Rabu, April 01, 2015

Laga Friendly Belanda Spanyol Penuh Arti

Laga persahabatan Belanda vs Spayol yang akan digelar dalam beberapa satu jam kedepan ini bermuatan penting bagi kedua kubu. Baik Guus Hiddink maupun Vicente Del Bosque sama-sama ingin menang.

Bagi timnas Spanyol pertandingan nanti merupakan kesempatan meluruskan kekalahan telak 5-1 yang diderita Tim Matador dari Belanda pada babak Grup di Piala Dunia Brasil tahun 2014. Kemenangan malam ini bisa membuktikan bahwa Spanyol memetik pelajaran dari kekalahan itu, dan sekaligus membuktikan bahwa tim ini beda dengan setahun lalu. 

Spanyol sebagai juara Euro 2012 dan tidak perlu melakukan pertandingan kualifikasi, bisa menggunakan laga lawan Belanda ini sebagai persiapan menuju Euro2016 di Prancis. Bagi Fabregas dan kawan-kawan malam ini mereka akan berusaha maksimal.

Sementara itu timnas Belanda, khususnya pelatih Guus Hiddink yang sedang tertekan ingin meluruskan penampilan buruk yang dipertontonkan ketiga menjamu Turki 28 Maret 2014 lalu di tempat yang sama di Stadion ArenA Amsterdam. 

Secara mengejutkan Oranje ketinggalan 0-1 dari Turki yang secara ranking jauh di bawah Belanda (5) dan Turki (56). Selama hampir 80 menit timnas Belanda berupaya keras menyamakan kedudukan yang akhirnya berhasil dengan penampilan sepakbola memalukan, non-Holland School. Menggenjot bola ke kotak 16m gawang Turki. 

Johan Cruyff maestro sepakbola Belanda, merasa 'sakit mata' menyaksikan pertandingan itu. Publik dan pengamat Belanda menyalahkan Guus Hidding sebagai pihak yang bertanggungjawab atas keterpurukan ini. Belanda sebagai peraih urutan ketiga, di Piala Dunia 2014 lalu tidak memampu menunjukkan kualitasnya. 

Wartawan Belanda, yang dijumpai oleh Eka Tanjung usai laga Belanda-Turki menyebutkan bahwa saat ini sudah bukan saatnya lagi bagi Guus Hiddink untuk menangani timnas Belanda. "Jarak usia para pemain Oranje dengan Guus Hiddink terlalu jauh. Sehingga komunikasi antara coach dan pemain tidak mulus." 

Selain itu disebutkan bahwa perubahan style antara Van Gaal yang sangat ketat dan tegas, ke type Guus Hiddink yang 'longgar'  membuat sebagian besar pemain Oranje bingung. Ini yang menyebabkan prestasi selama ini melempem. 

Siapapun pemenangkan pada laga ini, hanya akan terpaut angka tipis. Dan pemenangnya nanti akan mendapat kepercayaan untuk melangkah ke depan menuju Euro 2016. Masih menjadi pertanyaan apakah Hiddink yang akan menangani Oranje di Prancis nanti. Penilaian dimulai malam ini lawan Spanyol. 

Sabtu, Maret 28, 2015

Berita Pemain Keturunan Indonesia di Belanda

Pekan ini banyak berita mengenai pemain #keturunan Indonesia di Belanda. Oliver Rifai, Wouter de Vogel, Kevin Diks, Thom Haye, Calvin Verdonk, Jairo Riedewald dll.

Eka Tanjung melihat perkembangan berbagai pemain keturunan #Indonesia yang menarik untuk dipantau pekan-pekan belakangan ini.
Oliver Rifai, menerima berita yang kurang sedap dari SC Telstar yang aktif di Liga Jupiler League. Pekan lalu ia mendengar kabar bahwa kontraknya yang berakhir di penghujung musim 2014-2015 ini tidak akan diperpanjang lagi. Kepada Sepakbolabelanda.com Oliver mengatakan belum tahu masa depan klubnya. “Saya yakin agent bisa menemukan klub yang cocok.” Baca lebih lanjut di Sepakbolabelanda.com

Giovanni van Bronckhorst Siap Besut Feyenoord Rotterdam


IMG_8717Giovanni van Bronckhorst dipercaya menjadi pelatih tim utama Feyenoord Rotterdam. Pemain legendaris Belanda keturunan Indonesia ini merasa terhormat mendapat kepercayaan menggantikan Fred Rutten yang meletakkan jabatan per akhir musim ini. Dengan penunjukkan ini penulis menduga, Giovanni sudah mulai meracik strategi.

