Minggu, Agustus 30, 2015

Dua Pemain Keturunan Indonesia, Lolos Timnas Belanda

Danny Blind, pelatih baru timnas Belanda memanggil dua pemain #keturunan #Indonesia untuk laga menghadapi Finlandia, 3 September 2015 waktu Amsterdam. Dua pemain berdarah Indonesia ini masih muda tapi sangat menjanjikan.

Jairo Riedewald dan Kenny Tete, dua pemain keturunan Indonesia yang dipanggil bergabung dalam seleksi timnas Belanda yang dipersiapkan menghadapi Finlandia pada laga kualifikasi Euro 2016 di Prancis.

Berita yang menggembirakan bagi dua bakat ini. Sepakbolanda bertemu beberapa saat silam, ketika Jairo Riedewald baru akan bertolak ke Indonesia bersama Ajax Tour 2014 lalu. Sementara itu Kenny Tete ditemui awal tahun 2015 ini ketika ia masih menjadi bagian dari Jong Ajax dan belum tembus ke tim utama asuhan Frank de Boer.


Sepakbolanda Jumpai
Rabu mendatang ini momentum menegangkan bagi keduanya. Sebab seleksi timnas Belanda belum menjamin benar-benar akan diturunkan. Eka Tanjung dari TanjungPro.com menanti dengan sabar. Dan sudah mempersiapkan untuk menjumpai Jairo atau Kenny pada malam itu usai pertandingan.

Bertalenta
Menurut kalangan pengamat di Belanda, keduanya adalah pemain masa depan Belanda. Jairo sebagai pengejawantahan dari Frank Rijkaard, bek sentral legendaris Ajax, AC Milan dan timnas Belanda. Sementara itu Kenny yang juga pemain belakang, bek kanan. Dinilai punya kecepatan yang luar biasa dan fisik yang sangat kuat. 

Indonesia Tamat
Eka Tanjung akan hadir di stadion ArenA Amsterdam untuk menyaksikan dari dekat perhelatan yang cukup menegangkan itu. Kalau Jairo atau Tete benar-benar diturunkan malam itu maka Indonesia sudah tertutup untuk bisa menaturalisasi dan merekrut untuk memperkuat Timnas Garuda. 

Cekik Finlandia
Malam itu juga sangat penting bagi timnas Belanda untuk memenangi pertandingan lawan Finlandia. Jika mendengarkan Arjen Robben kapten bari timnas Belanda, maka timnas tuan rumah akan main all-out. "Kita harus cekik Finlandia." ungkap Robben.

Terlalu Muda
Dalam kondisi butuh hasil maksimal seperti itu tidak bijaksana untuk memasang pemain yang masih belum pengalaman seperti Jairo dan Kenny. Namun kita tidak mengenal karakter Danny Blind dengan baik. Ya sudah, kita tunggu saja .. malam itu! Atau Kamis dini hari waktu Indonesia... 


Sabtu, Agustus 29, 2015

Stefano Lilipaly, Sumbang Gol Penting Buat SC Telstar

Pic: RTV NH

Stefano Lilipaly #keturunan #Indonesia berperan penting dalam kemenangan klub barunya di Belanda. Setelah hambatan izin transfer dari klub lamanya teratasi, kini pemain naturalisasi itu bisa merumput lagi.


SC Telstar, Jumat kemarin akhirnya membukukan kemenangan perdana musim ini.  Di kandang sendiri klub berjuluk "Singa Putih" itu mengalahkan FC Emmen 2-1. Juru kunci di Jupiler League ini tertolong oleh gol Stefano Lilipaly, pemain naturalisasi yang sekarang bermain untuk klub yang berbasis di Velzen-Zuid itu.

Fano, panggilan akrab Stefano menciptakan gol pada menit ke 68', dengan memanfaatkan umpan terukur dari kiri. Gol ini sekaligus memecahkan kebuntuan kacamata 0-0. Dari berbagai sumber, Sepakbolanda menyimpulkan bahwa permainan Lilipaly sangat baik Jumat malam kemarin.

