Selasa, April 22, 2014

Sidoel "Anak Betawi" Main di Ajax

Sebagai pemantau pemain keturunan Indonesia di Belanda, saya mendapat pengalaman menarik dari pinggir lapangan turnamen U17 di Ajax Amsterdam. Ada satu lagi anak #keturunan yang bermain di Ajax, Darren Sidoel.


Jawa Suriname
Hanya dengan membaca "Sidoel" di daftar pemain saja sudah menggiring imajinasi kita ke cerita film "Si Doel Anak Betawi" atau "Si Doel Anak Sekolahan."  Dan setelah dikroscek, ternyata benar. Sidoel berlatar belakang Jawa Suriname. Kepastian datang pertama kali dari ayahnya, pria keturunan Jawa yang lahir di Suriname, negara bekas jajahan Belanda di atap benua Amerika Latin.

Kaca Mata
Hari Minggu 20 April kemarin saya melihat seorang pria bertopi dan berkalungkan foto kamera di pundaknya. Dia duduk santai di bangku putih berlogokan Ajax di pelataran Akademi de Toekomst, tempat berlangsungnya turnamen AEGON The Future Cup 2014.



Dengan sapaan ramah saya lontarkan tanya apakah beliau khusus datang untuk nonton seseorang. "Ya saya datang untuk dia," sembari menunjuk pada salah satu pemain yang sedang mengerumuni bola di lapangan. "Dia tidak main hari ini, sebab sedikit cedera. Dia disimpan untuk besok di final." Ternyata yang dimaksudkan adalah bek kanan Ajax U17.  Namanya Darren Sidoel lahir 10 Maret 1998.

Berbakat
"Lho jadi itu putra bapak, yang nomor tiga kemarin itu? Jadi bapak namanya Sidoel?" tanyaku meminta kepastian. Obrolan tambah seru di bangku putih dari batu di pelataran itu. "Iya nama saya Sidoel." Kami langsung bersalaman untuk kedua kalinya, dengan kepalan tangan lebih semangat lagi. Sebab satu tahun lalu Darren disebut-sebut sebagai bek berbakat yang baru saja direkrut Ajax. Punya timming yang bagus.

Empat Kali
"Woalaaah.. wong Jowo to?" kataku sambil berkelakar. Disambut anggukan kepala sambil senyum terlempar dari bibir pria yang matanya tertutup kaca mata hitam dan kepalanya bertopi. "Bapak kenal di Indonesia ada film..?"  sebelum selesai saya melengkapi pertanyaan, dia sudah memotong. " Sidoel Anak Betawi kan?!" jawabnya yakin. "Hiya pak, itu maksud saya. Apakah pak sudah pernah ke Indonesia?"  "Kami sering ke Indonesia. Darren sudah empat kali ke Indonesia."
Kalau di usia 16 tahun sudah empat kali ke Indonesia, bisa dikatakan ikatan dengan negeri itu cukup kuat. Ngapain sampai empat kali?

Belum rampung kami berbincang, sudah harus berhenti ngobrol karena pertandingan Ajax lawan Liverpool akan segera di mulai di lapangan utama akademi de Toekomst. Sebelum berjabatan tangan untuk ketiga kalinya dalam 15 menit, kami sempat bertukar nomor Whatsapp dan email.

Sepertinya kami sama-sama menantikan perjumpaan berikutnya, dengan obrolan yang lebih seru tanpa kaca mata hitam dan topi. Kita tanya apakah masih punya saudara di Indonesia dan sedekat apa rasa Darren pada Indonesia? Apakah sama dengan Ezra Walian?

Minggu, April 20, 2014

Future Cup Hari Pertama Nuansa Asia

Bimal Magar

AEGON Future Cup di mulai Sabtu 19 April di kompleks sepak bola de Toekomst Amsterdam. Sepakbolanda menemukan berbagai hal bernuansa Indonesia dan Asia.