Van Brockhorst menandatangani kontrak dua tahun di de Kuip sampai Juni 2017. Dia didampingi asisten Jean-Paul van Gastel dan seorang pelatih senior yang masih akan diumumkan. Giovanni sendiri menyatakan bangga mendapat kesempatan ini. “Saya bangga dipercaya oleh klub, tempat saya memulai sepakbola usia 8 tahun dan menempuh karir panjang, sekarang bisa kembali di sini sebagai pelatih utama.”,
Eka Tanjung  membaca berbagai tanggapan di media Belanda. Ada yang positif ada pula yang masih meragukan. Keraguan itu muncul karena pelatih keturunan Maluku itu belum punya pengalaman sebagai pelatih tim utama di liga tertinggi Belanda. Selama ini dia pernah menjadi pelatih Jong Feyenoord, tim yang biasa disebut U23.
Gio sendiri menyatakan siap menghadapi tantangan baru, setelah mengasisteni pelatih, Ronald Koeman dan Fred Rutten di Feyenoord, tahun-tahun belakangan ini.
“Ketika menjadi asisten, saya mendapat banyak pelajaran dari Ronald Koeman maupun Fred Rutten. Saat ini saya mendapat tantangan selanjutnya yang fantastis, saya sudah tidak sabar menanti,” ungkap Giovanni dikutip kotan de Telegraaf. Selanjutnya Gio menilai bahwa kepastian ini berdampak baik bagi klub .
“Bagus, klub sudah memberi kepastian untuk musim depan. Sekarang kami,  Jean-Paul, saya dan Fred Rutten terus berusaha maksimal untuk mengakhiri musim ini sebaik mungkin.”
Eka Tanjung menilai bahwa Giovanni van Bronckhorst sudah mulai meracik strateginya mulai 05 April 2015 ketika Feyenoord main tandang ke AZ Alkmaar. Bahkan tidak heran jika kemenangan Feyenoord atas PSV Eindhoven 2-1 pekan lalu sudah menjadi bagian dari porsie Gio. Dengan melakukan ‘pemanasan ini’  maka, minim pengalaman sebagai pelatih sudah mulai bisa dijembatani. Semoga Giovanni sukses bersama Feyenoord.

Rabu, Maret 25, 2015

Hanasbei, Pemain Papua Pertama di Liga Belanda

Berita Kedatangan Hanasby

Berita Kedatangan Hanasbei, bersama Ground Stewardess di Bandara Schiphol.

Tim muda sepakbola asal Papua akan melawat Belanda selama sebulan penuh, bulan April dan Mei 2015. Di negeri pembibit sepakbola ini, sebanyak tiga puluhan pemain muda berrencana melakukan berbagai kegiatan. Sepakbolabelanda.com melihat keberangkatan ke Belanda ini terinspirasi oleh Daniel Hanasby. Siapa dia?

