Selasa, Februari 02, 2016

John Heitinga Resmi Gantung Sepatu

John Heitinga, pemain sepakbola keturunan Indonesia di Ajax Amsterdam resmi mengumumkan berhenti sebagai pemain sepakbola profesional. Sepakbolanda lama mengikuti karir #keturunan Indonesia.


Impian Kandas
Tidak semua impian manusia bisa menjadi kenyataan, itu barangkali yang terbesit di benak John Heitinga ketika hendak memutuskan gantung sepatu dan tidak merampungkan kontrak di Ajax Amsterdam. Kontrak di klub bergengsi Amsterdam itu sejatinya sampai akhir musim 2015-2016 dengan opsi perpanjangan satu tahun.

Icon Ajax
Johnny didatangkan kembali ke Ajax dengan harapan besar. Bukan saja dari dirinya, tetapi juga oleh coach Frank de Boer dan seluruh staf di Ajax. Bahkan ribuan fans Ajax masih terus memberi dukungan kepada pemain keturunan Jakarta itu sampai hari ini. Setiap kali dia melakukan warming-up jelang diturunkan sebagai pengganti, publik sangat antusias dan menyuarakan dukungan massal. Ia merupakan icon bagi Ajax, seperti halnya Bambang Pamungkas di Persija Jakarta. 

Komandan
 Kalangan dalam Ajax, dari Marc Overmars, direktur sepakbola sampai pelatih kepala Frank de Boer dan asisten Dennis Bergkamp sependapat bahwa Johnny bisa menjadi komandan di lapangan. Dengan sedugang pengalaman di Atletico Madrid, Everton, Fulham dan Hertha BSC Jerman dia diharapkan bisa membimbing pemain-pemain Ajax yang mayoritasa masih sangat muda.

André Ooijer
Ia sedianya didapuk jadi mentor seperti halnya André Ooijer beberapa tahun lalu. Direkrut ke Amsterdam dengan tujuan sebagai pilar. Ketika menjatuhkan pilihan pada Heitinga, mungkin Ajax berpikir beranggapan. "Ooijer saja sudah 36 tahun masih bisa mendorong team menuju juara. Mengapa Heitinga yang masih 31 tahun tidak bisa." Ooijer dan Heitinga memang pernah bermain berdampingan pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Namun apa boleh dikata, sukses satu pemain Oranje bukan jaminan keberhasilan pemain lainnya. Come Back Heitinga bisa dikatakan sebagai gagal, sebab jelang membubuhkan tanda tangan jelang awal musim 2015-2016 lalu Hetinga memilih cinta lamanya daripada vulus bayaran tinggi. Dalam wawancara pemain yang pernah turun 114 kali di liga Inggris itu mengatakan:"Saya mengikuti hati untuk kembali ke Ajax di atas tawaran uang besar di klub lain."

Faktanya, Frank de Boer jarang sekali menggunakan jasa pemain keturunan Indonesia ini, dengan alasan kondisi fisiknya sudah sangat mundur dan tidak segesit tahun-tahun lalu. 
Fisik Lemah
Sekilas, kesannya ia melakukan pilihan yang keliru kembali ke Ajax. Tapi dengan kondisi fisik yang dimilikinya sekarang, maka di klub lainpun ia tidak akan mendapat kepercayaan pelatih.
Kepastian  Sepakbolanda
Tahun 2011 Eka Tanjung sebagai journalist sepakbola di Radio Nederland mendapatkan kepastian langsung dari opemain yang bercaps 87 kali untuk Timnas Belanda Oranje itu memastikan dirinya adalah #keturunan Indonesia. Secara pribadi ia menyebutkan bahwa dirinya belum pernah ke negeri nenek moyangnya dan sangat ingin datang ke Indonesia. Impian itu akhirnya jadi kenyataan ketika timnas Oranje melawat ke Jakarta. (Juni 2013.)



