveren.


Eka Tanjung dari Sepakbolanda kagum menerima laporan ini. Klub sepak bola profesional masih memperhatikan kondisi di bagian lain bumi. Klub ini menunjukkan kepedulian pada sesama. 

Sport-Sosial
Pilihan membantu Indonesia, lantaran ada pemain Arthur Irawan, dampak positif adanya pemain Indonesia di sebuah klub Eropa. Awalnya Waasland-Beveren mungkin hanya mengenal Indonesia sebagai salah satu negara Asia. Tapi dengan kehadiran Arthur dan aksi galang dana ini masyarakat Belgia secara umum jadi mengenal kondisi Indonesia dan persepakbolaannya. Walaupun sekarang mungkin masih dipandang, banyak anak kurang mampu dan sepakbolanya masih kurang berkembang, namun kerjasama bisa membawa Indonesia mengentaskan kemiskinan dan juga meningkatkan kualitas sepak bolanya. 


Perdana?
Aksi bakti sosial baik, tapi yang lebih baik lagi jika Sabtu nanti itu bukan saja dua suster yang membuka pertandingan secara simbolik. Tapi harapannya Arthur Irawan juga bisa melakukan penampilan perdana membela timnya di Belgia ini. Karena pada akhirnya dia harus membuktikan sebagai bek kiri yang tangguh!

Senin, Oktober 20, 2014

Indonesia Butuh Revolusi Mental Sepak bola

Belanda memiliki pendidikan sepak bola yang mapan, dengan kompetisi rutin setiap minggu memungkinkan untuk melacak bakat. 

Pada saat yang sama, negeri ini juga menyadari bahwa bakat saja tidak bisa menjamin sukses di kemudian hari. Akademi dan sekolah sepak bola memberikan ruang bagi si bakat tumbuh menjadi pribadi yang utuh.

Sepakbolanda mengambil contoh dua bocah di Belanda yang memiliki bakat bagus. 

Naci Ünüvar 
Bocah kelahiran Zaandam  (13-06-2003) itu tahun ini merupakan bagian dari Akademi Ajax Amsterdam. Pemain depan yang memfavoritkan Christiano Ronaldo dan Luis Suarez itu sejak 2011 lalu terjaring scout Ajax. 



Sebelum diterima Ajax, Naci mulai bermain sepak bola di klub amatir Zaandam, O.F.C (Oostzaanse Football Club). Berkat asuhan yang serius di klub tarkam itu, Naci yang berlatar belakang Turki itu diajak ayahnya mengikuti seleksi bintang di Jonger Oranje. 

Lirikan Scout
Pada acara jaring bakat di Zaandam tahun 2011, penyuka klub Real Madrid itu masuk lolos tim Jonger Oranje yang melakukan latih tanding lawan Ajax dan Sparta. Pada kesempatan itu scout Ajax terkesima dengan bakat cilik itu dan mengundang untuk gabung ke Akademi yang berbasis di kompleks de Toekomst.


Masih Panjang
Pemain berposisi gelandang serang atau striker di Ajax U12 itu sekarang menjadi bagian dari bakat yang berpotensi. Eka Tanjung dari Sepakbolanda melihat Naci memang memiliki modal bakat yang baik. Namun itu belum menjadi jaminan dia bisa tembus tim utama Ajax. Jenjangnya masih panjang, minimal 7 tahun. 


Dalam kurun tujuh tahun ini banyak faktor yang akan berperan. Disiplin waktu tidur, Pola Makan, Porsi Latihan, Pergaulan dan lainnya. 

Sebagai pemain keturunan Turki, Naci akan menghadapi pilihan memilih membela Belanda atau Turki. Sama halnya dengan bakat satu lagi di Akademi PSV Eindhoven, Ilyas Zaidan.

Ilyas Zaidan 
Bocah kelahiran (11-04-2003) ini memiliki darah Maroko. Ayahnya Shamss Zaidan inilah yang setiap hari mengajari putranya memperbaiki skill sepakbolanya. Sang ayah menyulap salah satu kamar menjadi lapangan mini sepak bola. Di sanalah dia setiap hari melakukan latihan sejak usia 3,5 tahun. 

Joga Bonito
Setelah memasuki usia kompetisi 5 tahun, Ilyas mulai masuk klub tarkam Unitas. Berlatih dua kali seminggu dan bermain kompetisi menjadi ajang mengasah kemampuan dengan rekan seusia. 