Kartu Kuning
Dipasang sebagai gelandang serang, Stefano memanfaatkan ruang dengan tusukan-tusukannya menerobos lini pertahanan lawan. Di menit ke 20' dia mengamas Kartu Kuning setelah melanggar Boy Deul dari FC Emmen.

Banyak Peluang
Peluang-peluang yang tercipta cukup banyak. Jelang akhir babak pertama mantan pemain Consadole Sapporo Jepang itu sejatinya sudah bisa mencetak gol. Namun bola yang sudah hampir mencium mulut gawang, dihalau oleh bek. Pada menit 56' kembali mantan pemain Persija itu mengancam gawang FC Emmen yang dijaga kiper Dennis Telgenkamp.

Pelatih SC Telstar, Michel Vonk kepada media mengatakan dirinya senang dengan kemenangan perdana di putaran ke lima liga Jupiler League musim ini. Kemenangan ini sangat penting dan pemain kelahiran 10 Januari 1990 itu berkontribusi positif pada laga kemenangan ini. "Baik perannya sebagai penyerang maupun, bertahan seperti yang saya minta, dijalankan dengan baik,"  demikian Vonk kepada RTV Noord Holland.

Sementara itu Stefano sendiri kepada media menyebutkan bahwa kemenangan ini merupakan awal dari kebangkitan tim Singa Putih dari Velzen-Zuid. "Setelah lama pasif, akhirnya saya bisa bermain laga resmi. Dan ini sangat baik untuk perkembangan saya dan tim. Semoga kedepannya akan semakin baik."

Eka Tanjung, jadi teringat ketika menyaksikan langsung pertandingan FC Utrecht - PSV Eindhoven 22 Januari 2012. Ketika itu penulis menyaksikan Lilipaly menjalani laga perdana bersama tim Utama FC Utrecht dan langsung mencetak gol. Di luar harapan, gol ini tidak bisa meyakinkan staf pelatih untuk memberi kontrak. Akhirnya itu menjadi awal dari kepindahannya ke FC Almere City.

Semoga saja dari pengalaman di SC Telstar ini, posisi pemain #naturalisasi menjadi makin mantap. Dari kawan-kawan di media sosial Indonesia muncul pertanyaan menarik: Soal status kewarganegaraannya WNI atau Warga Belanda. Dan juga mengenai kontrak resminya. Sebab menurut media Belanda, ia pindahan dari Consadole Sapporo, bukan Persija. Pertanyaan-pertanyaan menarik. Kita nantikan perkembangan selanjutnya.



Minggu, Agustus 02, 2015

Jika Ingin Sukses, Arthur Irawan Harus Garang

Sejak musim 2015-2016 ini Arthur Irawan, pemain sepakbola Indonesia di Waasland-Beveren Belgia memiliki pelatih baru. Stijn Vreven mantan bek kanan yang keras. Kalau ingin berhasil di mata pelatihnya maka tidak ada pilihan lain Arthur Irawan harus main keras! Atau dia akan bernasib seperti musim lalu, jarang dipasang.


Stijn Vreven yang menandatangani kontrak dua tahun di klubnya Arthur Irawan, mengharapkan anak-anak asuhannya bermental yang sama. Bermain keras demi memenangkan duel dan pertandingan. Dia tipe pekerja keras dan jelas bukan tipe pemain elegan. Sanksikan cuplikan videonya Vreven ketika bermain di liga Belanda. ADO Den Haag, FC Utrecht dan Vitesse Arnhem.



Dari cuplikan video di atas ini, kita sudah bisa menangkap tipe bek kanan yang sekarang menjadi pelatih Waasland-Beveren. Pesan Jelas Untuk Arthur Irawan. Stijn Vreven, coach baru Waasland-Beveren, klubnya Arthur Irawan di liga tertinggi Belgia, de Jupiler League, adalah mantan pemain bek kanan yang keras. Pernah dia berujar:"Dalam sepakbola, tidak ada salahnya untuk main habis-habisan seperti pertaruhan antara hidup-dan-mati."



