Senin, November 17, 2014

Ferdyan (Didik) Pebola Cilik Dikebumikan Selasa Besok di Amsterdam

Ferdyan, pemain sepak bola cilik #keturunan Indonesia yang meninggal dunia beberapa hari silam akan dikebumikan Selasa besok 18 November 2015 di Amsterdam. Silakan hadir.


Dedi Sjamsudin dari mesjid Indonesia Euromoslim di Amsrterdam menyampaikan berita ini kepada Sepakbolanda. Komunitas ini yang mengurusi jenazah Ferdyan dari prosesi memandikan sampai pemakaman. 


"Sungguh luar biasa atas penghormatan kepada Ferdyan ini, jika kawan-kawan Indonesia di Belanda berkenan hadir di tempat."

Bagi kawan yang berminat 'mengantar' Didik (Ferdyan) ke tempat peristirahatan terakhir di Amsterdam bisa melakukannya dengan dua cara:

1. Ikut shalat Jenazah setelah Dzuhur 
Waktu: 12:25 Waktu Belanda
Lokasi: Mesjid Euromoslim 
Ekingenstraat 7 Amsterdam 

2. Langsung ke pemakaman:
Waktu: kira2 jam 13.00 - 13.15.
Lokasi: "Nieuwe Ooster" 
Rozenburglaan 5 Amsterdam. 

Semoga kawan-kawan berkesempatan mengantarkan almarhum dan memberikan dukungan mental dan doa kepada keluarga.

Bocah Indonesia berusia 10 tahun yang bermain sepak bola di klub Amsterdam SDZ ini, meninggal dunia akibat penusukan.
 

Minggu, November 16, 2014

Pesepakbola Cilik Indonesia Meninggal di Belanda

Sumber: AT5

Bocah Indonesia berusia 10 tahun yang bermain sepak bola di klub Amsterdam SDZ, meninggal dunia akibat penusukan. Pelakunya seorang dewasa 46 tahun, konon ayah kandungnya sendiri.

Update: Pemakaman Berlangsung Selasa besok di Amsterdam.

Sepakbolanda bersedih dan berkabung membaca berita nasional Belanda itu. Hampir semua media besar dan kecil mengabarkan musibah ini. Kamis 13 November malam hari disebutkan "Seorang bocah laki-kali 10 tahun meninggal akibat penusukan." Baik ayah maupun ibunya berasal dari Indonesia.
Sumber: Facebook

Pendiam Ramah
Regu penolong tidak berhasil menyelamatkan bocah yang bersimbah darah di Spaarndammerbuurt Amsterdam. Anak malang bernama Ferdyan itu di mata tetangga dan kawan-kawannya dipandang sebagai anak yang Pendiam, tapi ramah. "Dia anak pendiam. Tapi selalu menyapa kalau berpapasan," ungkap seorang tetangga kepada media Belanda.


Pelaku?
Penyidikan sekarang ditangani pihak berwajib. Kemungkinan besar kepolisian Belanda akan melaporkan perkembangan kasus ini, baik soal pelaku maupun motif perbuatannya. Dalam tulisan ini Sepakbolanda tidak akan menyoroti terlalu jauh soal pemeriksaan pelaku.


Sebagai pengamat sepak bola #keturunan, Eka Tanjung dari Sepakbolanda terpukul membaca berita ini. Se harian mendalami kasus ini dan mulai mengenal kehidupan Almarhum Ferdyan lewat Facebook dan juga pemberitaan di socmed, media sosial. 

Dari laman Facebooknya, Sepakbolanda mendapat kesan dia anak yang pendiam, ramah, sayang pada orang tua dan keluarga. Tidak mau membicarakan aib keluarga ke orang lain. Ferdyan oleh keluarga dan teman-teman Indonesia biasa disapa Didik. Ia juga akrab dengan keluarga besarnya di Indonesia. Beberapa bulan lalu dia terlihat sangat senang berlibur ke Indonesia bertemu keluarga.

Madiun
Sejak musim 2014-2015 ini, Didik yang masih memiliki banyak keluarga di Madiun Jawa Timur itu bermain sepak bola di klub SDZ. Pelatihnya menamani Ferdyan, yang berposisi bek "pemain yang bermental sepak bola baik."

"Dia anak yang tenang, ramah dan selalu terlibat permainan," ungkap coach Dimitry Jansen. 

Semangat
Di klub avv SDZ, Ferdyan sudah dua tahun aktif sebagai kandidat pemain kompetisi. Baru musim ini dia terseleksi untuk kompetisi. Kegiatan setiap minggunya, dua kali latihan dan satu kompetisi di tim E6. "Kita bisa melihat, dia sangat semangat. Ketika baru diganti pemain lain, dia sudah bertanya 'kapan saya bisa masuk lagi?'" 