NOS Nyusul
Dua tahun kemudian NOS, Televisi Kondang Belanda juga mengakui bahwa akar Heitinga berasal di Jakarta. Pemberitaan usang NOS tentang ke Indonesiaan, memang bisa difahami. Budaya Belanda tidak terbiasa menanyakan etnisitas atau asal usul seseorang. Baik di tempat umum maupun di dunia olah raga. Kecuali juga pemain bersangkutan yang mengungkapkannya sendiri. Sikap Belanda itu semata karena tidak ingin dianggap diskriminasi berdasarkan ras.

Minoritas

Hal itu berbeda dengan Sepakbolanda yang sendirinya memang berlatarbelakang etnik minoritas dan berwarganegara asing. Baginya tidak sulit dan tidak canggung untuk menanyakan kepada pemain bersangkutan. Maka tidak heran bila di antara para wartawan Belanda, Sepakbolanda memiliki daftar pemain keturunan Indonesia, Maluku, Jawa Suriname paling banyak.

Terus Mencari #keturunan
Semoga saja dengan berhetinya Johnny Heitinga dari liga Eredivisie, tidak mengendurkan semangat #keturunan Indonesia dan pemain Indonesia untuk berprestasi di tataran tertinggi Beland dan liga-liga lain Eropa. Eka Tanjung dari Sepakbolanda akan terus mencari pemain #keturunan dan menyemangati semua pihak untuk berkontribusi bagi perkembangan sepakbola Indonesia.

Pelatih Junior
Johnny berrencana untuk melanjutkan pengabdian di Ajax sebagai pelatih tim junior di De Toekomst. Dia akan menjalani pendidikan di Akademi Ajax. Sepakbolanda tergugah untuk menjumpai Johnny Heitinga lagi dan memberikan semangat bahwa karir kedua di Ajax bukan kegagalan tapi sebuah pengalaman untuk akhirnya menjadi pelatih yang bukan saja pernah sukses tapi juga jatuh.

Bantu Indonesia
Imbauan paling penting bagi Heitinga adalah: Jadilah Pelatih Ulung sekelas Guus Hiddink dan Mohon Bantu Sepakbola Indonesia!

Jumat, Januari 22, 2016

Duel Seru Empat Pemain #Keturunan

Empat pemain #keturunan akan bertanding dua lawan dua, dalam laga Jupiler League Belanda. Almere City FC diperkuat Jason Oost dan Gaston Salasiwa menjamu Stefano Lilipaly dan Jordy Tutuarima dari Telstar.

Sepakbolanda dengan senang hati menyaksikan pertandingan antara dua klub yang diperkuat empat pemain keturunan. Pada pekan 21 liga Jupiler League ini, Almere City main di kandang stadion Yanmar di Competitieweg Almere. 

Dipimpin pelatih barunya Jack de Gier, Almere akan berupaya keras meraih angka maksimal di depan pendukung tuan rumah di Almere. Jelang pertandingan Eka Tanjung mendapat kepastian dari Jason Oost bahwa dirinya dan Gaston Salasiwa akan diturunkan melawan team tamu dari Velsen. 

Telstar akan diperkuat Stefano Lilipaly pemain naturalisasi yang sudah bermain untuk timnas Indonesia. Bahkan Stefano pernah terikat kontrak dengan Persija Jakarta tahun 2015 lalu itu juga akan menjadi pemain pilar. Menariknya, Fano sebelumnya pernah bermain di Almere City FC. Laga di Almere ini baginya merupakan reuni dengan rekan-rekan lamanya.

Sebab sebelum berpetualang ke liga dua Jepang dan Indonesia, Stefano bermain untuk Almere City FC. Sebaliknya Gaston Salasiwa juga akan bertemu dengan beberapa kawan lamanya, karena sebelum bermain di Almere City memperkuat Telstar SC.

Paling utama pada pertandingan Jumat malam waktu Belanda adalah hasilnya. Kedua tim menduduki zona degradasi. Telstar berada di posisi 16 dari semuanya 19 team. Dan tuan rumah Almere lebih parah lagi, saat ini berada di paling bawah.

Buat Eka Tanjung dan Adam Putra bakat Indonesia yang saat ini bermain liga di Belanda, malam itu tetap akan istimewa karena kami mendapat undangan khusus hadir menyaksikan pertandingan bersejarah bagi pemain #keturunan Indonesia di Belanda.