Setiap akhir bulan April, selalu berlangsung berbagai kegiatan di Belanda dan Eropa. Cuaca cerah dan suhu yang hangat, menciptakan suasana nyaman untuk melakukan kegiatan di luar. Baik untuk pemain sepak bola maupun publik.  



Ajax Amsterdam menyelenggarakan turnamanen kelompok usia di bawah 17 tahun yang diikuti klub-klub ternama dunia: AEGON Future Cup.


Khusus untuk episode 2014 ini Sepakbolanda mencari nuansa Asia di dalamnya. Tahun lalu Ezra Walian menjadi sorotan. Sebagai pemain keturunan Indonesia yang sedang melejit dan punya ikatan darah dan bathin dengan Indonesia. Sementara peran Ezra di lapangan tidak sedominan tahun lalu, tapi ada sosok lain yang menari.

Tahun ini muncul fenomena baru, pemain asal Nepal yang tampil atas nama RSC Anderlecht Belgia. Bimal Magar, pemain berbakat dari Asia Selatan ini sedang menjalani trial di klub bergengsi negeri Radja Nainggolan.


Selain itu sepakbolanda juga menjumpai Nino Bolang, bakat Indonesia yang akan mengikuti seleksi Men United pada 23 April 2014. Dengan pengarahan Sepakbolanda, Nino bisa bersaing dengan para pemain sepakbola seluruh SSB Belanda U19 untuk tembus seleksi Men United asuhan Ronald de Boer.

Berikut laporan foto:





Jumat, April 18, 2014

Ajax Konsisten Dengan Pembibitan

Ajax melawat Indonesia bulan Mei ini. Klub Amsterdam ini mendominasi liga Belanda, empat kali berturut juara Liga Eredivisie. Laga lawan Persija dan Persib pun jadi istimewa.


Dari sejak hari pertama 114 tahun silam, sampai sekarang Ajax selalu konsisten. Tidak pernah merubah pola permainan Attacking Football. Setiap pemain harus memiliki karakter menyerang ini. Ajax mendari pemain yang bisa mengisi posisi yang diperlukan, dengan cara menemukan bakat sedini mungkin dan menempanya di Akademi de Toekomst.

Pembibitan Dini 
Untuk mendapatkannya, Ajax memilih program pembibitan sendiri di Akademi de Toekomst. Di kompleks olah raga ini, bakat usia 5 tahun sudah mulai diperkenalkan dengan sistem menyerang.

Uji Kemampuan
Salah satu cara menguji hasil pembibitan adalah dengan melakukan kompetisi rutin setiap pekan. KNVB sebagai asosiasi sepak bola nasional bertanggungjawab atas penyelenggaraan kompetisi setiap pekan. Klub berpartisipan menyiapkan persyaratan wasit dan akomodasi pertandingan.

Selain kompetisi reguler, Ajax melakukan pertandingan persahabatan dengan klub lokal di luar kompetisi dan juga mengikuti turnamen yang melibatkan tim-tim tangguh dunia. Salah satu contoh menjajal sistem dengan bakat-bakat luar negeri adalah lewat Turnamen Ajax Future Cup. Turnamen ini dimulai sejak 2019 dan sekarang memasuki episode ke 5.

Kata-kata kunci sistem yang dianut Ajax ini menurut Sepakbolanda adalah: Konsisten dan Investasi Jangka Panjang. Walaupun kadang prestasinya di leven tim utama terpuruk, tapi Ajax tidak pernah merubah sistem. Dan sebelum membeli pemain besar, Ajax akan mencari dulu bakat di dalam Akademi Pembibitan de Toekomst.





Bakat Nepal Tampil di Ajax Future Cup

Bakat Nepal akan unjuk kebolehan di Ajax Future Cup, akhir pekan ini. Striker ini akan memperkuat RSC Anderlecht Belgia. Dan kemungkinan lawan Ezra Walian, keturunan Indonesia di Ajax.


