Senin, September 01, 2014

Klub Arthur Irawan, Makan Korban

Waasland-Beveren, klub baru Arthur Irawan pada pertandingan ke enam kompetisi tertinggi Belgia akhirnya meraih kemenangan. Sukses ini berdampak pada pemecatan pelatih Belanda di Belgia.

Sabtu 30 Agustus 2014 kemarin Waasland-Beveren belum bisa menurunkan Arthur Irawan, karena masalah administrasi yang belum rampung. Bermain di kandang sendiri, formasi Beveren mengalahkan Lierse SK 2-0. Akibat kekalahan ini Lierse terperosot ke posisi juru kunci di urutan 16 liga Pro League.




Lierse mengakhiri pertandingan hanya dengan sembilan pemain. Dua pemainnya diganjar kartu merah. Kekalahan memalukan itu menelan korban pemecatan Stanley Menzo, pelatih asal Belanda.

Mantan kiper Ajax dan timnas Belanda itu dinilai bertanggungjawab atas hasil "Lierse berterimakasih kepada Stanley atas kontribusinya dalam satu setengah tahun ini, kami berharap semoga sukses di kemudian hari," pernyataan direksi. 


Stanley Menzo sendiri menanggapi pemecatannya dengan gamblang: "Menyakitkan hati, kalau harus berpisah dengan klub yang saya senangi. Tetapi dengan dengan bangga, saya bisa mengatakan telah melakukan maksimal selama satu setengah tahun ini.  Saya pun berharap Lierse bisa sukses dimasa mendatang."

Arthur Irawan menandatangani kontrak setahun di Waasland-Beveren dengan kemungkinan perpanjangan satu tahun. 

Minggu, Agustus 31, 2014

Ini Alasan Klub Belgia, Ambil Arthur Irawan

Pic: www.sport.be

Dalam hitungan jam, klub Belgia Waasland-Beveren merekrut dua pemain muda. Arthur Irawan dari Indonesia dan bek tengah Portugal Hugo Sousa. Sepakbolanda melihat beberapa alasannya?

Pada 28 Agustus 2014, klub liga tertinggi Belgia, Waasland-Beveren berhasil mendapatkan tanda tangan dua pemain muda berbakat dari Indonesia, Arthur Irawan dan Hugo Sousa. 


Bek tengah Portugal ini membubuhkan tanda tangan beberapa jam setelah Arthur. Keduanya sama-sama pemain belakang. Sousa berusia 22 tahun dan berasal dari Sporting Lissabon Portugal.  Musim lalu Sousa bermain di tim B Sporting. Dan beberapa kali memperkuat timnas junior Portugal.


Pic: www.waasland-beveren.be

Kamis, Agustus 28, 2014

Arthur Irawan Main di Liga Tertinggi Belgia

Arthur Irawan, menandatangani kontrak setahun di klub liga tertinggi Belgia, Waasland-Beveren. Pemain belakang berusia 21 tahun asal Surabaya itu merupakan satu-satunya pemain kelahiran Indonesia yang berlaga di liga tertinggi Belgia.

Waasland-Beveren sendiri yang mengumumkan kedatangan pemain Indonesia ini dengan mengambil judul. "Irawan Perkuat Lini Pertahanan Kanan." 

Irawan kelahiran 03 Maret 1993 berstatus bebas kontrak atau free agent dari Malaga CF. Kontrak main di stadion de Freethiel untuk se musim dengan opsi perpanjangan satu musim.

Rabu, Agustus 13, 2014

Otten Cup Turnamen U19 Bergengsi di PSV Eindhoven

Peserta Otten Cup 2014

Belanda terkenal memiliki berbagai turnamen sepak bola kelompok usia muda. Turnamen U13, U15, U17 sampai U19 mempertemukan klub-klub berbagai negara dan benua. 



Setelah Future Cup di Ajax, Copa Amsterdam di Olimpia Stadion, Varsseveld U17menyusul Copa del Agatha dan Otten Cup di PSV. Turnamen di Belanda diminati berbagai klub dari Eropa dan Amerika Latin. Event sepak bola yang berlangsung beberapa hari ini merupakan kesempatan bagi klub untuk mempersiapkan diri menyambut musim baru kompetisi.

Selain itu para pemain Amerika Latin, khususnya Brasil dan Afrika, ini merupakan kesempatan unjuk kebolehan di depan publik Eropa. Klub-klub besar mengirimkan puluhan pemburu bakat ke turnamen-turnamen ini. 

Juni lalu Ajax memantau tiga pemain Ajax Cape Town yang berpartisipasi di AEGON Amsterdam Cup. Sementara itu scout-scout membanjiri Copa del Agatha dan Otten Cup mencari bintang baru kaliber Neymar ataupun Messi. 

Rabu, Agustus 06, 2014

"Saya Melatih Otak, Bukan Kaki"

Louis van Gaal, sedang hot.  Manager baru Manchester United disanjung sejak mampu mengantarkan klub urutan ke tujuh Liga Inggris musim lalu menjuara Champion Cup di Amerika Serikat. 


Tegas, Jelas
ManU menggilas tim-tim papan atas Eropa. Real Madrid disingkirkan dengan 3-1. Liverpool disudahi di final 3-1. Mantan pelatih Timnas Belanda itu disebut mampu mengembalikan kepercayaan pemain dan tim.  Kebanyakan pemain menyanjungnya. "Dia (Van Gaal) pelatih yang tegas. Tapi jelas," ungkap Wayne Rooney, kapten ManU.

Rooney Ceria
Striker gempal itu pun tampak sumringah dalam dua pekan bersama Van Gaal di Amerika. Keceriaan yang tidak ditemukan pada si Wazza, sepanjang musim lalu bersama David Moyes.



