Kamis, Agustus 16, 2018

Duel Pelatih Keturunan Indonesia di Medan Laga Eropa



Kamis malam 16 Agustus 2018 ini, berlangsung laga penentuan babak ketiga kualifikasi UEFA Europe League. Giovanni van Bronckhorst dan Ricardo Moniz, dua pelatih keturunan Indonesia akan berhadapan sebagai pembesut tim Feyenoord Rotterdam dan Trencin Slowakia. 


Eka Tanjung dari Sepakbolanda senang menyaksikan duel level Eropa ini. Inilah bukti bahwa keturunan Indonesia masih memiliki kiprah berarti di luar negeri. Indonesia masih eksis di Eropa.

Giovanni van Bronckhorst

Giovanni van Bronckhorst selaku coach tim tuan rumah, malam ini harus bekerja ekstra keras. Sebelumnya Eka Tanjung sempat menulis tentang Giovanni van Bronckhorst. [Gio Siap Besut Feyenoord]

Kali ini timnya berada dalam posisi ketinggalan agregat 0-4. Ketika main kandang menelan pil pahit. Secara mengejutkan dipukul telak pada laga pertama pekan lalu. Cuplikan pertandingan bisa disaksikan di video bawah ini:



Sebaliknya, Ricardo Moniz  keturunan Indonesia, Belanda dan Suriname ini merupakan pelatih berpengalaman. Ricardo yang kebetulan juga kelahiran Rotterdam, bisa lebih nyaman mempoles tim Trencin Slowakia, tampil lebih trengginas dan efektif.  Dengan keunggulan 4-0 di pertandingan pertama, maka hampir bisa dipastikan pelatih yang punya pengalaman segudang ini bisa membawa timnya lanjut ke kualifikasi putaran ke-4, EUFA Europa League. 
Jika kawan ingin mengetahui sosok Ricardo Moniz bisa membaca ulasan sepakbolanda: [Inilah Pelatih yang Cocok untuk Timnas Indonesia.]

Moniz = Wiel Coerver + Totaal Voetbal
Ricardo Moniz
Tugas Berat Gio
Berkat tuaian laga kandang yang berujung 4 gol tanpa balas, maka AS Trencin hampir bisa dipastikan akan melajut ke babak berikutnya. Sementara Giovanni van Bronckhort dengan Feyenoord didukung fans fanatik yang memenuhi stadion De Kuip Rotterdam itu akan berusaha keras mengejar ketinggalan 4 goal. Berbeda dengan laga tandang, kali ini di Rotterdam, Robin van Persie akan diturunkan.

Jembatan Erasmus, icon Rotterdam

Matan ujung tombak Arsenal ini diharapkan bisa meningkatkan daya gedor tim Kota Pelabuhan Belanda yang indah itu. 

[Van Persie Bukan Keturunan Indonesia]

Tampaknya Feyenoord malam ini akan berusaha keras mengejar ketinggalan, namun jika melihat materi pemain dan kebugaran mereka dan kualitas Mr. Moniz. Maka Eka Tanjung dari Sepakbolanda bisa menduga, Feyenoord akan tersingkir dengan hormat.



NB: Penulis adalah pengamat sepakbola keturunan Indonesia di Eropa. Dan sekaligus pemilik Biro Perjalanan Berbahasa Indonesia di Eropa. [Serbalanda Tour, Sahabat Wisata Eropa].

Bisa dikontak di:



Cube Houses Rotterdam.



Rabu, Mei 23, 2018

Tidak Lolos Piala Dunia, Tapi Belanda dan Italia Cukup Talenta


Timnas Belanda Under 17 Tahun menjuarai turnamen bergengsi Eropa, UEFA U17. Di laga final kejuaraan Eropa antara usia bawah 17 tahun itu, Tim Oranje mengalahkan Tim Azzurri Italia dalam laga yang alot.

Setelah pertandingan durasi reguler berakhir 2-2, pemenang ditentukan lewat adu pinalti. Belanda lebih banyak menceploskan gol dari titik 11 meter, dibanding pesaing mereka dari Italia. Dari pertandingan dua tim masa depan dua negara besar sepakbola, Belanda dan Italia, menunjukkan bahwa mereka masih punya segudang talenta masa depan. Walaupun belum dijamin 100% mereka-meraka ini yang akan jadi bintang masa depan.

