Minggu, Agustus 28, 2016

Pemain Keturunan Kalahkan Ajax Amsterdam

Pemain keturunan Indonesia tampil memukau dalam mengalahkan Jong Ajax Amsterdam dalam laga Jupiler League. Lagi-lagi Pemain keturunan Indonesia yang bersedia memperkuat timnas Garuda unjuk kulaitas.


Kenny Anderson keturunan Indonesia-Skotlandia itu mencetak gol ketiga dan penentu dalam laga Liga Dua Belanda pekan lalu lawan Jong Ajax Amsterdam 3-2.

Setelah petualangan setahun di liga Premier Skotlandia bersama Heart of Midlothian, Kenny kembali lagi ke RKC Waalwijk. Eka Tanjung menilai Kenny Anderson salah satu kandidat untuk bisa mendongkrak kekuatan timnas Indonesia. Sehingga keterpurukan mendalam dan menyedihkan yang sedang dialami timnas Garuda ini bisa segera diakhiri dengan menggunakan kontribusi pemain-pemain keturunan Indonesia.


#11 Alexander Borromeo (captain)
#7 James Younghusband
#1 Neil Etheridge (Goalkeeper)
#23 Ian Araneta
#4 Anton del Rosario
#2 Rob Gier
#17 Jason de Jong
#10 Phil Younghusband
#13 Chieffy Caligdong
#18 Chris Greatwich
#27 Ray Johnson

Filipina sudah lama menerapkan sistem perekrutan pemain keturunan yang lama bermain di Eropa. Mendapat pendidikan sepakbola mapan di negara-negara Eropa. Mengikuti training rutin dan liga sejak usia 5 tahun. Mereka dipanggil dan difokuskan untuk mendongkrak kekuatan dan daya gedor timnas The Azkals, julukan timnas Philipina.

Belakangan ini Filipina ternyata melakukan persiapan serius jelang Asean Football Federation (AFF) Suzuki Cup. Tampaknya mereka yang menjadi salah satu tuan rumah turnamen 2016 ini akan melakukan gebrakan.

Eka Tanjung membaca dari berbagai sumber bahwa timnas Filipina melakukan serangkaian pelatihan serius ke China dan Spanyol. Mereka melakukan uji tanding lawan team-team tangguh semodel Korea Utara, Kanada dan Kosta Rika. Kalau caranya begini Filipina berpeluang lolos babak akhir atau bahkan menjadi juara AFF2016.

Penulis belum melihat persiapan timnas Indonesia yang berlambang Garuda Gagah Perkasa ini. Kita percayakan saja pada coach kawakan Alfred Riedle semoga kembali bisa membawa sampai babak final.

Zaman sekarang ini prestasi timnas sepakbola sebuah negara merupakan pencerminan kekokohan dan pamor negara bersangkutan.

Sebenarnya sangat sederhana mengangkat derajat timnas Indonesia. Cukup mencari pemain, pelatih, staf dan scout bagus di negara-negara maju sepakbola untuk membesarkan dan mengkat sepakbola Indonesia.

Eka Tanjung dari sepakbolanda yang sudah 30 tahun domisili di Belanda dan selama itu pula melihat perkembangan banyak pemain keturunan Indonesia. Sudah lama terbesit dalam benak, untuk melakukan apa yang sekarang ditempuh Filipina. Sejatinya gagasan ini sudah lebih lama dari Filipina.

Kalau pemain terbaik keturunan Indonesia  yang masih mungkin memperkuat timnas Garuda dikumpulkan, maka penulis menduga, muncul timnas papan atas Asia.

Pemain:
Joey Suk
Jeffry Rijsdijk
Gaston Salasiwa
Kenny Anderson
Navaronne Foor
Benjamin van Leer
Ezra Walian
Thom Haye
Mark van der Maarel
Ard van Peppen
Keziah Veendorp
Tom Hiariej
Kevin Diks
Calvin Verdonk
Levi Opdam
Julian Jenner
Darren Sidoel
Dll

Pelatih:
Ricardo Moniz
Gio van Bronckhorst
Guus Griët
André Wetzel
Sonny Silooy
Jos Luhukay
dll

Itu hanya secuplik saja dari ratusan stake holders sepakbola keturunan Indonesia di Belanda. Dengan modal tambang pemain yang kita miliki di luar negeri maka tidak heran kalau kita bisa menghajar Malaysia, Thailand, dan Filipina. Bukan mimpin kita bisa menjadi juara AFF Senior yang gagal kita dapatkan pada 2010 lalu.