"That's a stupid question" di detik: 52"

Bedakan saja ungkapan David Moyes ketika memulai tugas di ManU. Dia berkata semacam: "Saya merasa sangat terhormat mendapatkan tugas ini." Ini menandakan bahwa Moyes merasa jabatan manajer masih di atas kemampuannya.

Sementara Van Gaal memulai tugas di ManU dengan mengatakan, "pekerjaan ini cocok buat saya." Dia merasa bahwa kualitasnya memang sudah pas buat ManU. "Saya pernah menangani Barcelona, juara Spanyol. Melatih Ajax nomor satu di Belanda. Melatih tim nomor satu Bundesliga, Bayern. Sekarang saya memegang tim nomor satu Inggris," katanya pada konferensi pers mengawali tugasnya di Manchester.



Detik 3':16" "Melatih tim nomor satu Spanyol... nomor satu Inggris."

Dengan ungkapan itu maka sebenarnya, Van Gaal sudah mengatakan mampu menjadikan ManU juara Inggris. Dia tidak menyebutkan waktunya, tapi dia yakin bisa.

Percaya Diri
Menurut Sepakbolanda: hanya pelatih yang punya kepercayaan diril yang tinggi lah, yang mampu menulari kepercayaan diri pada tim.

Seperti halnya Johan Cruyff, Van Gaal sudah merupakan legendaris sepak bola yang punya ciri dan cara sendiri. Van Gaal adalah manajer yang ingin pegang semua kendali. Berbekal buku tulis, dia mencatat semua hal yang dinilainya penting. Dan hal-hal itu banyak sekali.

Kepada media di Inggris, Van Gaal mengatakan: " Saya melatih otak, bukan kaki." Dengan ungkapan-ungkapan khas semacam itu, awak media sangat senang menemukan kutipan orisinal.

Konfrontasi Media
Selama di Belanda menangani AZ, Ajax dan Oranje, tidak jarang juga Van Gaal mencari konfrontasi dengan awak media yang mewawancarainya. Sikap melawan dan marah Van Gaal itu, menurut Sepakbolanda punya tujuan. Van Gaal biasanya memasang badan untuk melindungi para pemain dan stafnya yang sedang jadi sasaran kritik.



Pasang Badan
Sepakbolanda tidak pernah memergoki Van Gaal mengamini kritikan wartawan tentang pemain asuhannya. Dengan melakukan perlawanan dan menyalahkan media, saat wawancara dia mencoba mengalihkan sasaran tembak. "That's a stupid question," jawabnya.

Kalau Manchester United bermain berdasarkan filosofi Van Gaal, maka Sepakbolanda tidak heran kalau ManU sudah akan juara musim depan ini. Berbahagialah para fans Manchester United!

Selasa, Agustus 05, 2014

Ezra Walian Berlatih Keras

Setelah sukses melakukan acara bakti sosial di Indonesia, Ezra Walian pemain #keturunan Indonesia mulai kembali dengan latihan keras menyiapkan kompetisi baru.


Ditemui di Bussum, Ezra sedang melakukan latihan fisik dan tendangan di lapangan Bussumse Football Club. Latihan private ini berlangsung selama dua jam penuh. Menurut Glenn Walian, latihan ini diperlukan untuk memulihkan stamina dan kondisi putranya Ezra.



Selama hampir empat pekan Ezra nyaris tidak melakukan latihan secara serius. Walaupun memberikan berbagai clinics dan pelatihan di Jonggol, Bandung serta Manado namun itu berbeda dengan latihan menjelang pertandingan kompetisi.

Tahun 2014 ini untuk kedua kalinya, Ezra memberikan pelatihan kepada pemain bola cilik dari Bandung, Jonggol dan Manado. Kali ini Ezra dan Glenn dibantu Lizzy, kakak Ezra yang juga memberi asistensi latihan. Jumlah pesertanya tahun 2014 ini juga jauh lebih banyak dari tahun sebelumnya.

video

"Kami sedianya memperkirakan jumlah peserta sekitar 80 orang. Tapi yang datang 100 lebih." demikian Glenn Walian kepada Sepakbolanda mengenai luapan peserta clinics. Lonjakan jumlah peserta, tidak mengendurkan semangat bakat muda di tim A1 junior Ajax Amsterdam itu.


Berbekal tekad ingin berbagi ilmu dan kegembiraan, keluarga Walian dari Amsterdam membawa seratusan seragam Ajax. Seragam itu sumbangan Ajax Foundation untuk kegiatan bakti sosial Ajax. 

Selain memberi clinics, keluarga Walian juga mengunjungi RS Anak Habibie di Bandung, klinik HIV, Panti Asuhan dan Sekolah Autis. Kunjungan itu memberikan dampak psikologis yang besar pada pemain berusia 16 tahun itu. "Sebuah pengalaman yang menakjubkan. Dan gembira bisa melihat wajah anak-anak yang ceria.” 

Kegiatan selama tiga pekan itu juga menjadi perhatian publik di Belanda. Ajax bangga melihat salah satu pemainnya memperhatikan kalangan lemah dan anak-anak yang kurang beruntung. Ajax dan Ajax Foundation lewat situsnya menulis bahwa, Ezra merupakan wajah dari organisasi yang secara sosial bertanggungjawab dan peduli pada sesama. 

Sepakbolanda berharap semoga Ezra makin semangat menunjukkan kemampuan sepak bola nya di Belanda. Pada akhirnya dia bisa memberikan suntikan semangat pada bocah-bocah di panti asuhan untuk lebih semangat belajar dan berlatih.