Klub Berkabung 

Pihak klub sangat terkejut dengan berita kematian Ferdyan Sjarifudin ini. "Sangat menyedihkan sekali. Membayangkan keadaan di keluarga itu." Sebagai ungkapan hormat kepada almarhum, maka klub avv SDZ membuat tempat khusus untuk ungkapan berkabung dan berbelasungkawa. 

Mengheningkan Cipta
Selain itu, semua pertandingan sepak bola klub SDZ, dimulai dengan mengheningkan cipta se menit mengenang bocah malang ini.


Ferdyan selalu datang tepat waktu untuk latihan, dan dia biasa datang sendirian. Terkadang naik sepeda dan kadang naik kendaraan umum. Hal ini disampaikan para pembimbing dan coachnya di klub. "Dia tidak pernah cerita tentang situasi di rumah."

Pelatih Jansen mengatakan hanya sekali saja bertemu ayahnya. "Anak-anak biasanya ditemani orang tuanya ke latihan. Saya salut pada dia (Didik) yang selalu datang sendirian."

Mandiri
Walaupun usia masih 10 tahunan tapi dia mandiri. "Setelah latihan Rabu malam, dia memberanikan diri minta izin ke ortu lain untuk numpang ke laga kompetisi away hari Sabtu."

"Ketika saya tanyakan kemana ayahnya. Dia katakan ayahnya ke mesjid atau tidak suka sepak bola," tutur pelatih kepada media Belanda, Parool

Kesan Baik
Hidupnya yang hanya 10 tahun, tetapi meninggalkan kesan yang baik bagi teman dan lingkungannya. 


Sekolahnya Spaarndammerhout menggelar acara khusus mengenang fan Ajax dan Real Madrid itu. Mereka juga melakukan mars berkabung dari sekolah ke rumahnya. Di dinding apartemen tampak ada tulisan "Waarom? R.I.P. Ferdyan" Mengapa?  Di tempat itu tetangga maupun kawan-kawan bisa meletakkan kenangan dan perpisahan dengan korban. 

Indonesia kehilangan pemain sepak bola cilik di Belanda. Walaupun bukan bakat yang luar biasa, namun kepergiannya terlalu cepat. Semoga arwahnya pergi dengan tenang dan mendapatkan tempat yang paling baik di sisi Allah. Amiin.

Tulisan ini menggunakan berbagai sumber:

Jumat, November 07, 2014

Fans Ajax Perlu Beli Jersey Baru

©Ajax.nl

Fans Ajax Amsterdam perlu membeli jersey baru. Klub kebanggaannya punya sponsor baru jersey, Ziggo.


Mulai 1 Januari 2015, tim senior Ajax menyandang jersey baru dengan logo Ziggo. Setiap tahun klub Amsterdam menerima sekitar €10 juta. Bagi fans sejati Ajax tentunya perlu pakai kaos berlogo baru seperti halnya pemain-pemain kebanggaan. 

Rabu, November 05, 2014

Pemain Keturunan Ini Membelot Untuk Sukses!

Michael Timisela pemain #keturunan sukses bersama Hammarby IF Swedia. Ahad kemarin timnya memastikan diri sebagai juara liga dan promosi ke liga tertinggi Allsvenskan.


Timisela sendiri menuliskan suksesnya di dinding Facebook, dengan tekst "Best day." Hari terbaik. Sejak dua tahun ini bek kanan #keturunan ini bermain di Swedia. Sebelumnya ia mengenyam pendidikan sepak bola di Ajax Amsterdam. Bahkan dia pernah menyandang seragam tim utama Ajax. 

Almere City FC Buka Pendaftaran Acara Jaring Bakat

Almere City FC klub divisi dua Belanda, Jupiler League membuka pendaftaran untuk acara jaring bakat. Klub yang berafiliasi dengan Ajax Amsterdam ini ingin menemukan bakat-bakat baru untuk akademi pembibitan.


Almere City mengumumkan pembukaan seleksi lewat websitenya. Disebutkan bahwa seleksi "Talentendag"  atau Hari Talenta ini digelar pada 18 Januari 2015. Bocah pria dan wanita kelahiran antara 2003 s/d 2006 bisa mengikuti seleksi ini.

Kandidat bisa mendaftar dengan mengisi formulir online: Inschrijven Almere City FC

Senin, November 03, 2014

Pemain Keturunan Indonesia di Eredivisie Pekan 11

Pekan ini #keturunan Indonesia tampil di berbagai laga liga tertinggi Belanda, de Eredivisie. Berikut rangkumannya. Joey Suk, Kenny Tete dan Mark van der Maarel tidak Main.



Jairo Riedewald

Bek muda Ajax #keturunan Indonesia ini diturunkan pada laga melawan Dordrecht di Stadion ArenA Amsterdam. Pelatih Ajax Frank de Boer memberi kepercayaan pada bek kelahiran 9 September 1996 itu. Jairo dipasang sebagai starter. Pada menit ke 63' ia digantikan oleh Thulani Serero gelandang asal Afrika Selatan. Pertandingan ini berakhir kemenangan telak #Ajax 4 - Dordrecht 0. Jairo sempat berkunjung ke Indonesia, Mei 2014 lalu bersama tim Ajax. Ia berjumpa dengan keluarganya di Indonesia.