Sekarang tinggal kemauan saja, siapa yang siap untuk menjajaki ke sana, penulis dari Belanda siap bulusakan dan mengumpulkan nama-nama pemain yang dibutuhkan. Tunggu apa lagi?

Sabtu, Agustus 27, 2016

Jawaban: Ryan Sanusi Keturunan Indonesia?

Ryan Sanusi adalah salah satu nama pemain Willem II Tilburg yang terdengar agak Indonesia. Tapi apakah dia memang keturunan Indonesia? 

Eka Tanjung dari sepakbolanda menemui Ryan usia pertandingan pembukaan Liga Teratas Belanda, de Eredivisie antara SPARTA Rotterdam - Ajax Amsterdam.

Ryan kepada Sepakbolanda memastikan bahwa dirinya bukan keturunan Indonesia. "Memang sering saya mendapat pertanyaan seperti ini sehubungan dengan nama belakang saya (Sanusi red.)" paparnya kepada Eka Tanjung.


"Ibu saya Belgia dan ayah Nigeria.  Ayah saya datang ke Belgia dalam rangka kuliah dan bertemu dengan ibu. Saya masih punya satu adik perempuan. Orang tua berpisah ketika saya berusia 11 tahun."

Pebola berbakat kelahiran Borgerhout Belgia, 5 Januari 1992 itu namanya mencuat setelah menandatangani kontrak empat tahun di Willem II Tilburg, terhitung sejak 2011. Gelandang berbakat ini menjadi perhatian karena perkembangannya yang pesat, dia sebelumnya bermain di tim junior Germinal Beerschot, Belgia. 

Manager teknis Willem II, Marc van Hintum puas dengan kwalitas Sanusi. "Ryan begitu gigih berlatih. Perkembangan yang positif berbuah kontrak jangka panjang." Van Hintum menduga Sanusi punya 'masa depan cerah.'

Sepakbolanda menilai Willem II adalah pilihan yang tepat bagi Sanusi, sebab klub Tilburg ini baru menang final Play-Offs dalam perebutan tiket ke liga tertinggi Eredivisie. Jadi mulai musim depan ini Sanusi dan Willem II akan tampil di liga tertinggi Belanda.

Paroh 2015, Sparta Rotterdam mengambilalih Sanusi dari Willem II. Ia memiliki andil besar dalam membawa Sparta menjuarai Jupiler League dan promosi ke Eredivisi liga tertinggi Belanda. Kontraknya di Rotterdam sampai 2018.


Keturunan Indonesia?
Eka Tanjung dari Sepakbolanda sudah melakukan pencarian sejak empat tahun silam. Bertanya kepada Rene Vermetten, Press Officer Willem II. Lewat telepon dengan sepakbolanda mengatakan bahwa dirinya tidak yakin dia keturunan Indonesia. "Kalau mendengar namanya, sih mungkin saja dia punya darah Indonesia. Tapi menurut info yang saya dapatkan, dia keturunan Kongo." Sekarang semuanya telah terjawab. Ryan Sanusi tidak punya darah Indonesia.


Sabtu, Juni 25, 2016

Diduga Perokok, Radja Nainggolan Hebohkan Belgia

Radja Ninggolan pemain keturunan Indonesia yang sedang meroket namanya EURO2016 memicu pro kontra di negara ibunya Belgia, karena dia diduga merokok. Apakah memang pemain sepakbola tidak boleh merokok?


Ketika nama Radja Nainggolan, sedang berada di puncak, muncul berbagai pemberitaan yang di luar dugaan publik luas. Seperti berbagai media yang menyebutkan fakta-fakta mengejutkan tentang putra sulung Marianus Nainggolan itu.