Namanya Bimal Gharti Magar, biasa dipanggil Bimal. Ia lahir Nawalparasi 26 Januari 1998. Saat ini dia sedang menjalani tray-out di RSC Anderlecht. Klub papan atas Belgia ini ingin menjajal bakat fenomenal asal Nepal. Salah satunya mengirimkan pemain ke turnamen internasional.

Pada turnamen bergengsi Ajax Future Cup 19-21 April di kompleks sepak bola de Toekomst Ajax, Bimal bisa mempertontonkan kemampuannya di depan publik dan pengamat bakat Eropa. Future Cup akan disiarkan FOX Sports ke seluruh jaringannya. Jika ia bermain baik di Amsterdam, tidak mengherankan jika ia menjadi pebola pertama Nepal yang bermain di Eropa.

Kemungkinan Bimal bisa berduel dengan Ezra Walian, terjadi mulai semi-final atau final. Seperti tahun lalu Ajax U17 berhadapan dengan Anderlecht yang akhirnya berhasil memboyong Piala ke Brussels Belgia.
Bimal sebenarnya tidak asing bagi publik Belanda khususnya di Belanda Timur. Sebab Desember 2013 lalu ia sempat menjalani uji coba di FC Twente klub bergengsi di Eredivisie.

Striker yang berasal dari pelatnas Central ANFA, PSSI nya Nepal itu merupakan pemegang rekor sebagai pemain termuda dalam sejarah Nepal yang pernah memperkuat timnas senior. Ia dipanggil timnas senior ketika berusia 15 tahun. Hebatnya lagi, bocah ini mencetak gol lawan Pakistan. Simak video laga debut Bimal di timnas Nepal, di bawah ini:



Ia memecahkan rekor yang dipegang Rohit Chand, pemain Persija Jakarta yang melakukan penampilan perdana di timnas Nepal ketika berusia 17 tahun.

Menarik melihat proses perjalanan Bimal melakukan ujicoba ke Eropa. Sosok penting dalam pengenalan Bimal ke klub Eropa adalah Rene Koster, asisten pelatih timnas Bangladesh. Koster memperkenalkan bakat ini pada FC Twente. Wawancara Mojgar Nepal dengan Rene Koster di bawah ini mulai menit 1':42".



Desember 2013 lalu Bimal menjalani uji coba selama dua pekan. Twente sangat kagum dengan kualitas dan potensi bakat ini, sampai ingin mengundang kedua kalinya. Namun Twente belum bisa memberikan kontrak pada pemain ini karena usianya masih terlalu muda. FC Twente menyatakan tetap akan memantau striker dari negeri Asia Selatan berpenduduk 30 juta jiwa.

Sebagai pencinta bakat sepak bola #keturunan Indonesia, Sepakbolanda berharap Indonesia tidak lama lagi juga bisa mengirimkan talentanya menjajal tim tangguh Eropa.



Rabu, April 16, 2014

Turnamen Bergengsi: Ajax Future Cup



Ajax Amsterdam akan melawat Indonesia, Mei ini. Klub yang sudah melegenda ini menganut filosofi: Prestasi dibangun dari pendidikan sepak bola. Contohnya bisa disaksikan pada Future Cup.


Future Cup adalah turnamen tim-tim U17 antar tim dari berbagai klub maupun negara. Tahun ini berlangsung dari 19 - 21 April 2014 seperti biasa di kompleks Akademi de Toekomst milik Ajax Amsterdam. Pada edisi ke lima ini, diikuti: 

  • Anderlecht, 
  • Benfica, 
  • Fenerbahce, 
  • Celtic, 
  • Liverpool, 
  • AC Milan, 
  • Corinthians (Brasil) dan 
  • Ajax.
Sejak berdirinya lima tahun lalu, turnamen tiga hari pada akhir pekan Paskah ini selalu diikuti klub-klub ternama. Ajax mengirimkan tim B1nya asuhan Saïd Ouaali. 