Matthew Steenvoorden

Bek #keturunan Indonesia di Feyenoord, Mathew Steenvoorden tidak diturunkan pada laga Feyenoord menjamu Zwolle di stadion de Kuip Rotterdam. Mathew yang mengaku memiliki akar di Semarang itu menjadi pemain cadangan. Pelatih Feyenoord, Fred Rutten memilih Sven van Beek dan Luke Wilkshire untuk menjaga lini Belakang.  2-0

Mark van der Maarel

Bek keturunan Indonesia di FC Utrecht, Mark van der Maarel tidak bermain dalam laga kemenangan 3-1 atas Vitesse Arnhem. Pasalnya karena Mark harus menjalani skorsing karena Kartu Merah yang dideritanya pada laga sebelumnya lawan PSV Eindhoven. Kepada Eka Tanjung dari Sepakbolanda, Mark mengatakan dirinya kecewa dengan skorsing. Pelatih FC Utrecht, Robby Alfen menurunkan Gevero Markiet sebagai penggantinya. Mark van der Maarel diharapkan kembali lagi ke skuad FC Utrecht pada laga berikutnya.

Xander Houtkoop

Gelandang serang #keturunan di ADO Den Haag ini, dimainkan sejak menit ke 57' menggantikan Kevin Jansen. Xander Houtkoop yang mantan pemain Go Ahead Eagles itu kepada sepakbolanda mengatakan bahwa jam terbangnya di Den Haag masig belum sepanjang di Go Ahead. Namun winger kelahiran 26 Maret 1989 itu tetap optimis. "Saya belum sepenuhnya mendapat kepercayaan sebagai starter, tapi saya terus berusaha dengan bermain baik."

Jeffrey Rijsdijk - Joey Pelupessy

Dua pemain #keturunan bersaing pada laga di Deventer. Jeffrey Rijsdijk memperkuat tim tuan rumah Go Ahead Eagles  dan  Joey Pelupessy bermain untuk tim tamu Heracles Almelo. Kali ini tim tamu bermain lebih baik sehingga Joey meraih kemenangan 1-3 dan pulang membawa angka penuh. Dengan kemenangan ini Heracles bisa melepaskan diri dari posisi Juru Kunci liga Eredivisie. Joey Pelupessy digantikan pada menit ke 46' oleh Minalo Koenders.

Jeffrey Rijsdijk mendapat kepercayaan dari pelatih Fooke Booy untuk bermain penuh. Umpan matang Rijsdijk menghasilkan gol pertama Go Ahead lewat sundulan Marnix Kolder di menit ke 8. Situasi berbalik di babak kedua ketika Go Ahead kehilangan satu pemain penting Turuc karena Kartu Merah.

Thom Haye

Sementara itu pemain #keturunan di AZ Alkmaar, Thom Haye juga mendapat kepercayaan pelatih John van den Brom sebagai starter pada laga menjamu Excelsior yang berakhir imbang 3-3. Thom kelahiran 19 Februari 1995 ini berkontribusi dalam salah satu gol AZ. Pertandingan berlangsung menarik dan penuh spektakuler. Thom yang menyandang jersey nomor 20 itu akhirnya ditarik pada menit 67' dan digantikan Ridgeciano Haps.

Tom Hiariej - Joey Suk

Pertandingan Groningen - NAC  sejatinya bisa jadi ajang adu kebolehan antara dua #keturunan Tom Hiariej dan Joey Suk. Namun hanya Tom Hiariej di FC Groningen saja yang diturunkan pada laga di stadion Eurobord Groningen itu. Tom gelandang kelahiran 25 Juli 1988 itu mendapat kepercayaan penuh oleh pelatih Groningen, Erwin van de Looi. Tom bermain dominan dan berkontribusi besar dalam kemenangan atas NAC. Umpan sontekan di menit 2' dimanfaatkan dengan baik oleh Tjaronn Chery. Kedudukan 1-0 itu bertahan sampai wasit meniup peluit panjang.

Sedangkan Joey Suk pemain #keturunan Indonesia yang pernah menjalani proses naturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia itu harus puas sebagai pemanain cadangan di NAC Breda. Gelandang 'box-to-box' bernomor jersey 14 itu sejauh kompetisi ini belum mendapat kepercayaan penuh dari mantan pelatih Nebojsa Gudelj maupun pelatih sementara saat ini Eric Hellemons.

Saat ini NAC Breda sedang mencari pelatih baru, disebutkan beberapa kandidat antara lain Erns Faber, asisten pelatih Philip Cocu di PSV.