Dengan modal filosofi 'siap mati' inilah dia menyeleksi pemain-pemain yang akan diturunkan. Jadi pesan untuk Arthur Irawan adalah, untuk bisa terseleksi oleh pelatih baru mu harus berani main all-out, bertempur di lapangan dengan 'bertaruh' nyawa. 110% effort di lapangan!

Steven Seagal
Eka Tanjung menduga, pelatih yang mirip dengan Steven Seagal, menilai Arthur Irawan terlalu lembut. Bek kelahiran Surabaya ini tidak bertampang segarang seperti Vreven dulu rambut gondrong dan suara serak-serak penyanyi blues.

Betah dan Happy
Dari perbandingan ini saja, Eka Tanjung mengkhawatirkan apakah Arthur Irawan akan betah dan happy berada di tim asukan mantan bek keras ini. Sebab setahu penulis Arthur adalah tipe yang berhati lembut, pemeluk teguh dan cinta sesama. Tidak terbayangkan Athur tega untuk menyikut muka lawan dan mengintimidasi.

Pikirkan Baik-baik
Sebaiknya dipikirkan baik-baik, apakah Arthur akan membuang waktu main di Waasland-Beveren ini. Apakah tidak lebih baik mencari klub yang lebih menggunakan taktis dan teknis semodel Ajax atau Barcelona. Semoga penulis salah duga, dan semoga Arthur sukses di bawah pelatih Stijn Vreven yang garang itu.

Selasa, Juli 07, 2015

Berita #Keturunan Indonesia di Ajax

Ajax Amsterdam merupakan klub Belanda yang menampung paling banyak pemain #keturunan #Indonesia. Baik di tim utama maupun di tim junior nya. 

Musim kompetisi 2015-2016 ini Ajax Amsterdam memiliki minimal 5 pemain #keturunan. John Heitinga, Jairo Riedewald, Kenny Tete, Darren Sidoel dan Ezra Walian. Simon Tahamata pelatih teknis Ajax Junior.



Darren Sidoel menandatangani kontrak 3 tahun sampai paroh 2018 di Ajax. Tawaran muncul setelah prestasi yang memuaskan sepanjang tahun. Bek kanan ini dinilai sangat solid menjaga lini. Khususnya untuk bola bawah, dia sangat tangguh melumpuhkan lawan.



John Heitinga sudah bergabung dengan Ajax yang sedang menjalani pemusatan latihan di Austria mempersiapkan kompetisi baru. Keturunan Indonesia ini, direkrut ke Amsterdam sebagai tenaga berpengalaman yang bisa menjadi faktor stabil atau panutan di skuad Ajax yang secara rata-rata usia masih muda. Frank de Boer, pelatih Ajax menyatakan gembira dengan kehadiran pemain berpengalaman seperti Heitinga. "Dia sangat profesional dan bisa membimbing para pemain muda. Seperti Jaap Stam dahulu di Ajax."



Jairo Riedewald, pemain keturunan Indonesia di Ajax ini juga sudah menjadi salah satu pemain penting di skuad asuhan Frank de Boer. Riedewald kelahiran 9 September 1996 di Haarlem itu baru memperpanjang kontrak di Ajax sampai 30 Juni 2019. Perpanjangan kontrak ini bisa diartikan bahwa Ajax memberi kepercayaan pada keturunan Indonesia ini.

Sementara itu Simon Tahamata, sudah sejak awal musim lalu menjadi pelatih di Junior di Ajax. Sebelumnya pemain keturunan Indonesia ini kepada Sepakbolanda mengatakan bahwa dia sangat mendukung jika para pemain #keturunan Maluku Belanda, memikirkan untuk bergabung dengan timnas Indonesia. Pemikiran ini sangat menarik karena, sebelumnya banyak kalangan Maluku yang masih ragu tentang partisipasi dengan timnas Indonesia.  Ungkapan oom Simon ini membuka kesempatan bagi generasi muda Maluku Belanda untuk memikirkan masa depan sepakbola bukan saja di Belanda tapi juga di Indonesia.



