Rabu, Mei 27, 2015

Ezra Walian, ke Indonesia Lagi

Kalau sepakbolabelanda harus menyebut satu pemain #keturunan Indonesia yang punya kepedulian terhadap bakat sepakbola di Indonesia, maka Ezra Walian pasti masuk dalam daftar itu. Tahun ini Ezra untuk ketiga kalinya berturut akan memberi clinics pelatihan sepakbola kepada bocah-bocah di panti asuhan di Jakarta.

Kepada Eka Tanjung dari Sepakbolabelanda, Ezra Walian selalu terbuka mengenai kecintaanya pada Indonesia. Walaupun dia lahir dan besar di Belanda, tetapi setiap kali ada kesempatan maka dia akan datang ke Indonesia. Striker Ajax A2 itu baru-baru ini kembali menyampaikan niat dan keinginannya untuk bermain bola bersama anak-anak di panti asuhan yang dikelola oleh saudara dari neneknya.

Navarone Foor Naik Lagi ke Eredivisie

PIC: Facebook

Kompetisi 2015-2016, NEC Nijmegen kembali ke liga tertinggi Belanda, Eredivisie. Salah satu pemain #keturunan yang juga naik adalah Navarone Foor. Bakatnya sudah tampak sejak kecil.


Navarone Chesney Kai Foor kelahiran Opheusden, 04 Februari 1992, berlatarbelakang Maluku. Sejatinya nama kakeknya "For" tapi setibanya di Belanda, nama belakangnya ditulis menjadi "Foor." Navarone menandatangani kontrak profesional di NEC Nijmegen pada April 2011. Nama "Navarone"  berasal dari judul sebuat Film " The Guns of Navarone."
Gelandang serang ini sejatinya tidak ada yang meragukan kualitasnya. Ia memulai sepakbola di klub Sparta’57 di Opheusden propinsi Gelderland.  Tidak lama kemudian bakatnya ditengarai oleh akademi sepakbola N.E.C./ FC OssNavarone menjalani debut di Jong NEC pada Mei 2010.

Minggu, Mei 10, 2015

Inilah Kebiasaan Buruk Yang Dibenci Pelatih Belanda

Pelatih Belanda umumnya benci kepada telat datang. Biasanya mereka sudah terlebih dahulu berada di lapangan satu jam sebelum jadwal latihan dimulai. Pemain diharapkan menyusul 15 menit sebelum latihan dimulai.

On Time
Eka Tanjung sering mengamati klub amatir maupun profesional di Belanda. Klub amatir Buitenboys SC, FC Almere, maupaun profesional sekelas Ajax Amsterdam maupun PSV Eindhoven sangat mementingkan being on time dan membenci pemain yang datang terlambat.
Juru Parkir
Kasus terbaru terjadi pada Richairo Zivkovic di Ajax Amsterdam pekan ini. Striker yang musim lalu dibeli senilai Rp. 40M dari FC Groningen dihukum menjadi Juru Parkir di Akademi de Tekomst. Frank de Boer menghukum Zivkovic “hanya” karena terlambat muncul ke latihan.
Sejenak, Eka Tanjung sebagai orang Indonesia menilai keputusan De Boer itu super lebay. Pelatih yang sok bossy. Mengapa pemain yang datang terlambat saja kok sampai disakiti dan dihinakan begitu. Santai aza napa Broer!

Joey Suk Cari Keberuntungan di Liga Inggris


Joey Suk gelandang #keturunan Indonesia yang pernah digadang jadi gelandang timnas Indonesia, Garuda mencari peluang di liga Inggris.

Pemain yang pernah menjalani proses naturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia bersama Stefano Lilipaly ini, resminya terikat kontrak dengan NAC Breda. Joey Suk tidak mendapat kepercayaan penuh pelatih Robert Maaskant, dan hanya diturunkan dalam enam pertandingan saja, musim ini. Media Belanda, Voetbal International mengabarkan bahwa Joey Suk menjalani trial di Burton Albion.
Klub Inggris ini aru saja promosi ke liga tiga dan ditangani manajer asal Belanda, Jimmy Floyd Hasselbaink. Sementara itu pelatih NAC, Maaskant menyatakan bahwa dia masih ingin memakai tenaga Joey Suk. Pelatih menjanjikan akan menurunkan Suk sebagai starter saat lawan AZ Alkmaar. Di Alkmaar juga terdapat pemain #keturunan Indonesia, Thom Haye.

Sabtu, Mei 09, 2015

Percuma, Pieter Huistra Pun Takkan Bisa Bangkitkan Garuda

Pieter Huistra, direktur Teknis PSSI jadi pelatih interim timnas Indonesia, Garuda. Upayanya membesut timnas lawan Taiwan dan Irak tidak akan menuai hasil positif, sebab kondisi saat ini terlalu runyam.


Eka Tanjung dari Sepakbolanda mendapat banyak pertanyaan dari kawan-kawan di media sosial. Pertanyaan menyangkut pendapat soal penunjukkan Pieter Huistra sebagai pelatih timnas ad interim menggantikan Benny Dollo. 

Sebagai pengamat sepakbola yang sudah hampir 30 tahun berdomisili di Belanda, maka Eka Tanjung sedikit banyak mengenal persepakbolaan Belanda. Teristimewa pemain #keturunan yang punya ikatan dengan Indonesia. 

Selasa, Mei 05, 2015

Bangkit ! Mari Jadi Pemenang

Beri anak-anak sebuah bola sepak, maka dia akan bergembira!


Jangan kalah oleh telefon pintar. Perubahan zaman menuju digital ini menyeret anak-anak menjadi pemain handal di layar sentuh. Bola sepak bukan lagi sahabat bagi anak-anak. Lapangan sepakbola dan jalanan menjadi semakin sempit dan sepi. Pencari bakat mulai mengeluhkan level individu para bakat yang semakin merosot.  SEPAKBOLANDA


Persoalan ini hampir merata di bumi ini. Hanya negara yang cepat sadar dan bangkitlah yang akan menjadi pemenang. Siapkah kita?