Shamss ayahnya yang juga mantan pemain sepak bola itu memberi tambahan porsi latihan di sekolah sepak bolanya Joga Bonito (Main Bagus). 




Jonger Oranje
Ilyas terseleksi di Akademi PSV di Eindhoven, berkat partisipasinya dalam acara jaring bakat di JongerOranje, seperti halnya Naci di Ajax. Berbagai scouts menghadiri acara pertandingan antara tim Jonger Oranje lawan PSV dan Willem II.


Jalan Panjang
Bagi Ilyas dan Naci, berlaku hal yang paralel. Mereka memang memiliki bakat yang baik. Potensi untuk menjadi bintang besar. Dan memiliki darah imigran Turki dan Maroko. Jalan bagi keduanya masih sangat panjang, dan segalanya masih bisa berubah.

Berlian itu masih harus diasah dengan baik dan benar. Penuh kasih sayang dan kesabaran.

Rutinitas
Eka Tanjung dari Sepakbolanda yakin bahwa Indonesia juga memiliki banyak pemain berbakat. Jalan mereka lebih panjang lagi. Hambatan di Indonesia juga berbeda. Sebagai contoh kompetisi rutin dan persaingan sehat dengan rekan se usia dan se level. 


Revolusi Mental
Sepakbolanda yakin jika Indonesia memiliki fasilitas dan kesungguhan seperti di Belanda, maka kita akan punya banyak Ilyas dan Naci yang mengangkat nama Indonesia di masa depan. Untuk itu diperlukan Revolusi Mental pada bangsa ini.





Kamis, Oktober 16, 2014

Opini: Bagaimana Hiddink Turun dan Siapa Penggantinya?

Guus Hiddink pelatih timnas Belanda berada di ujung tanduk. Walaupun punya segudang pengalaman, dia tampaknya tidak mampu membangunkan lagi de Oranje. 



Seri Negatif
Dengan rentetan hasil mengecewakan hanya sekali menang dan tiga kali kalah dalam empat pertandingan terakhir, membuat Guus Hiddink bahan bulan-bulanan media. Keterpurukan ini bukan saja jadi buah bibir media tapi juga publik luas Belanda.

Jumat, Oktober 10, 2014

Oranje: Belanda Wajib Menang !

Jelang pertandingan lawan Kazachstan dalam Kualifikasi Euro 2016, tekanan terhadap Belanda semakin besar. Tapi dengan Robben, segalannya bisa teratasi.


Setelah kalah 1-2 dari Ceko di laga pertama Grup A, maka publik Belanda menuntut pelurusan. Tim dukungan mereka harus menang pada laga kedua ini. Pasca kekalahan mengejutkan, Guus Hiddink sebagai juru racik timnas Belanda, mendapat banyak kecaman dari berbagai sudut.

Media mulai meragukan keampuhan mantan pelatih Korea Selatan, Rusia, Australia dan Turki itu. Dan publik Belanda pun mempertanyakan bahwa beberapa negara dan tim yang terakhir kali ditanganinya tidak meraih sukses yang diharapkan. Belanda sebenarnya sudah mengharapkan pelatih muda, sebagai pengganti Louis van Gaal.

Namun demikian posisi Guus Hiddink tidak pernah diragukan sebagai pelatih timnas Belanda. Apalagi pada penobatan Hiddink, KNVB sebagai PSSInya Belanda mengumumkan bahwa Guus akan mempersiapkan penerusnya dari kalangan muda Danny Blind. 

Kazachstan memang bukan sekaliber Ceko ataupun Iceland dan Turki, tapi tim Asia Tengah itu tidak boleh diremehkan. Mereka sudah mulai memiliki kompetisi yang mapan di dalam negeri. Dan tim ini datang ke Belanda tanpa beban. 

Sementara itu Belanda yang bermain kandang di Amsterdam ArenA, harus menang untuk membuktikan bahwa mereka berhak lolos ke putaran akhir Euro 2016. Beruntung bagi Belanda karena kali ini Arjen Robben, penyerang Bayern Munchen ini bisa bermain lawan Kazachstan.

Dengan dribbling dan tendangan kaki kiri yang ampuh, bisa membuat pertahanan bus di depan gawang Kazachstan porak poranda.  Eka Tanjung dari Sepakbolanda akan melaporkan jalannya pertandingan lewat twitter: @sepakbolanda dan @ekatanjung