Sabtu, Mei 25, 2013

John Heitinga Rindu Pada Tanah Leluhur

John Heitinga berkicau di Twitter tentang rencananya ke Indonesia bersama timnas Belanda dalam rangka laga persahabatan lawan tim Indonesia, 7 Juni mendatang ini. Bagi Heitinga, ini adalah perjalanan pertamanya ke negeri tempat lahir ayah dan kakeknya.



Membaca ungkapan Tweet ini, Sepakbolanda teringat kembali perjumpaan dengan John Heitinga di Stadion ArenaA Amsterdam, September 2011. Ketika itu bek Everton Inggris itu baru selesai laga timnas Belanda lawan San Marino. John bahkan mencetak gol ketiga lewat sundulan kepala.


Berikut saduran tulisan di Radio Nederland itu:

Dugaan pencinta sepakbola Indonesia tentang Johnny Heitinga ternyata benar. Bek tangguh timnas Belanda dan Everton FC itu membenarkan dirinya keturunan Indonesia.

John Heitinga menyampaikan kepada Radio Nederland bahwa dirinya benar punya darah Indonesia. "Ayah saya benar berasal dari Indonesia. Dan lahir di Jakarta."  Jawaban ini menghapuskan segala keraguan dan simpang siur tentang status keturunan pemain nasional Belanda yang aktif di Everton FC Inggris itu.
Belitung-Jakarta
Ronald Heitinga, paman Johnny dalam bincang telepon dengan Radio Nederland membenarkan ke-Indonesiaan ini. Gijsbert Johannes Heitinga kakek John berasal dari Pulau Belitung. Rob ayah John lahir di Jakarta. Keluarga besar Heitinga hijrah ke Belanda akhir tahun 1950an. "Kami enam bersaudara semuanya laki-laki. Empat lahir di Jakarta dan dua di Belanda. Kami pindah ke Belanda tahun 1959."


Ingin ke Indonesia
John adalah satu-satunya, keturunan ke tiga Heitinga yang menjadi pemain sepak bola. John Gijsbert Alan Heitinga itu menyadari dirinya tidak bisa bahasa Indonesia tapi secara bathin punya hubungan dengan negara kelahiran ayahnya, Rob. "Saya kadang mengikuti perkembangan sepakbola Indonesia, publik di sana sangat antusias sekali ya,"  tuturnya kepada Radio Nederland.
Defender kelahiran 15 November 1983 itu mengatakan dapat masukan dari keluarga dan juga info tentang sepakbola Indonesia dari Giovanni van Bronckhorst yang tahun ini (2011 red.) baru melawat ke Indonesia. Tampaknya latar belakang garis keturunan dan perkembangan sepakbola Indonesia mendorong pria kelahiran Alphen aan den Rijn itu untuk mengunjungi tanah leluhur.

Akhirnya rencana akhir 2011 baru bisa terlaksana Juni 2013. Semoga saja kesan pertamanya mengunjungi tanah leluhurnya, positif.




Turnamen Robin van Persie 2013, Sangat Istimewa

Turnamen Internasional Robin van Persie, kembali menarik banyak bakat usia bawah 10 tahun dari berbagai klub-klub besar Eropa. Sudah biasa pemain timnas Belanda menghibahkan namanya untuk turnamen pengembangan bakat. Robin van Persie International Cup berlangsung Sabtu hari ini.


Kejuaraan internasional kelompok usia U-9 dan U-10 ini berlangsung di kompleks sport VDL Maassluis. Secara resmi turnamen ini diselenggarakan oleh Akademi Feyenoord. Inilah satu-satunya turnamen Feyenoord Akademi bersekala internasional. Dengan bangga klub Rotterdam itu boleh memakai nama "Salah satu pemain terbaik dunia."

Peserta
Turnamen ini diikuti klub-klub Eropa: Manchester United, Tottenham Hotspur, West Ham United, Bayer Leverkusen, Borussia Mönchengladbach, Anderlecht dan PSV  pada Sabtu 25 dan Minggu 26 Mei ini.