Tanpa Ayam

Minimal pendidikan sepakbola usia dini mereka sudah cukup mapan. Italia dan Belanda memang tidak lolos ke Piala Dunia Rusia 2018 ini. Turnamen tanpa sandiwara rumput oleh para pemain sepakbola Italia. Ulur waktu dan pura-pura tewas di lapangan. Pura-pura hampir mati ditanduk Zenadine Zidane dan segala theatralnya. Piala dunia tanpa Tim Itali sama dengan makan Soto Lamongan tanpa Ayam. Bayangkan saja betapa, ada yang janggal.  

Tanpa Jeruk Nipis

Tapi lebih parah lagi dengan absennya Belanda di Piala Dunia. Tim yang selalu mencoba tampil menyerang, sudah unggul atau ketinggalan tetap menyerang. Dan kadang dengan segala risiko akhirnya kalah juga walaupun sudah terlebih dulu unggul. Sebab Belanda selama ini masih mengagungkan Total Football. Terus menyerang dan menganut: Serangan adalah Cara Bertahan Paling Baik.
“Selama kita masih menguasai bola, lawan tidak mungkin bisa mencetak gol.”
Pertandingan yang ada Belandanya biasanya menjanjikan spektakuler. Jadi penulis mengibaratkan turnamen tanpa Tinmas Oranje, sama saja dengan Soto Lamongan Tanpa Jeruk Nipis. Tanpa Sambal Bagaimana juru masak harus mengkreasikan Soto Lamongan tanpa Ayam dan Tanpa Jeruk Nipis?

Tanpa Sambal

Dengan segala hormat, Piala Dunia Rusia tetap akan dibuka dan tetap akan menghasilkan pemenang. Terlalu banyak kepentingan untuk membatalkannya. Eka Tanjung dari Sepakbolanda.com juga menyayangkan dengan absennya Radja Nainggolan, pemain keturuan Indonesia di Belgia. Ia adalah pengejawantahan dari kejantanan, kesatriaan, mental tanpa menyerah. Iklan Pabrik Tattoo sekaligus. Sebagai Warga Indonesia, Eka Tanjung makin kecewa dengan absennya satu-satunya pemain sepakbola keturunan Indonesia yang bisa tampil di Piala Dunia. Minimal kita sedikit terhibur jika Belgia bermain lawan Inggris dan Panama. Bagi penulis Radja merupakan Sambal dalam Soto. Rasanya Pedas tapi dirindukan.

World Cup

Sekarang Eka Tanjung makin tidak semangat untuk nonton Piala Dunia Rusia 2018. Lebih baik ngadem saja di Dusun Air Terindah di Dunia bernama Giethoorn. Kebetulan ada paket wisata menarik yang cerdas dan asik.

Hambar

Jadi ada tiga hal yang hilang dari Piala Dunia ibarat Soto Lamongan: Tidak ada Daging Ayamnya, Tanpa Jeruk Nipis dan Tidak Ada Sambal. Jadi sudah kebayang saja rasanya seperti apa. Mungkin dengan penampilan timnas muda Belanda dan Itali di laga Final Piala UEFA U17 ini memberikan sinyal bahwa kedua negara akan bangkit dan muncul kembali di Piala Dunia 2022.

Bukan Juara dari Asia

Dan satu hal yang penulis sudah yakin: Piala Dunia 2018, 2022, 2026, 2030 tidak akan menghasilkan juara dari Benua Asia. Kecuali... kecuali .. kalau aturan FIFA dan Piala Dunia dirubah. Penulis akan memaparkan pemikiran ini pada tulisan selanjutnya..

Selasa, September 05, 2017

Erick Thohir Diisukan Minati Klub Liga Tertinggi Belanda

Mantan pemilik klub raksasa Italia, Inter Milan berminat ambilalih klub liga teratas Belanda. Demikian bunyi judul pemberitaan berbagai media online Belanda. Mereka mendapat informasi bahwa Erick Thohir, orang kaya Indonesia ini ingin membeli saham terbanyak klub NAC Breda.

Berita ini bersumber dari media lokal. Omroep Brabant, yang punya bocoran dari orang dalam klub di Breda itu. Disebutkan bahwa perusahaan investasi International Sports Capital milik taipan dari Indonesia Erick Thohir, tertarik pada klub Eredivisie.

Klub dan Stadion
Disebutkan pula bahwa mantan pemilik klub Italia, Internazionale, itu selain tertarik untuk memiliki NAC sebagai klub, juga tertarik pada stadion Rat Verlegh yang beradres di Stadionstraat 23, 4815 NC Breda itu.