Kamis, Januari 21, 2016

Pelatih Keturunan Indonesia ini Berpulang Selamanya

Goal.com

Sepakbolanda membaca berita duka. Seorang pelatih keturunan Maluku yang cinta Indonesia dan memiliki pengalaman panjang sebagai pemain dan pelatih, Senin 18 Januari lalu berpulang selamanya karena Kanker.


Jong Maluku
Selamat jalan kawan, semoga hidupmu tenang bersama Sang Pencipta! Eka Tanjung dari Sepakbolanda mengebal Johnny Taihuttu sejak tahun 2011. Ketika itu ia menjadi salah satu tokoh Maluku yang memimpin rombongan "Jong Maluku Indonesia" melakukan kunjungan bertajuk sepakbola ke berbagai tempat di Indonesia, termasuk maluku. (Maret 2011)

Portal berita Maluku, Siwalimanews mengangkat berita kunjungan team sepakbola yang dipimpin mantan striker Fortuna Sittard itu. "Jong Indonesia Kembali ke Tanah Leluhur."

Untuk Indonesia
Sepakbolanda membawa rasa yang bertolakbelakang. Pertama menyayangkan kepergian pelatih #keturunan yang baru berusia 61 tahun ini. Sebab dia pergi membawa ilmu sepakbola segudang. Betapa ilmu itu sangat berguna untuk membangkitkan pendidikan sepakbola di Indonesia. Padahal sejak awal kenal, Bung Johnyy selalu mengungkapkan keinginannya menyumbangkan ilmu sepakbola untuk Indonesia.

Seperti yang berulang kali diutarakan olehnya kepada Eka Tanjung ketika masih di Radio Nederland dan bekerjasama dengan Goal.com "Johnny Taihuttu Siap Bantu Indonesia."

Masih Banyak
Secuil ilmunya dibawa ke Indonesia dan ditularkan ke kawan-kawan pelatih dan pemain yang dijumpainya pada Maret 2011 lalu, lima tahun lalu. Sebenarnya masih buanyak yang belum dia sampaikan kepada para bakat Indonesia. Sepakbolanda merasa harus lebih giat dalam melacak dan membujuk para pelaku sepakbola #keturunan di Belanda ini untuk berbagi ilmu dengan saudara di Indonesia.

Akhirnya, harus dikhlaskan kepergiannya menghadap Sang Khalik. Mungkin ini memang jalan terbaik untuknya. Selamat jalan Bung, semoga jalannya tenang, dan ilmu bung berguna untuk bakat sepakbola di Belanda dan di Indonesia.

Rabu, Januari 13, 2016

Keluarga Ini Ternyata #Keturunan Indonesia.

Sepakbolanda terkejut oleh pengakuan pemain #keturunan Indonesia di Eropa. Dia dan dua saudaranya berminat main di Indonesia. Baik untuk kompetisi maupun untuk kesebelasan Nasional Indonesia.  Tidak mengira sama sekali..


Bermula dari email yang masuk ke Sepakbolanda dari Junito Drias, kawan yang aktif dengan website berbahasa Belanda tentang Indonesia. Indonesienu.nl  Wartawan video terbaik yang aku kenal ini, memberikan info kepada salah seorang pemain sepakbola yang bertanya soal peluang bermain sepakbola di Indonesia.

Ringkas cerita.. haha.. masih tetap panjang juga nih.
Sepakbolanda mendapat email:
"Kakak saya dan saya memiliki darah Indonesia. Sebelumnya saya bermain sepakbola profesional dan kakak saya sampai sekarang masih main level profesional. Saya membaca banyak pemain (sepakbola djen.) dari Belanda yang bermain untuk Indonesia. Apakah Anda tahu bagaimana kami bisa bergabung dan terhubung dengan asosiasi sepakbola Indonesia? (PSSI red.) Salam,  Che Jenner."
Eka Tanjung sambil garuk-garuk kepala yang rambutnya mulai beruban ini. Mengapa dia mengajukan pertanyaan tentang sepakbola Indonesia, pada Desember 2015? Apakah dia tidak tahu bahwa sepabola Indonesia termasuk PSSI sedang mati suri. Dibekukan oleh FIFA karena ada sengketa dengan pemerintah?