Kita semua tahu bahwa Merokok Tidak Baik untuk Kesehatan, tapi penjualan sigaret tetap laris. Bila pemain sepakbola merokok menimbulkan pro kontra. Sepertinya orang sehat tidak boleh merokok.

Mengherankan padahal kan dia beli rokok dengan uangnya sendiri dan orang-orang di sekelilingnya tidak memasalahkan itu. Jadis sepakbolanda serba heran mengapa media Belgia memasalahkan Radja yang memegang bungkus rokok?

Media sampai ribut, ramai-ramai memberitakan tentang Il Ninja yang merokok.

Gempar ini sebenarnya bermula dari sebuah video beberapa detik Dan dipublikasi oleh media Italia La Repubblica, 20 Juni 2016 lalu. Sepakbolanda melihat bahwa pada film itu Radja melambaikan tangan sambil memegang bungkus putih mirip rokok. 
Pada rekaman gambar bergerak itu tampak: Kevin De Bruyne, Dries Mertens, Radja Nainggolan, Thomas Vermaelen, Jan Vertonghen dan Simon Mignolet sedang nonton Slowakia-Engeland (0-0). 

Yang lebih penting sebenarnya kembali kepada pemain itu sendiri, mendiang Johan Cruyff juga dahulu merokok ketika masih aktif sebagai pemain sepakbola. Selama Radja memahami dampak baik dan buruk dari kebiasaan merokok sebaiknya berita itu tidak diperpanjang lagi.


Seperti Marc Wilmots katakan:"Radja merokok. Itu kebiasanya yang sering dilakukan di Prancis dan Italia. Jika dia (Radja red.) merasa perlu, saya tidak akan menghalanginya. ungkapnya dalam wawancara dengan Sporza. "Itu badan dia sendiri, selama dia berprestasi di lapangan, buat saya bukan masalah." tanggapan bijak dari pelatih Belgia yang ingin meraih sukses bersama tim Setan Merah di Euro2016.

Dukungan juga muncul dari kawan-kawan satu teamnya di timas Belgia. "Selama dia bermain baik, tidak masalah dia merokok."

Radja sendiri juga merasa jengkel, terus-terusan dikonfrontir dengan masalah merokok. Dalam beberapa ungkapan di Twitter ia mengatakan, "kalau saya minum segelas wine saja mungkin langsung dicap alkoholis." Selain itu ia menekankan bahwa : "Sebaiknya kita sekarang fokus pada kejuaraan sepakbola Eropa yang sekarang sedang berlangsung."

Sejatinya Radja bukan pemain pertama sepakbola yang digoyang oleh media. Jelang Euro 2016 ini nama Benzema menghilang dari timnas tuan rumah Prancis karena diisukan memeras sesama pemain Prancis.

Di hari-hari awal Euro 2016, giliran kiper Spanyol yang digoyang dengan tuduhan tindak asusila dengan WTS bawah umur. Akhirnya isu itu bisa diredam dan de Gea tetap menjaga gawang tim Matador.

Isu kocak muncul mendera pelatih timnas Jerman, Joachim Löw yang diisukan suka mengendus lubang depan dan belakangnya sendiri. Hal itupun bisa ditangkis. Dia berjanji menghentikan pengendusan di depan kamera.

Sepakbolanda berharap Radja Nainggolan juga bisa menetralisir gelombang ini dengan baik. Dan sebagai satu-satunya keturunan Indonesia di Euro2016 ini bisa berperan besar dalam meraih laga final.





Jumat, Juni 24, 2016

Fakta Mengejutkan Tentang Radja Nainggolan

Radja Nainggolan, pemain keturunan Indonesia yang bermain di Euro2016 memperkuat timnas Belgia menjadi sorotan berkat golnya yang meloloskan ke babak selanjutnya. Di balik sukses itu ada sisi lain dalam kehidupannya. Sepakbolanda menemukan beberapa fakta.