Pemda Senang
Menurut Sepakbolanda, minat mengambilalih stadion Rat Verlegh itu disambut baik pemda Breda. Sebab pemerintah daerah Breda ingin segera lepas dari posisi, 'terpaksa' menjadi pemilik stadion berkapasitas 19.000 kursi, sejak 2003 itu. Pemerintah sudah merasa terlalu lama terbebani beaya pemeliharaan stadion.  Di Belanda jika klub mengalami masalah finansial maka pemda menjadi tempat mengadu untuk menjadi penyelamat sementera.

Pemda ingin segera lepas dari beban dana mengurusi stadion yang menjadi markas NAC. Jika semuanya lancar, diharapkan sebelum akhir tahun ini International Sports Capital HK Limited menjadi pemilik stadion yang tergolong megah itu.
Thohir Pertama
Sejatinya perusahaan Erick Thohir bukan satu-satunya yang pernah meminati stadion Rat Verlegh. Sebelumnya ada lima perusahaan dari Belanda sendiri yang juga melirik komplek stadion itu. Namun baru perusahaan milik Thohir lah yang berminat ambil baik Stadion maupun Klub NAC sekaligus.

Pemilik Saham
Hal ini menimbulkan effek kebakaran jenggot di kalangan pemilik saham klub yang pernah menampung Joey Suk, pemain keturunan Indonesia itu. Para pemilik saham klub ini, disinyalir menolak mentah-mentah menyerahkan kepemilikannya. Bagi Serbalanda tidak jelas, sikap jual mahal ini bisa diartikan sebagai ingin penawaran yang besar. Atau memang tidak mau melepas kepemilikan.

ADO Den Haag China
Sejatinya Erick Thohir bukan satu-satunya taipan Asia yang membeli saham di atas 50% dari klub sepakbola. Sebelumnya United Vansen International Sports Co milik pengusaha China, Hui Wang sejak Juni 2014.

Apakah 3 tahun kemudian, NAC Breda akan menjadi klub kedua yang jatuh ke tangan Asia? Masih perlu kita nantikan bersama. Di balik layar terjadi rembukan, nego dan lainnya. Sepakbolanda melihat sisi positifnya saja dari rencana Erick Thohir mengambilalih klub papan bawah Eredivisie ini. Klub ini lebih realistis jika dijadikan tempat menempa bakat-bakat muda dari Indonesia.

Bakrie Group Visé Belgia
Sebenarnya kalau soal investasu perusahaan milik Indonesia di sepakbola Eropa sudah terjadi sejak Bakrie Group, membeli klub Belgia, CS Visé . Empat pemain Indonesia sempat mendapat kesempatan unjuk diri di podium Eropa. Syamsir Alam, Alfin Tuasalamony, Yandi Sofyan dan Yericho Christiantoko. Bahkan Ruben Wuarbanaran, pemain keturunan Indonesia di Belanda juga pernah menjadi pemain pinjaman di Visé selama setengah tahun. Sebelum Bakrie Group akhirnya melepas klub Belgia itu tahun 2014.  

Bakat Indonesia
Lebih mudah menampilperdanakan bakat Indonesia di Breda daripada di Internationale yang lebih bergengsi dan menjadi sorotan tajam publik. Sudah lah  NAC cocok sekali sebagai tempat menorehkan sejarah: Sudah Lama kita Menanti sebuah judul berita:  "Pemain Indonesia Lakoni Laga Debut di Liga Eropa."

Semoga Segalanya Lancar!

Kamis, Juni 15, 2017

Sekolah dan Main Liga Sepakbola di Eropa

G͇e͇b͇r͇a͇k͇a͇n͇ ͇B͇a͇r͇u͇ ͇d͇a͇r͇i͇ ͇B͇e͇l͇a͇n͇d͇a͇.͇ ͇K͇o͇m͇b͇i͇n͇a͇s͇i͇ ͇M͇a͇s͇a͇ ͇D͇e͇p͇a͇n͇!͇

Jika Anda selama ini memendam tanya:
⓵ Bagaimana caranya bisa bersekolah di Belanda?
⓶ Dimana celah bisa bermain sepakbola di salah satu liga Eropa?
⓷ Bagaimana caranya bisa unjuk kebolehan di depan scout di Eropa?
⓸ Bagaimana caranya mengikuti pendidikan berlevel internasional?