Apakah memang pertanyaan ini berasal dari ketidaktahuan atau mau ngeledek Indonesia? Sambil berfikir keras, mencari jawabannya akhirnya dipilih jalan lembut. Sepakbolanda pun memberi jawaban yang santun.

"Terima Kasih Che.
Kami senang membaca kamu tertarik dengan sepakbola Indonesia.
Saya lumayan terkejut gembira membaca bahwa kalian ternyata #keturunan Indonesia.
 
Sebagai orang yang berkecimpung di dunia sepakbola Belanda, saya sudah mendapat 200 nama #keturunan. Tapi tidak pernah terpikirkan Jenner memiliki darah Indonesia. Apakah boleh tahu silsilah keluarga yang berasal dari Indonesia?  
Sayang sekali saat ini kompetisi Indonesia tidak jalan. KNVB-nya Indonesia tidak beroperasi. FIFA menskor Indonesia sejak setengah tahun ini. Karena ada masalah dengan pemerintah. Sekedar info saja, Pieter Huistra, pelatih timnas Indonesia mengundurkan diri beberapa pekan ini.  
Tapi jangan kuatir, hubungan sepakbola Indonesia dan Belanda selalu baik. Walau diskor FIFA, tapi ditingkat akar rumput masih tetap ada sepakbola walaupun di level amatir.  Indonesia adalah negara besar yang sangat mencintai olah raga sepakbola. 
Kami berharap masa depan sepakbola Indonesia akan lebih baik. Kami juga bisa memanfaatkan kontribusi ilmu dari pemain dan pelatih berdarah Indonesia seperti kalian.

Salam, Eka Tanjung "
Yussa Nugraha dan Eka Tanjung

Yussa Nugraha
Bermula dari email di atas itulah akhirnya Sepakbolanda dari TanjungPro mendalami keluarga Jenner. Tiga bersaudara main sepakbola dan ayahnya punya sekolah sepakbola yang ternama. Ketika berbincang dengan Edi Nugraha, mendapat info bahwa putranya Yussa Nugraha pernah mempertajam skillnya di sekolah sepakbola Jenner's Soccer Academy ini.

Bersambung...

Selasa, Januari 12, 2016

Berita #keturunan: John Heitinga Kurang Beruntung di Ajax Amsterdam.

John Heitinga kurang mujur pada musim kompetisi 2015-2016 ini. Kepindahan dari Herta BSC Bundes Liga ke Ajax Amsterdam ternyata tidak seperti yang diharapkan.


John Heitinga #keturunan Indonesia membubuhkan tanda tangan ke lembaran kontrak pada Juni 2015, untuk dua musim di Ajax Amsterdam sampai paroh 2017. Setelah tujuh musim bermain di luar negeri, Atletico Madrid, Everton, Fulham dan Hertha BSC pemain keturunan Pulau Belitung itu kembali ke klub asalnya.



Anak Jakarta
Harapannya salah satu pemain kesayangan fans Ajax ini bisa memberikan suntikan pengalam bagi para pemain muda di Ajax. Frank de Boer pelatih Ajax, fans dan tim muda memiliki harapan itu. Namun sampai dengan paroh musim, setelah enam bulan di Amsterdam, pemain yang juga memiliki darah Jakarta itu belum banyak diturunkan.


Kepulangan Heitinga ke Ajax disejajarkan dengan kembalinya Dirk Kuyt ke klub rival, Feyenoord Rotterdam. Sama-sama sudah usia 30+ tapi faktanya Kuyt masih bugar dan bermain sangat baik. djenol

Fisik Lemah
Beberapa pekan lalu, Frank de Boer secara terang-terangan menyebutkan bahwa Heitinga tidak memenuhi harapan semula. Bukan persoalan pengalaman, tapi lebih karena kondisi fisiknya. Bek kanan yang sudah 87 kali memperkuat timnas Belanda itu, sudah mengalami kemunduran. Di usianya yang ke 33, kelahiran 
15 November 1983 tidak lagi segesit rekan-rekan mudanya.