Ezra Walian, pemain keturunan Indonesia di Ajax Amsterdam tampaknya tidak akan mengikuti turnamen tahun 2014. Sebab striker pengoleksi gol terbanyak musim lalu, sekarang sudah menjadi bagian dari tim A2. 







Tahun lalu Ezra berpartisipasi pada Future Cup dan menjadi ujung tombak dari tim Ajax yang akhirnya harus puas dengan runner-up. Tahun 2013 piala diboyong ke Anderlecht Belgia. 

FOX Sports
Turnamen U17 skala internasional ini disiarkan langsung di Belanda oleh stasiun televisi terbesar FOX Sports. Berikut jadwal pertandingan Future Cup 2014:


Poule A: Ajax, Liverpool, Celtic, Corinthians
Poule B: AC Milan, Benfica, Fenerbahce, RSC Anderlecht

Sabtu 19 April 2014:
Ajax - Celtic (Amsterdam 10:30 | Jakarta 15:30 WIB )
Corinthians - Liverpool (Amsterdam 10:30 | Jakarta 15:30 WIB )
AC Milan - Benfica (Amsterdam 12:00 | Jakarta 17:00 WIB )
Fenerbahce - RSC Anderlecht (Amsterdam 12:00 | Jakarta 17:00 WIB )
Ajax - Corinthians (Amsterdam 13:30 | Jakarta 18:30 WIB )
Liverpool - Celtic (Amsterdam 13:30 | Jakarta 18:30 WIB )
Benfica - RSC Anderlecht (Amsterdam 15:00 | Jakarta 20:00 WIB )
AC Milan - Fenerbahce (Amsterdam 15:00 | Jakarta 20:00 WIB )

Minggu 20 April 2014:
AC Milan - Anderlecht (Amsterdam 10:30 | Jakarta 15:30 WIB)
Benfica - Fenerbahce (Amsterdam 10:30 | Jakarta 15:30 WIB)
Ajax - Liverpool (Amsterdam 12:00 | Jakarta 17:00 WIB)
Celtic - Corinthians (Amsterdam 12:00 | Jakarta 17:00 WIB)

Nomer 2 Poule A - Nomer 1 Poule B (Amsterdam 13:30 | Jakarta 18:30 WIB)
Nomer 1 poule A - Nomer 2 Poule B (Amsterdam 14:30 | Jakarta 19:30 WIB)


Senin 21 April 2014:
Nomer 4 poule A - Nomer 4 poule B (Amsterdam 10:00 | Jakarta 15:00 WIB)
Nomer 3 poule A - Nomer 3 poule B (Amsterdam 10:00 | Jakarta 15:00 WIB)

Final Kecil untuk urutan 3 dan 4: (Amsterdam 11:00 | Jakarta 16:00 WIB)
Final untuk juara 1 dan 2: (Amsterdam 12:00 | Jakarta 17:00 WIB)

Upacara Penyerahan Hadiah (Amsterdam 13:15 | Jakarta 18:15 WIB)    




Senin, April 14, 2014

Jairo Riedewald Tunggu Gelar Pertama Bersama Ajax

Ajax Amsterdam masih harus menunda perayaan gelar juara liga Belanda. Walaupun Ahad kemarin memetik tiga angka, tapi belum cukup. Masih diperlukan satu poin.

Tampaknya Jairo Riedewald, bek #keturunan Indonesia di Ajax Amsterdam harus menunggu sampai Minggu 27 April mendatang untuk merayakan gelar juara. Minggu itu Ajax main tandang ke Heracles Almelo, pertandingan dimulai pukul 14.30 waktu Belanda, dan 17.30 WIB. 


Melihat perolehan angka di Eredivisie sejauh ini, Ajax di urutan pertama dan Heracles di posisi 14, maka kemungkinan besar Ajax bisa main imbang atau bahkan menang. 

Jika capaian itu terlaksana dan Ajax menang atau seri di Almelo, maka Jairo yang berayahkan pria Suriname dan beribukan keturunan Indonesia itu, bisa merayakan gelar pertamanya bersama tim Amsterdam.