Ezra Walian saat berita ini diturunkan sedang menggelar clinic di Jakarta. Seperti dua tahun sebelumnya Ezra yang didampingi Glenn Walian sang ayah memberikan pelatihan teknik kepada beberapa anak dari panti Asuhan Mama Sayang di Jonggol dan di Jakarta. Beberpa hari mendatang mereka akan melanjutkan bagi ilmu dan bermain bersama dengan anak-anak remaja di Bandung.

Ezra ceria bersama anak-anak menuju ke lapangan.

Sementara itu Kenny Tete, pemain keturunan Indonesia di Ajax yang menurut penilaian Eka Tanjung, paling mampu berbahasa Indonesia paling baik. Setelah berbicara dengan Kenny dalam sebuah kesempatan usai pertandingan kompetisi, dia memang mampu berbicara lancar Bahasa Indonesia. Kenny Tete prestasi nya di Ajax semakin mantap. Bahkan banyak kalangan menilai Bek Kanan Ajax keturunan Indonesia ini menggeser posisi Richardo van Rhijn, yang selama ini jadi lini pertahanan yang solid. Tapi pada laga persiapan di Austraia, Tete dipasang sebagai pemain utama.
Bulan April 2015, Kenny Tete perpanjang kontrak di Ajax sampai 30 Juni 2018. Pada penandatanganan kontrak, hadir pula orang tua dan saudara Kenny. Ibunya tampak jelas sebagai wanita Indonesia.

Pic: Ajax.nl









Kamis, Juni 25, 2015

Berita Pemain Keturunan Indonesia di Eropa

Di musim panas ketika jeda kompetisi, para pemain #keturunan tetap aktif di dunia sepakbola. Ezra Walian, John Heitinga, Radja Nainggolan, Gio van Bronkhorst, Yussa Nugraha dll menghiasi pemberitaan di Eropa.

John Heitinga
Kamis hari ini John Heitinga #keturunan Indonesia, dipresentasikan sebagai pemain baru Ajax Amsterdam. Setelah berpetualang selama delapan tahun Heitinga kembali ke cinta lamanya di klub Amsterdam. Berbekal pengalaman di Atletico Madrid, Everton, Fulham dan Herta BSC di Jerman, ia kembali dengan ambisi untuk merebut kembali gelar juara liga Belanda bersama Ajax di musim depan. Setelah sehari sebelumnya menjalani tes medis, Kamis 25 Juni ini Ajax akan resmi mengumumkan Heitinga sebagai pemain baru, dengan kontrak satu tahun dan opsi perpanjangan satu tahun lagi.

Ezra Walian
Pemain Ajax Junior A itu mengakhiri musim kompetisi dengan dua perolehan yang bisa dibanggakan. Pertama Ezra berhasil membantu rekan-rekan di team A1 meraih gelar juara kompetisi junior. Sementara itu #keturunan Indonesia ini baru saja mendapatkan raport yang bisa dibanggakan. 

Glenn Walian, ayah kandung Ezra, kepada Eka Tanjung dari Sepakbolanda mengatakan bahwa, putranya baru menerima raport dengan hasil yang baik. Tahun depan pemain yang masih mengantongi kontrak di Ajax sampai medio 2017 itu, masih bisa mengombinasikan dengan studi tingkat 5 Havo. Dengan kata lain dia akan menjalani ujian SMA mulai tahun depan. Setahun kedepan merupakan tahun yang lumayan berat karena menjalani kegiatan paralel antara sekolah dan sepakbola. 