Setelah mendalami berbagai literatur di Belanda maupun penerbitan lainnya, Eka Tanjung menemukan nama Daniel Hanasbey sebagai inspirator program pemberangkatan tim U19 Papua ke Belanda. Seperti disebutkan Richard Ferre, asisten Waketu Tim Sepakbola. Ferre kepada Suluhpapua.com mengharapkan bahwa
“melalui seleksi ini ada pemain-pemain asal Papua yang mengikuti jejak dari Daniel Hanasbey yang bermain di klub besar eropa..”
Nama Hanasby inilah yang menggerakkan Eka Tanjung mendalami lebih lanjut materi kunjungan tim muda Papua ke Belanda. Lewat berbagai tulisan koran lawas di arsip Belanda terlacak nama Daniel Hanasbey. Di Belanda, nama Hanasby atau terkadang ditulis Hanasbei menjadi pemberitaan ketika ia mendarat di Bandara Schiphol Belanda pada Senin,  7 Desember 1959. Ia terbang dari pelabuhan udara Biak menumpangi pesawat KLM yang berangkat dari Sydney.
Hanasby yang di Papua berprofesi sebagai pekerja administrasi di Dinas Pengairan, berasal dari klub W.I.K, yang sejauh ini Sepakbolabelanda belum menemukan kepanjangan dari singkatan itu. Intinya dari pemberitaan koran lawas itu disebutkan bahwa Daniel Hanasby berposisi sebagai Midvoor atau Gelandang Serang. Dan di klubnya dia merupakan top skorer dengan kemasan 27 gol dari 16 pertandingan. Di sebutkan pula bahwa klub W.I.K sudah empat kali berturut menjuarai kompetisi Papua.
Di Belanda, Hanasby diterima masuk skuad HVC Amersfoort. Holandia Victoria Combinatie ini berdiri tahun 1905, dan merupakan salah satu klub tertua Belanda. Pada tahun 1959, ketika Daniel Hanasby bergabung, HVC berlaga di Liga Profesional. Namun sejalan dengan waktu, klub yang berlokasi di Sportpark Zielhorst 6 Amersfoort ini sekarang menjadi klub yang sangat kecil. Memiliki 5 tim senior dan 1 saja tim junior.
Hanasby menjalani beberapa laga memperkuat HVC Amersfoort, dengan status sebagai pemain kontrak semi-prof.
Schermafbeelding 2015-03-24 om 23.36.26
Kurang Publikasi
Salah satu pertandingan yang  melibatkan Hanasbei adalah ketika tim dua HVC2 bertandang ke Velox2. Walaupun kalah 0-2, namun Hanasby dilaporkan sempat melepaskan tendangan keras yang berhasil dihalau kiper lawan. Selanjutnya Eka Tanjung tidak menemukan laporan dan tulisan lebih lanjut tentang Dan Hanasbei ini. Kecuali bahwa generasi berikutnya Papua yang sempat berjaya adalah Lody Roembiak, atau Lodewijk Roembiak. Generasi baru kelahiran Leiden Belanda ini lebih mendunia dan bahkan sampai ke klub Turki, Jerman dan Swiss.
Walaupun sangat dibanggakan oleh pemuda dan pencinta sepakbola dari Papua, namun Hanasby sebenarnya tidak menonjol selama di Belanda. Mungkin kebanggaan disandarkan pada fakta bahwa ada pemain asal Papua yang bisa hijrah ke Belanda. Itu memang bisa dipakai sebagai motivasi.
Makam Daniel Hanasby
Makam Daniel Hanasby
Makam Hanasbei
Eka Tanjung menemukan informasi menyangkut makam, tempat peristirahatan terakhir dari Daniel Hanasby. Pesepakbola pertama Papua yang sampai Belanda ini tutup usia pada 11 April 1983 dalam usia 44 tahun. Ia dimakamkan di Algemeene Begraafplaats Noordenveld di Nieuwegein. Dari penulisan makan Daniel Hanasbei,  tidak menyebutkan istri dan keturunan.

Namun sumber lain menyebutkan bahwa Daniel Hanasbei meninggalkan istri dan memiliki keturunan di Belanda. Perbedaan informasi ini berkaitan dengan perbedaan penulisan nama: Hanasbei, Hanasbey dan Hanasby


Minggu, Maret 15, 2015

Inilah Pemain Kedua Asia di Akademi Ajax

Ajax Amsterdam, salah satu klub terbesar Belanda menerapkan seleksi ketat dalam mencari pemain baru. Namun demikian sudah ada dua pemain kelahiran Asia yang tembus akademi de Toekomst.


Pemain pertama Asia adalah Hyun Jun Suk, striker Korea Selatan yang sempat mendapat kontrak di Ajax dari 1 Januari 2010 sampai 30 Juni 2011. Bakat Asia kedua yang pernah menjajal akademi de Toekomst di Duivendrecht Amsterdam adalah Chengkuai Wang.

Awal Oktober 2013, Ajax mengumumkan di websitenya, mencapai kesepakatan dengan Chengkuai Wang. Gelandang serang kelahiran Zhejiang, China pada 23 Februari 1995 itu menandatangani kontrak dua tahun di de Toekomst. (1 September 2013 - 1 September 2015.)

Wang dan TanjungPro
Dengan kontrak ini maka Chengkuai Wang bisa menamakan diri sebagai pebola pertama China yang bermain di Ajax. Dan sekaligus pemain kedua Asia yang mendapat kesempatan.

Belum sampai setahun berada di Amsterdam, Ajax sudah mengumumkan bahwa Wang pindah ke  SC Coimbrões, di liga tiga Portugis (Agustus 2014)

Di Tiongkok negaranya Wang mengenyam pendidikan di akademi Dalian Shide. Pada tahun 2009, Wang menjadi bagian dari timnas U14 China yang tampil di Piala Asia.

Pada bulan Agustus 2012, Wang juga menjalani trial di FC Barcelona. Pada tahun 2012 dan awal 2013 Wang menjalani uji coba bersama rekan senegaranya Wei Shihao di Ajax.

Wang menjalani laga perdana bersama Jong Ajax pada 11 November 2013 lawan De Graafschap. Di menit 63' ia menggantikan Branco van den Boomen. Pemain Tiongkok ini akhirnya sempat menjalani dua kali pertandingan untuk Jong Ajax.

Apakah akan ada pemain berikutnya dari Asia yang lolos seleksi Akademi Ajax? Dan kapan saatnya pemain Indonesia yang tembus de Toekomst?