1. Kembar Lain Tanggal
Radja dan Riana adalah saudara kembar, tapi mereka lahir di tanggal yang berbeda. Riana lahir pada dini hari tanggl 3 Mei 1988, sementara itu Radja keluar beberapa menit kemudian setelah jam berubah tanggal lewat pukul 00:00 di hari berikutnya 4 Mei 1988.
"Radja dan Riana gembira akhirnya bertemu papa."
2. Hidup di Jalanan
Riana, saudara kembarnya dalam sebuah wawancara mengatakan setelah ditinggal ayahnya Marianus Nainggolan, kehidupan keluarganya sangat berat. Ibunya Lizy harus bekerja sangat keras untuk menghidupi anak-anaknya. Radja dan Riana terpaksa banyak hidup di jalanan.
"Kalau melihat kembali kehidupan kami yang selalu di jalanan, maka beruntung kami tidak terjerumus dalam kehidupan kriminal."
3. Hutang Menumpuk
Menurut berbagai sumber, Marianus Nainggolan, kembali ke Indonesia bukan tanpa meninggalkan masalah. Ketika si kembar masih berusia 5 tahun, ayahnya pergi dengan meninggalkan hutang bertumpuk. Istrinya terpaksa bekerja dobel untuk membayar hutang itu.

4. Suami Istri Penggemar Tattoo
Radja Nainggolan dikenal senang dengan memasang tattoo di badannya. Pernikahan dengan Claudia Lai karena keduanya sama-sama pencinta tattoo. Terakhir dia memasang Mawar besar di lehernya. Keputusan yang menimbulkan tanda tanya banyak kalangan. Akhirnya Radja yang juga senang Tweet itu memberikan jawaban.
"Pilihan tato mawar karena saya ingin tampil beda. Sebenarnya tidak ada alasan khusus." Di punggung Radja terpatri tattoo tanggal kelahiran dan kematian ibundanya, Lizy Bogaerts. 

5. Cinta Anjing
Selain mencintai tattoo, Radja juga memelihara anjing. Di rumahnya ada tiga anjing. Salah satunya bernama Rudi. Diambil dari nama Rudi Garcia, pelatih AS Roma yang dianggap berjasa mengorbitkan nama Radja Nainggolan.

6. Es Cream juga salah satu makanan kesenangannya. 'Isola del Gelato' adalah es salon langganan di Cagliari. Taste paling favorite: ­Gocciole Chocolate. Een coupe vanille-ijs met chocoladekoekjes.

7. Kakak Tiri
Selain Riana, kembarannya, Radja juga punya tiga saudara satu ibu beda ayah. Manuel Noboa usianya 14 tahun lebih tua dari Radja. Ayah manuel pria Ekuador yang juga tidak jelas rimbanya. Setelah ditinggal Marianus Nainggolan pulang kampung ke Indonesia, Manuel yang menjaga dan mengurusi Radja dan Riana.

8. Babysitter
Pekerjaan sambilan pertama Radja ketika masih remaja adalah menjaga anak. Sayangnya pada anak kecil terasa sampai sekarang. Ia sangat mencintai putrinya Aysha. Dan jika ada waktu luang di sela sepakbola, ia bermain-main bersama anak-anak panti asuhan.

9. Keras Kepala
Salah satu rahasia sukses Radja adalah sifat keras kepala dan pantang menyerah. Bahkan pelatih pertamanya di Linker Oever Belgia menyebutkan bahwa Radja mujur karena bertemu dengan pelatih yang memahami latarbelakangnya dan bisa memaafkan sifat bengalnya. "Banyak pelatih salah mengerti. Mengusir dan tidak terima kalau menghadapi pemain yang bengal. Padahal karakter itu justru membuat pemain tangguh. Berapa banyak pemain seperti itu yang terusir?"

10. Bathin Mati
Walaupun sejatinya si kembar Radja dan Riana sukses dengan sepakbola. Banyak fans di seluruh dunia, namun secara bathin tampaknya mereka tidak bahagia. Dalam sebuah wawancara belum lama ini Riana mengungkapkan bahwa "Radja dan saya sebenarnya secara bathin sudah mati rasa. Tapi kami masih bernafas, itu saja." Sebuah ungkapan yang mencengangkan.