Sobat yang kebetulan berada di sekitar Rotterdam atau Maassluis bisa mampir nengok ke turnamen ini. Apalagi kalau kebetulan fans ManU pula. Wah hukumnya jadi wajib. 

Karena di sana bisa berfoto di samping Trofi Juara Premier League. Hanya untuk hari ini ManU mengistimewakan Pialanya dibawa Rotterdam. Karena belum pernah sebelumnya, bokal ini keluar dari Inggris. Wajar saja karena yang meminjamnya Robin van Persie.
Harga karcis masuknya 3 euro per orang per hari. Untuk adik-adik sampai usia 12 tahun, boleh nonton gratis.  Alamatnya: Sportpark Sportlaan 1 Maassluis. Info lebih jauh tentang turnamen ini bisa dibaca di Facebook: International Robin van Persie Tournament.


Jumat, Mei 24, 2013

Penantian Joey Suk, Van der Maarel dan Xander Houtkoop

Dua klub diperkuat pemain keturunan Indonesia. FC Utrecht dan Go Ahead Eagles membuka peluang menoreh prestasi. Utrecht diperkuat Mark van der Maarel bisa lolos babak Europa League dan The Eagles, didukung Xander Houtkoop berpeluang besar promosi ke Eredivisie.


Europa LeaguaKamis malam waktu Belanda, FC Utrecht meraih kemenangan telak 0-2 pada laga tandang play-offs ke FC Twente memperebutkan satu ticket ke Europa League. Pertandingan penentuan digelar Ahad di kandang sendiri di stadion Galgenwaard Utrecht. 

Kejutan
Mengantongi 2 gol tanpa balas, tim asuhan Jan Wouters kemungkinan besar bisa menyisihkan FC Twente. Hasilnya baru bisa diketahui Senin pagi WIB. Mark van der Maarel dan FC Utrecht dipandang sebagai kejutan musim ini, karena dengan permainan yang kompak dan menarik berhasil meraih urutan 5 Eredivisie.

Kamis, Mei 23, 2013

Yussa Nugraha Masuk Tim D1 VV Scheveningen



Yussa Nugraha, bocah asal Nusukan Solo Indonesia berhasil lolos seleksi klub SV Scheveningen dekat Den Haag Belanda. Mulai musim 2013-2014 ini tuntutan bagi Yussa makin berat, karena kompetisi di tim D1 ini lebih ketat dari klubnya tahun lalu.


Kepada Sepakbolanda, Yussa mengirimkan berita."Hallo om Djenol Tanjung, Yussa hari ini resmi gabung di Scheveningan VV di tim D1." Kabar gembira ini sekaligus menunjukkan bahwa pihak staf teknis melihat bahwa anak kelahiran Surakarta ini bisa memberikan kontribusi dalam tim.

"Pelatih Pieter de Klerck menyampaikan ke Yussa langsung. Dia memastikan saya direkrut dalam teamnya tanpa harus mengikuti tes lagi," demikian lanjut Yussa Nugraha. Tampaknya tim teknis sudah mengamati kemampuan bocah ini ketika mengikuti seleksi bakat di ADO Den Haag. 

VV Scheveningen memiliki kerjasama langsung dengan ADO Den Haag. Sudah sering kali pemain Scheveningen ditarik ke tim-tim junior ADO. Bahkan pemain keturunan Indonesia Leroy Resodihardjo juga sempat ditarik ke ADO Den Haag ketika dia bermain baik di Scheveningen.

Sebelumnya Edi Nugraha, ayah Yussa menyatakan siap memberikan dukungan penuh kepada putranya. 

"Ini kesempatan emas om Djenol. Walaupun saya kurang faham sepakbola, kami akan memberi support penuh kepada Yussa. Di Belanda ini pihak klub tidak tebang pilih dalam melakukan seleksi. Asal kita mau kerja keras, mereka akan menghargai kita. Kami mereka dihargai lah," ungkap Edi kepada Sepakbolanda.