Mungkin ini solusinya. Program 1 Tahun sampai 4 tahun. Untuk bakat sepakbola usia 9 - 18 tahun. Memang bukan termurah, tapi jelas salah satu yang terbaik.

TanjungPro® bekerjasama dengan berbagai pihak di Belanda. Klub sepakbola, sekolah internasional, scout unggulan dan kompleks pelatihan.
Kami ingin merealisasikan impian bakat sepakbola Indonesia meraih cita-cita. Sejalan dengan langkah di dunia topsport, ditekankan pula jenjang pendidikan formal yang berkualitas.

Pesepakbola handal memiliki kecerdasan di atas rata-rata, karena dia mampu mengambil keputusan dalam hitungan kurang dari satu detik.

Dengan intelejensi yang baik ini maka bakat, bisa berkembang sebagai pemain sepakbola dan siswa pendidikan formal yang berwawasan internasional.
Individu yang berkarakter ia mampu menyambut masa depan, di lapangan maupun di masyarakat.

Belanda bukan yang pertama, tetapi yang paling lengkap dengan liga atau kompetisi.

Tawaran dari Belanda, kepada bakat Indonesia dari usia 9 tahun hingga 19 tahun unjuk kebolehan melalui bimbingan profesional untuk:

⇨. Main Liga Resmi Sepakbola di Belanda di bawah KNVB.
⇨. Pendidikan Formal Sekolah Internasional berbasis The International Baccalaureate® (IB).
⇨. Boarding menginap di kompleks moderen untuk atlit profesional.

NOTE: Tempat terbatas dan pendaftaran ditutup bulan Juli 2017.
Syarat dan Ketentuan berlaku. Untuk Info Lebih Lanjut Silakan Hubungi:








Selasa, April 25, 2017

Indonesia Bawa Feyenoord Juarai Liga Belanda

Sudah Hampir Bisa dipastikan Feyenoord Rotterdam, Ahad 7 Mei nanti bisa merayakan gelar juara Liga Belanda. De Eredivisie.


Dibesut pelatih keturunan Indonesia, Gio van Bronckhorst, Feyenoord Ahad 7 Mei 2017 nanti di kandang Excelsior sudah bisa memastikan dapat 3 points untuk dua sisa pertandingan. Akhirnya setelah 18 tahun, ada keturunan Indonesia yang mengantar klub Rotterdam jadi Juara Liga Belanda.
Sementara Ajax yang bercokol di posisi runner-up tampaknya sudah pasrah, setelah akhir pekan lalu lupa menang di kandang PSV Eindhoven.

Formasi Kesebelasan "Hand-in-Hand Kameraden" menurut pengamatan Eka Tanjung, sudah bisa mencatat bakal juara karena Excelsior lawannya tidak akan mempersulit Sodara Tua meraih dambaan 'akhirnya' bisa merayakan pesta di Coolsingel dekat Balaikota Kota Pelabuhan itu. Rotterdam dua pekan kedepan ini ada dua pesta besar: Kingsday 27 April 2017 dan Feyenoord Juara Eredivisie 7 Mei 2017.

Jairo Riedewald, Center Bek Ajax keturunan Indonesia.

Sebagai pencinta sepakbola Indonesia, Sepakbolanda tentu turut gembira karena tim ini dilatih oleh Giovanni van Bronckhorst, di nadina mengalir darah Maluku yang bersumber di Indonesia.
Sementara itu, walaupun Eka Tanjung pernah bekerja di Ajax Media, tetap menyayangkan sikap dan keputusan Peter Bosz yang mengenyampingkan dua pemain keturunan dari tim intin. Pelatih klub legendaris itu berani-beraninya meminggirkan keturunan Indonesia di tim utama: Jairo Riedewald dan Kenny Tete. Sebuah keputusan yang tidak bijaksana. Dia tidak menyadari keputusannya akan disesalkan oleh fans sepakbola Indonesia di Belanda.

Kenny Tete bek Ajax Keturunan Indonesia

Jadi siapapun di bumi ini yang menyakiti Indonesia, Keturunan Indonesia, saudara Indonesia, tetangga Indonesia, siap-siap saja "dijuteki" oleh Sepakbolanda. Mangsamu!

Rabu, Desember 07, 2016

Links Vietnam Indonesia AFF 2016 Semi Final

Jika ingin menyaksikan pertandingan sepakbola Kejuaraan Internasional AFF Suzuki 2016 antara Vietnam lawan Indonesia. Di semi final Vietnam Indonesia piala AFF bisa disaksikan di beberapa links online.