Kurang nya kasih sayang dan perhatian dari orang tua, bisa menimbulkan luka yang dalam. Dugaan itu makin kuat ketika Sepakbolanda menyaksikan rekaman wawancara Radja dengan Hitam-Putih.
Kesediahan masih tetap mendalam jika Radja diajak berbicara tentang masa lalu dan orang tuanya.





Kamis, Juni 23, 2016

Keturunan Indonesia Kalahkan Zlatan Ibrahimovic

Radja Nainggolan, pemain keturunan Indonesia, mencetak gol sangat penting bagi Belgia pada pertandingan penentuan menuju 16 besar. Radja menyingkirkan Swedia yang dikomandoi bintang dunia Zlatan Ibrahimovic.

Gol dengan sepakan keras pemain keturunan Batak pada menit ke 84 itu memiliki minimal lima makna:



  1. Timnas Belgia memastikan diri melaju ke babak knock-out 16 besar dan akan bertemu Hungaria. Kalau melihat denah pertandingan selanjutnya, peluang Belgia menuju ke babak final lebih ringan dibanding yang lain.
  2. Gol itu sekaligus membungkam kritikan kalangan pengamat yang meragukan kualitas Radja Nainggolan di timnas Belgia. Tahun 2014 lalu di Piala Dunia, Il Ninja masih belum mendapat kepercayaan dari pelatih Marc Wilmots.
  3. Kemenangan Belgia, memastikan akhir cap Zlatan Ibrahimovic. Sehari sebelumnya mantan pemain Ajax, Juventus, Barcelona, PSG itu mengatakan akan pensiun dari timnas Swedia kalau tersingkir di Euro2016. Dan hal itu terjadi. 
  4. Dengan penorehan gol semata wayang itu menandakan bahwa pemain keturunan Indonesia di Eropa mampu bersaing di tataran tertinggi. Nama Nainggolan di punggung memberi pertanda bahwa Belgia adalah satu-satunya team yang ada aspek Indonesia. Bagi Sepakbolanda, hanya Belgia yang layak didukung.
  5. Acungan tangan Radja ke udara usai mencetak gol itu sungguh tidak bisa. Dia mengangkat tangan kanannya jempol dan telunjuk membentuk huruf "L." Itu adalah huruf depan dari mendiang ibunda, Lizy Bogaerts. Ibunya yang hidup terbelit hutang, karena ditinggal ayah Radja kembali ke Indonesia. 
  6. Kerja keras, adalah kunci sukses. Tiada Sukses tanpa Kerja Keras, itulah slogan Radja Nainggolan. Hal itu terbukti dari prestasinya. Bukan hanya karena satu gol itu saja, tapi semua keberhasilan Radja di sepakbola. Pelatih klub pertamanya:  Germinal Beerschot menyebutkan. 

"Dari semua pemain timnas Belanda, dialah yang paling berhak mendapatkan respect dan acungan jempol. Dia merajut karir ini sendirian!"


Selasa, Juni 21, 2016

Berita Pemain Keturunan Indonesia di Belanda

MaarelPemain keturunan Indonesia di Belanda, di saat jeda kompetisi ini ada yang mengalami perubahan klub. Kontrak ada yang diputus dan diperpanjang. Berita pemain-pemian keturunan, jelang musim 2016-2017.

Jeffrey Rijsdijk pemain depan keturunan Indonesia berpindah klub dari Go Ahead Eagles ke Almere City.Ia menandatangani kontrak 2 tahun di klubnya Gaston Salasiwa, juga pemain keturunan yang pernah memperkuat Bintang Medan. Rijsdijk, sudah tiga tahun bermain untuk Go Ahead Eagles.

Go Ahead Eagles ditinggal Jeffrey Rijsdijk, tidak kekurangan pemain keturunan. Sebab Joey Suk, pemain keturunan Indonesia yang digadang timnas Indonesia, kembali dari NAC Breda ke Deventer basisnya Go Ahead. "Joey Suk Memilih Pulang Kampung"