Selain itu pelatih Ajax, juga melihat bahwa pemain muda yang menduduki posisinya. Joel Veltman dan Mike van der Hoorn di Center. Kenny Tete dan Richardo van Rhijn di kanan bermain bagus. Apalagi Tete, yang juga keturunan Indonesia itu tampil sangat bagus.

Bersabar
Untuk saat ini John Heitinga harus bersabar dan tetap mempertahakan kebugaran fisik semaksimal mungkin. Walaupun itu secara mental sangat berat, tetap harus dijalani. Kontraknya masih jalan sampai paroh 2017.

Menyerap Ilmu
Saran Sepakbolanda kepada John Heitinga adalah, terus berusaha keras dan menyerap lilmu sepakbola yang ada. Dengan pengalaman panjang di timnas Belanda, di liga-liga besar dunia akan tetap menjadi modal yang tak terhapuskan. 

Kontribusi Indonesia
Sekarang fokuskan pada menyerap ilmu menjadi pelatih yang baik. Dikelilingi pemain-pemain besar seperti Frank de Boer, Dennis Bergkamp dan semua di Ajax akan memberikan banyak masukan ilmu menjadi pelatih yang bagus.  Selamat belajar John! Kami tunggu kontribusimu untuk Indonesia!!

Kamis, Desember 17, 2015

Gelandang Terbaik Italia Keturunan Indonesia

Radja Nainggolan pemain keturunan Indonesia Belgia, terpilih sebagai salah satu pemain terbaik di Serie A. Di Liga Italia, Radja dipandang sebagai gelandang tangguh yang berhak bersanding bersama Pirlo. 


Pada acara Gala yang digelar organisasi pemain sepakbola Italia, AIC pada 14 Desember 2015, nama Radja Nainggolan muncul dalam daftar "Team of the Year" Serie A. Sebagai pribadi, Radja bisa bangga, namun klubnya AS Roma masih belum bisa menandingi Juventus dari Torino.

Sepakbolanda menyayangkan AS Roma, tersandung team divisi 2 Spezia di Piala Italia, Coppa Italia.

Sementara Juventus yang juga berjuluk La Vecchia Signora itu menjadi klub pemasok terbanyak pemain di Team Terbaik Tahun 2015. Tujuh pemain dan coachnya tembus team elit 2015.

Gelar paling bergengsi, Pemain Terbaik 2015 adalah Carlos Tevez. Massimiliano Allegri (Juventus) menyambar "Coach of the Year." Pada acara tahunan itu juga memilih Nicola Rizzoli sebagai wasit terbaik Serie A tahun 2015.

Pemain sepakbola putri juga mendapat perhatian pada acara yang resminya bernama: Gran Galà Calcio. Pemain terbaik Liga Perempuan Italia adalah Melania Gabbiadini dari klub Verona. Melanie adalah saudara kandung striker Napoli Manolo Gabbiadini.

Radja Nainggolan, juga memiliki saudari kembar Riana Nainggolan yang bermain di Liga Perempuan Italia. Namun demikian Riana belum mendapat gelar pemain terbaik liga Italia.

Berikut ini daftar lengkap kesebelasan terbaik Italia 2015:

Penjaga Gawang: Buffon (Juventus)

Belakang: Darmian (ex-Torino, sekarang Manchester United), Bonucci (Juventus), Rugani (Empoli/Juventus) dan Chiellini (Juventus)

Tengah: Radja Nainggolan (AS Roma), Pirlo (ex-Juventus, sekarang New York City) dan Paul Pogba (Juventus)

Depan: Carlos Tevez (ex-Juventus, sekarang  Boca Juniors), Toni (Hellas Verona) dan  Icardi (Inter).

Sebagai orang Indonesia, Sepakbolanda dan TanjungPro bangga ada pemain keturunan Indonesia yang terpilih sebagai salah satu gelandang terbaik di Eropa. Eka Tanjung bahkan menjadi pendukung Timnas Belgia di Piala Eropa 2016 ini. Sebab hanya Belgia yang memiliki pemain keturunan Indonesia di Euro2016. Ngapain dukung negara lain seperti Jerman, yang tidak ada Indonesianya?