Walau pun akan menghadapi tahun berat, dia tetap ingat akan negeri leluhurnya Indonesia. Bulan Juli 2015 ini, untuk ketiga kalinya ia akan menggelar clinic di Jakarta dan Bandung, di antaranya di panti asuhan. Tanggal 30 Juni 2015, Ezra dan Glenn akan tiba di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, dengan pesawat KLM.

Radja Nainggolan
Pemain terbaik AS Roma musim lalu adalah #keturunan Indonesia. Radja Nainggolan, didukung 52 persen supporter AS Roma dipandang paling konstan sepanjang musim. Tidak heran jika klub Roma ini akhirnya menebus Radja Nainggolan menjadi 100% milik AS Roma. Sebelumnya separoh andil kepemilikan Ninja, julukan Radja itu, masih ditangan Cagliari. Sejak Rabu 24 Juni ini, sepenuhnya dia akan mengabdikan diri pada klub Roma Italia. Berita ini sekaligus menyingkirkan berbagai spekulasi soal kepindahan Radja ke Real Madrid, Manchester United maupun Juventus.

Giovanni van Bronkhorst
Pelatih anyar Feyenoord, Gio van Bronchorst sempat menjadi perbincangan media Belanda, karena masih ada keraguan tentang ketegasan dari coach #keturunan Indonesia di formasi Rotterdam itu. Berbagai kalangan setuju bahwa Gio memiliki jaringan dan track record yang baik, sehingga bisa memberikan dampak positif dalam menemukan pemain baru. Sebagai contoh, kepulangan Dirk Kuyt ke stadion de Kuip merupakan salah satu imbas positif Gio. Namun demikian kalangan yang mengenal Gio, melihat pelatih ini masih terlalu 'hijau' dan cenderung terlalu ramah. "Padahal di profesi coach Feyenoord butuh ketegasan dan sikap keras. Setiap ucapan yang keliru bisa menjadi bumerang," demikian ungkap rekan sesama pelatih yang mengenal Gio.

Yussa Nugraha
Yang terakhir pada ulasan kali ini adalah Yussa Nugraha, penyerang muda di sc Feyenoord Rottedam ini meraih sukses bersama teamnya. Mulai musim depan Yussa dan timnya akan berlaga di devisi 1, satu tingkat lebih tinggi dari sekarang. Eka Tanjung dari Sepakbolanda, sangat bangga namun juga ingin menjaga, agar kemajuan ini tidak menjadi batu sandungan bagi bocah kelahiran Solo Jawa Tengah itu.  

Edi Nugraha
Sebagai ayah,  Edi sangat memahami akan perkembangan putranya. Selain bangga juga tetap waspada. Semakin tinggi level kompetisi semakin besar pula godaan dan juga kemungkinan untuk jatuh. Perhatian yang melimpah dari media dan publik bisa menjadi penghambat perkembangan. Sementara itu sang anak juga mengenal ups and downs dalam kehidupan sebagai remaja. Dengan bimbingan yang baik dari orang tua dan lingkungannya, Yussa diharapkan mampu mengkombinasikan antara sekolah dan sepakbola. Sebab keduanya sama-sama penting. 




Senin, Juni 22, 2015

Murah dan Gratis nonton Ajax, PSV dan Feyenoord

Liga Sepakbola di Belanda, de Eredivisie dimulai pekan pertama Agustus 2015. Sebelumnya klub akan melakukan persiapan diri menyambut kompetisi 2015-16. Kalau kawan ingin menyaksikan tim barunya PSV, AJAX dan Feyenoord melakukan persiapan, bisa nonton salah satu acara ini.


Sebagai pelaku usaha sepakbola, Eka Tanjung menerima daftar kegiatan pra-musim Ajax, PSV, Feyenoord dan lainnya. Jika Anda adalah penyuka sepakbola dan kebetulan berkesempatan, maka jangan sia-siakan untuk bertemu para bintang bola Eredivisie. Beberapa acara di antaranya bisa disaksikan tanpa keluar biaya alias Gratis.